Lompat ke isi utama
Peluncuran video klip Nyalakan Api di Yogyakarta

Kampanye Semangat Inklusif Melalui Video Klip Nyalakan Api

Solider.id, Yogyakarta - “Inklusi merupakan cara agar semuanya bisa terlibat atau tidak boleh ada yang ditinggalkan”, ungkap Rani Hapsari selaku Manajer Program Peduli Pusat Rehabilitasi Yakkum. Belakang ini inklusi menjadi sebuah gerakan untuk menyuarakan kesetaraan. Dalam hal ini Pusat Rehabilitasi Yakkum melaksanakan kegiatan Ngobrol Inkusi dan Launching Video Klip ‘Nyalakan Api’. Kegiatan ini diikuti oleh 75 peserta dari berbagai kalangan baik difabel dan non difabel yang dilaksanakan pada Jumat, 28 Juni 2019 di YATS COLONY Jl. Patangpuluhan No.23, Wirobrajan, Yogyakarta.

Berbicara inklusi sosial tidak lepas dari stigma. Stigma tidak bisa dihilangkan tapi bisa dikurangi dengan cara memberikan edukasi pada khalayak. Acara ini menghadirkan beberapa narasumber yang pernah mengalami stigma. Eko seorang barista difabel, Hendrik dari Fopperham (Forum Pendidikan dan Perjuangan Hak Asasi Manusia), dan Tika perwakilan dari IWAYO (Ikatan Waria Yogyakarta).

Para narasumber tersebut dihadirkan untuk menjawab dan berbagi pengetahuan tentang apa yang narasumber rasakan atau yang dialami untuk mewujudkan impian bersama yaitu inklusi sosial.

Tika, sapaan akrab Kartika berbagi pengalamannya ketika melamar pekerjaan ke salah satu perusahaan ditolak. Ketika ditolak oleh perusahaan Tika berpikir bahwa yang dicari perusahaan itu laki-laki atau perempuan bukan atas dasar kinerja dan kemampuan. “Jangan salahkan kami (waria) jika mengamen di jalanan kalau peluang kerja tidak bisa kami akses meski teman-teman banyak yang sudah lulus kuliah”, ungkapnya.

Hal yang sama dirasakan oleh Eko sebelum kini menekuni dunia barista. “Sejak saya amputi dua tangan, saya mengalami sikap yang berbeda dari lingkungan. Untuk melamar pekerjaan pun menjadi sulit”, pungkas Eko.

Pusat Rehabilitasi Yakkum dalam mengkampanyekan dan menyebarluaskan tentang inklusi sosial tidak hanya ngopi (ngobrol pintar) akan tetapi juga melalui video klip yang berjudul Nyalakan Api. Video klip Nyalakan Api ini merupakan karya Marzuki Mohamad atau lebih dikenal dengan nama Kill The DJ. Video tersebut menggambarkan bahwa banyak perbedaan yang sesungguhnya dekat dengan masyarakat. Mereka yang berbeda, baik kondisi fisik, orientasi seksual, maupun aliran kepercayaan, kemudian mengalami diskriminasi seperti tidak mendapat kesempatan bekerja, dikucilkan, dan dipersekusi.

“Awalnya saya juga tidak paham apa itu inklusi, kemudian saya berpikir bahwa inklusi dapat diterjemahkan menjadi bahasa yang mudah dipahami dan disajikan melalui video ini. Secara tidak langsung, karya ini juga akan menjadi pengingat untuk saya agar memiliki nilai-nilai inklusi, tidak membeda-bedakan manusia apa pun latar belakangnya, karena semua manusia adalah setara”, pungkas Kill The DJ.

Video klip Nyalakan Api dapat dilihat melalui link berikut : https://www.youtube.com/watch?v=AcUQs1Tb7ik

 

Wartawan: Mada Ramadhani

Editor      : Ajiwan Arief

The subscriber's email address.