Lompat ke isi utama
suasana job fair

Job Fair di Bandung, Kesempatan bagi Difabel Kurang Termanfaatkan

Solider.id, Bandung – Bertepatan dengan akhir tahun pembelajaran pada jenjang pendidikan atau lebih akrab disebut momentum kelulusan sekolah, dinas tenaga kerja kota Bandung kembali menggelar acara job fair. Bertajuk mengantar pencari kerja yang berintegritas tinggi, untuk kali kedua di tahun ini dilaksanakan di salah satu mall jalan Merdeka Bandung. Kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari Selasa dan Rabu (25-26) Juni 2019, dari pukul delapan hingga empat sore.

Sejak hari pertama pembukaan, anterian calon pencari kerja dari jenjang SMU sederajat, Diploma hingga Sarjana sangat membludak mendatangi meja registrasi. Salah satu persyaratan agar dapat dilayani oleh pemilik stand mewakili perusahaan yang menawarkan lowongan pekerjaan, selain membawa surat lamaran dan cv adalah mendapatkan cap di tangan sebagai bukti registrasi ulang pelamar. 

Namun, dari pantauan hari pertama belum terlihat calon pencari kerja dari masyarakat difabel yang turut hadir. Padahal, job fair yang dilangsungkan membuka peluang bagi pelamar difabel.  Sekitar 38 perusahaan melibatkan diri pada acara ini diwajibkan untuk memberikan kesempatan bagi calon pencari kerja dari masyarakat difabel. Hal tersebut ditegaskan langsung oleh Drs. Arief Syaifudin, Kepala Dinas Tenaga Kerja kota Bandung, “Semua perusahaan yang tergabung sebagai peserta job fair ini harus memberikan peluang juga kepada pelamar dari difabel,” ungkapnya.

Arief juga memberikan keterangan lebih lanjut terkait lonjakan antusias para pencari kerja di hari pertama acara berlangsung mencapai empat ribu pengunjung. Kendati demikian, saat ditanyakan calon pencari kerja difabel yang masih belum terlihat, Arief menyampaikan, pihaknya sudah sangat maksimal memberikan informasi terkait akan berlangsungnya kegiatan tersebut. “Kami sudah melakukan sosialisasi informasi secara maksimal baik melalui media sosial, koran maupun radio, ini terbukti dari banyaknya pengunjung,” katanya.

Sementara, Ikartika difabel Tuli yang mengetahui informasi ini menyampaikan batasan usia yang disyaratkan perusahaan menjadi pertimbangan dirinya untuk tidak turut serta mendaftar sebagai calon pencari kerja pada job fair tersebut. Pun, demikian dengan beberapa difabel Daksa dan Netra, selain batasan usia, mereka yang mengetahui informasi serta lokasinya menuturkan ketidak hadirannya dengan pertimbangan aksesibilitas tempat acara, dan banyaknya pengunjung yang akan hadir.

“Saya tahu info job fair bahkan share juga kepada teman lain, saya tidak ikut pasti berdesakan juga,” tutur Hilman difabel Daksa Polio.

Sangat disayangkan, perekrutan calon tenaga kerja yang diharapkan mampu menampung pelamar bagi difabel kurang terakomodir dengan baik. Aksesibilitas lokasi, persyaratan yang diajukan pemilik lapangan kerja masih minim untuk dapat diakses secara kuota oleh masyarakat difabelnya.

Dari pihak dinas tenaga kerja dikabarkan, akan ada dua kali gelaran acara serupa di kota Bandung yang akan dilaksanakan tahun ini

 

Wartawan: Srikandi Syamsi

Editor     : Ajiwan Arief

The subscriber's email address.