Lompat ke isi utama
Satdion Akses Difabel Beri Dukungan Langsung Tim Sepak Bola Kesayangannya.

Stadion Aksesibel, Tumbuhkan Semangat Difabel Cintai Olahraga

Solider.id, Bandung – Aksesibilitas publik selalu menjadi hal yang cukup menarik banyak perhatian masyarakat difabel. Ragam aktivitas serta mobilitas memang sangat berkaitan erat dengan tingkat keaksesan, guna menunjang produktivitas dalam kehidupan mereka. Banyaknya hambatan di lapangan terkadang membuat sebagian besar masyarakat difabel cenderung memilih enggan keluar rumah.

Tentu saja, hal tersebut bukanlah menjadi pilihan yang mereka inginkan. Sebab, sudah semestinya setiap individu dengan memiliki banyak aktivitas dan kebutuhan yang serupa dalam menjalani hidup. Mulai dari menjalankan rutinitasnya hingga melakukan kegiatan yang menjadi hobinya.

Banyak masyarakat difabel memiliki hobi yang bergelut dengan bidang olah raga seperti  sepak bola. Sebagian besar dari mereka pun, ada yang membentuk pasukan komunitas pecinta sepak bola. Di Bandung misalkan, ada komunitas Bobotoh Difabel Persib. Sekumpulan masyarakat difabel yang memang bukan sebatas memberikan dukungan terhadap tim sepak bola asal kota Kembang. Lebih dari itu, kehadiran mereka merupakan bagian dari para pecinta dunia sepak bola.  

Adanya stadion yang akses sudah tentu menjadi harapan masyarakat difabel yang memiliki hobi dengan sepak bola. Stadion Si Jalak Harupat, yang berada di kawasan Kutawaringin, Kabupaten Bandung menjadi salah satu percontohan stadion yang akses untuk masyarakat difabel. Pada laga pertandingan teranyar kemarin (18/6) dari jumlah penonton yang menyaksikan secara langsung di tribun lebih dari 12.000 orang, sebagian kecilnya adalah masyarakat difabel.

Meski belum dapat dikatakan bisa mewakili masyarakat difabel pecinta sepak bola menonton langsung dari tribun akses yang telah tersedia, kehadiran mereka mampu mengikis sekat akibat ketiadaan aksesibilitas publik dari sebuah stadion. Mereka yang menyaksikan langsung jalannya sebuah pertanding sepak bola pun, dapat merasakan atmosfir berbeda dengan menonton melalui layar kaca televisi.

Sayangnya, keberadaan stadion yang akses bagi masyarakat difabel tersebut belum mampu dimanfaatkan secara maksimal. Kendala informasi aksesibilitas tersebut kepada masyarakat difabel dinilai masih sangat minim. Masih diperlukan arus visualisasi secara langsung terkait keberadaan tribun akses difabel saat pertandingan dilangsungkan. Dengan demikian, informasi aksesibilitas yang ada di stadion akan tersampaikan lebih luas lagi.

Berbagai reaksi masyarakat difabel yang dapat menonton langsung dari tribun akses lapangan hijau pun beragam. Mewakili pecinta sepak bola masyarakat difabel dari kota Bandung, Iman Santosa difabel Daksa yang menggunakan kursi roda mengaku aksesibilitas yang telah tersedia di stadion sangat nyaman dan aman, ia juga merasakan keseruan tersendiri berada di antara ribuan penonton lainnya.

Pun, demikian dengan Rizal pengguna kursi roda, kepada jurnalis Solider menyampaikan sedikit ungkapannya, “Seru, senang dan bangga bisa nonton bola di stadion dan memberikan dukungan secara langsung.”

Serupa dengan Djumono yang menggunakan kursi roda juga, dirinya merasa sangat gembira dan antusias dapat nonton langsung di stadion. Sepenggal yang dipaparkannya cukup menggelitik, “Stadion ini ada tempat untuk masyarakat difabelnya. Akan tetapi, jarang sekali ada para difabel yang hadir nonton,” ucapnya.

Masih menjadi catatan khusus bagi banyak pihak yang terkait. Aksesibilitas publik diupayakan untuk memenuhi kebutuhan hak masyarakat difabel. Namun, ternyata masih menjadi PR bersama, saat aksesibilitas telah tersedia dan sebagian besar masyarakat difabel belum mampu memanfaatkannya dengan maksimal.

Bentuk sosialisasi dan informasi publik menjadi langkah kecil yang mungkin dapat dilakukan pihak terkait, selain tindakan promosi. Minimnya informasi dapat menjadi pengaruh terbesar yang menyebabkan permasalahan minimnya respon yang diperoleh. Peran awak media sangat diperlukan. Terlebih saat berlangsungnya pertandingan. Melalui pengetahuan informasi adanya stadion yang telah akses, masyarakat difabel pun mampu memberikan dukungan dengan nonton langsung di tribun.  

 

Wartawan: Srikandi Syamsi

Editor        : Ajiwan Arief

The subscriber's email address.