Lompat ke isi utama
Yura Yunita di Aula Wyata Guna Bandung.

Yura Yunita Ingin Bawakan Lagu Karya Difabel

Solider.id, Bandung – Musisi muda Yura Yunita kembali sambangi Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Sensorik Netra (BRSPDSN) Wyata Guna jalan Pajajaran Bandung. Silaturahmi dalam rangka menyambut Lebaran, dara berusia 28 tahun tersebut menyampaikan keinginnya untuk terus bisa berkarya bersama para difabel. Harapan terbesarnya bukan sekedar berkolaborasi vokal bersama difabel Netra saja. Lebih dari itu, musisi multi talenta yang memiliki nama asli Yunita Rachman yang kemudian disingkat Yura ini sangat ingin bisa membawakan lagu yang dibuat atau diciptakan oleh para difabel. “Saat ini mungkin kolaborasi saya dengan mereka baru dalam membawakan lagu bersama yang saya buat, untuk selanjutnya saya ingin juga menyanyikan lagu yang mereka ciptakan”. Kata yura

Diakui Yura, banyak difabel Netra yang memang memiliki suara emas. Kehadirannya kali ini tidak untuk sebatas berkunjung atau menghibur semata. Ia juga berkali-kali melakuan duet vokal bersama beberapa difabel Netra membawakan lagunya. Selain musik pop, Yura juga disuguhkan lagu dangdut yang dibawakan oleh salah satu difabel Netra yang pernah tergabung dalam backing vokalnya.    

Kunjungan perdananya satu tahun silam ke Wyata Guna menjadi awal membentukan kolaborasi karya antara dirinya bersama  difabel Netra. Diungkapkan Yura, jalinan silaturahmi dengan difabel Netra telah menumbuhkan inspirasi membuat karya musik yang telah dirilisnya. Setelah karya tersebut lahir, kemudian muncul ide baru untuk menggandeng mereka dalam berolah vokal sebagai pengiring backing-nya. Berkali-kali melakukan pentas dan manggung, dara cantik ini selalu memboyong difabel Netra secara langsung.

Impian Yura untuk berkolaborasi bersama para difabel Netra yang memiliki olah vokal mumpuni tersebut ternyata cukup besar. Tidak sebatas menjadi pengiring suara dalam lagunya, dilibatkan menjadi model dalam pembuatan video klipnya, atau dihadirkan nyata dalam gelaran manggungnya bersama di saat dirinya konser. Ia menuturkan keinginan lain yang lebih dari itu semua. Yura sangat ingin bisa membawakan lagu yang diciptakan atau dibuat oleh difabel. Kolaborasi ini bisa utuh atau dipecah, artinya baik lirik dan musiknya diciptakan sendiri secara utuh oleh difabel, atau bekerja sama dalam membuat keduanya.  

Harapan musisi muda ini tentu merupakan peluang bagi para difabel yang memiliki kemampuan menulis lirik lagu atau membuat musik, bahkan menciptakan lagu. Satu peluang yang bisa direalisasikan bersama. Membuka kesempatan bagi para difabel pun nyatanya bisa didapatkan dari melihat potensi yang dimiliki mereka. Para difabel membutuhkan peluang, kesempatan dan kepercayaan untuk mengolah setiap hal kecil dari kemampuan yang dimilikinya. Belum banyak difabel yang memiliki suara emas dan kepandaian membuat lagu mendapatkan kesempatan untuk menjadi seorang musisi yang profesional. Ajang pencarian bakat pun masih minim mereka akses. Padahal dari sisi kemampuan vokal, para difabel khususnya Netra mampu mengimbangi penyanyi profesional.

Seperti halnya, Asep, Putra, Eliyas dan Mia yang membawakan lagu bernyanyi bersama Yura secara bergantian. Keempat difabel Netra asuhan Wyata Guna tersebut memiliki potensi vokal yang baik. Namun, kesempatan mereka belum begitu luas. Jam terbang mengisi panggung baru sebatas lingkungan kecil, padahal mereka memiliki potensi lebih dari itu. diakui para difabel Netra ini, berkolaborasi live di Aula Wyata Guna bersama penyanyi sekelas Yura Yunita merupakan kesempatan yang langka mereka dapatkan.

Semoga setiap niat baik dan harapan indah dari seorang Yura Yunita dapat terealisasikan. Tetap konsisten berkolaborasi bersama para difabel Netra. Saling menginspirasi dan unjuk gigi dalam berkarya. Melahirkan lagu-lagu bernuansa inklusifitas yang mulai mewarnai jagat industri musik tanah air, sehingga mudah diakses oleh para difabel.  

 

Wartawan: Srikandi Syamsi

 Editor       : Ajiwan Arief

The subscriber's email address.