Lompat ke isi utama
rest area Solo-Ngawi

Toilet Difabel di Rest Area dan Balada Mudik dengan Bus

Solider.id, Yogyakarta - Pergerakan pemudik untuk lebaran tahun ini sudah dimulai sejak minggu ini. Libur lebaran sejak tanggal 3 Juni yang juga sudah didahului oleh libur akhir pekan membuat banyak pemudik memilih pulang kampung sejak satu minggu sebelum lebaran untuk mengantisipasi kemacetan yang terjadi. Bagi difabel, ajang mudik juga menjadi ritual tahunan yang selalu dilakukan. Meski menghadapi banyak tantangan aksebilitas transportasi, tahun ini perbaikan aksesibilitas dan layanan penunjang bagi difabel sudah lebih baik jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

Dengan hadirnya Tol Trans Jawa sepanjang 1.167 kilometer, banyak pemudik, termasuk pemudik difabel, yang memilih menggunakan moda transportasi bus atau kendaraan pribadi. Untuk mengantisipasi hal ini, PT Jasa Marga telah menyiapkan setidaknya toilet khusus difabel di sepanjang Tol Trans Jawa. Ada 30 toilet difabel yang berada di empat belas Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) atau rest area di sepanjang Tol Trans Jawa.

"Kondisi rest area, lebih khususnya toilet, saat arus mudik dan balik kerap terlihat antrean yang cukup panjang. Apalagi, difabel mengalami kesulitan untuk menggunakan fasilitas toilet di rest-rest area tertentu," kata Irra Susiyanti, Corporate Communication Department Head PT Jasa Marga, seperti dikutip Kompas.

Lokasi toilet difabel tersebut berada di TIP 88A Jalan Tol Padaleunyi sebanyak 4 unit, TIP 88B Jalan Tol Padaleunyi sebanyak 6 unit, TIP 97B Jalan Tol Padaleunyi sebanyak 2 unit, TIP 125B Jalan Tol Padaleunyi sebanyak 2 unit, TIP 149B Jalan Tol Padaleunyi sebanyak 2 unit, TIP 207A Jalan Tol Palikanci sebanyak 1 unit, TIP 360B Jalan Tol Batang-Semarang sebanyak 5 unit, TIP 519A Jalan Tol Solo-Ngawi sebanyak 1 unit, TIP 519B Jalan Tol Solo-Ngawi sebanyak 1 unit, TIP 575A Jalan Tol Solo-Ngawi sebanyak 1 unit, TIP 575B Jalan Tol Solo-Ngawi sebanyak 1 unit, TIP 597A Jalan Tol Ngawi-Kertosono sebanyak 1 unit, TIP 725A Jalan Tol Surabaya-Mojokerto sebanyak 1 unit, TIP 726B Jalan Tol Surabaya-Mojokerto sebanyak 2 unit.

Meski begitu, pembangunan fasilitas toilet difabel di rest area ini juga harus diimbangi dengan penerapan aksesibilitas di fasilitas maupun moda transportasi yang lain. Mudji Darwono (45), seorang difabel asal Jombang yang bermukim di Yogyakarta mengatakan bahwa yang paling utama adalah aksesibilitas sarana transportasi.

“Saya sebagai difabel netra punya pengalaman sering diacuhkan oleh kondektur bus saat mencari bus di terminal,” terangnya.

Mudji yang terbiasa mudik menggunakan bus jurusan Yogyakarta – Surabaya mengakui bahwa moda transportasi bus memang salah satu sarana transportasi yang tingkat aksesibilitasnya paling minim.

“Bus untuk ukuran tarif ekonomi itu yang paling parah. Padahal, banyak difabel dalam kategori menengah ke bawah yang banyak tergantung pada transportasi ini ketika melakukan mudik atau perjalanan sehari-hari,” terangnya.

Ia pun menyoroti fasilitas pada terminal bus yang memang masih jauh dari kategori ramah difabel. Menurutnya, mungkin hanya terminal Bungurasih Surabaya yang sudah terdepan dalam menyediakan aksesibilitas untuk difabel seperti ramp dan toilet untuk difabel.

“Terminal besar seperti Giwangan di Yogyakarta atau bahkan terminal-terminal di Jakarta bahkan masih menyedihkan kalau soal fasilitas untuk difabel. Bandingkan dengan stasiun kereta atau bandara yang lebih layak. Masalahnya, jumlah difabel yang mengakses bus dan lalu lalang di terminal juga banyak jumlahnya,” ungkapnya.

Ia pun mengapresiasi langkah PT Jasa Marga yang telah menyediakan toilet difabel di rest area sepanjang Tol Trans Jawa. Namun, ia berharap bahwa tidak hanya di rest area saja yang dilengkapi dengan fasilitas yang aksesibel, tapi juga di layanan transportasi lain terutama di terminal bus.

 

Wartawan; Yuhda

Editor        : Ajiwan Arief

The subscriber's email address.