Lompat ke isi utama
ilustrasi webaim

Kurang dari 1 persen Situs Web Memenuhi Standar Aksesibilitas

Solider.id, Yogyakarta - Sebuah laporan terbaru berjudul the WebAIM: An accessibility analysis of the top one million home pages atau analisis aksesibilitas dari 1 juta situs web baru saja dikeluarkan. Hasilnya kurang dari 1% dari halaman home situs tersebut yang memenuhi kriteria standar aksesibilitas.  Hal ini tentunya menjadi kabar buruk bagi para aktivis yang bergerak dalam pemenuhan aksesibilitas situs web. Informasi ini juga bisa berarti hal lain: situs web yang sebagian besar dipunyai oleh perusahaan komersial ini berpotensi akan kehilangan kemungkinan pelanggan dari sektor difabel yang jumlahnya tidak sedikit.

Deteksi aksesibilitas ini  dilakukan pada bulan Februari 2019 pada satu juta situs web dengan menggunakan teknologi WAVE stand-alone API. Deteksi hanya dilakukan pada laman beranda dari satu juta situs web tersebut karena sebagai sampel dari keseluruhan aksesibilitas web. Laman beranda sendiri adalah laman yang paling banyak dan pertama kali diakses oleh pengunjung situs web. Laman beranda juga merupakan pintu gerbang bagi pengunjung untuk masuk ke keseluruhan konten dari situs web. Laman beranda tidak hanya bagian yang banyak mendapatkan perhatian dari pengembang situs web, namun juga memberikan korelasi antara isu yang didapat di laman setelahnya.

Cara kerja deteksi WebAIM adalah mendeteksi situs web dengan menemukan failure (kesalahan) yang berpotensi menghambat difabel, terutama difabel netra, dalam mengakses web tersebut. Dalam laporan yang sama, ada 97.8% dari laman situs yang terdeteksi failure sesuai dengan standar Web Content Accesibility Guidelines (WCAG). WCAG sendiri pertama kali digunakan oleh pemerintah Inggris sebagai standar umum aksesibilitas situs web. Meski begitu, dari jumlah situs web, failure yang terdeteksi secara otomatis hanya terdiri dari deteksi hal-hal yang minor. Artinya, kemungkinan jumlah situs web yang terdeteksi aksesibel jumlahnya bisa menjadi lebih kecil lagi.

Failure yang paling banyak terdeteksi oleh WebAIM Million accessibility report adalah kekontrasan teks dalam ukuran rendah. Setidaknya ada 36 contoh kekontrasan teks rendah di masing-masing beranda situs web yang dideteksi. Sekitar 85.3 persen situs web yang dideteksi Selain itu, sepertiga dari gambar yang ada di situs web yang dideteksi tidak memiliki deskripsi teks (alternative text). 

Associate Director dari WebAIM, Jared Smith, seperti dikutip dari abilitynet.org menjelaskan lebih lanjut temuan yang didapatkan dari deteksi situs web ini.

“Hasil dari deteksi ini menunjukkan bahwa situs web masih memiliki isu yang besar terkait aksesibilitas bagi penggunannya, terutama difabel netra. Ada banyak sekali error yang ditemukan, rata-rata 60 error untuk setiap laman berandanya. Dan, 98% gagal memenuhi standar WCAG. Kami melakukan deteksi menggunakan WAVE/WebAIM tool. Ada kemungkinan jika kami menggunakan deteksi manual, failure yang ditemukan akan lebih banyak,” ujar Jared Smith.

Jared menambahkan bahwa jumlah ini sudah ia duga sebelumnya. Baginya, masih ada banyak pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan.

Menurut WedAIM, piranti pendeteksi otomatis seperti WAVE sebetulnya terbatas dalam pendeteksian aksesibilitas pada situs web—hanya sekitar 25% dari failure yang diprediksi ada yang bisa terdeteksi secara otomatis.  Fakta lain yang ditemukan adalah tidak ada perbedaan pada jumlah failure yang ditemukan pada situs web yang populer. Hanya saja, situs web dengan domain yang lebih populer cenderung memiliki jumlah error yang lebih tinggi.

Sayangnya, laporan ini tidak menyebutkan secara langsung tentang situs web mana saja yang menjadi bagian dari 1 juta situs web yang mereka deteksi. Laporan ini pun tidak memberikan situs web dari Indonesia yang dideteksi.

 

Penulis: Yuhda

Editor   : Ajiwan Arief

The subscriber's email address.