Lompat ke isi utama
Hasil karya ODS di workshop melukis

Pekan Peduli Skizofrenia, Upaya Kikis Stigma Orang Dengan Gangguan Jiwa

Solider.id, Surakarta - Susana tampak tekun mencuci telur yang hendak dibuat menjadi telur asin. Kemudian dia melakukan tahap demi tahap sesuai acuan yang diberikan oleh petugas RSJD Dr. Arif Zainudin. Petugas tidak hanya memberikan petunjuk pembuatan tetapi juga menghitung keuntungan yang didapat dari memproduksi telur asin. Hal yang sama, Purwanto, pasien lain usai workshop pembuatan telur asin menjelaskan kepada Solider tahapan yang telah dia lakukan saat membuat telur asin. Purwanto berniat untuk mempraktikkan saat keluar dari RSJD Dr Arif Zainudin, pulang kepada keluarganya.

Sementara itu, di depan Aula Indraprasta RSJD dr. Arif Zainudin, terpampang berbagai lukisan karya Orang Dengan Skizofrenia (ODS) yang dipamerkan. Dua buah lukisan karya Supriyanto, ODS asal Yogyakarta juga turut dipamerkan. Begitu pula dua lukisan Momon, Orang Dengan Bipolar (ODB) asal Sragen turut mewarnai pameran hasil karya ODS. Lukisan-lukisan tersebut di akhir rangkaian acara hendak dilelang. Penggalangan kepedulian kepada ODS juga dilakukan dengan menyematkan cap tangan ke selembar poster.

Workshop pembuatan telur asin adalah salah satu kegiatan dari kegiatan lainnya : membuat batik celup dan melukis serta belajar wirausaha serta bakti sosial. Kegiatan pekan peduli skizofrenia dalam rangka memperingati hari kepeduliun skizofrenia setiap tahun diperingati untuk mengikis stigma. Tahun ini RSJD dr. Arif Zainudin melaksanakan pekan peduli skizofrenia dengan melibatkan banyak pihak seperti Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran JIwa Indonesia (PDSKJI), Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) serta Komunitas Peduli Skizofrenia Indonesia (KPSI) Solo Raya. Peringatan tersebut mengambil tema “Kita Peduli Skizofrenia Berdaya”.

Terkait dengan stigma Orang Dengan Skizofrenia (ODS) atau orang dengan gangguan jiwa, atau difabel psikososial, dr. Maria Rini Indriarti menjelaskan kepada Solider. “Karena gejala-gejala yang ditimbulkan khas, ada perilaku kacau, pemikiran-pemikiran aneh, banyak terkait dengan perilaku kekerasan. Stigmanya memang berat, dan masyarakat perlu mengetahui ini  adalah gangguan medis yang sebenarnya bisa disembuhkan dan masih sering dianggap sebagai tumbal, karena tulak, pesugihan dan sebagainya sehingga tidak mendapatkan penanganan secara medis yang memadai,” terang dr, Maria Rini Indriarti,Sp.Kj, Kepala Instalasi Promosi Kesehatan RS dan Kesehatan Jiwa Masyarakat RSJD dr. Arif Zainudin Surakarta.

Sejak perkembangan ilmu teknologi kesehatan ditemukan, ini adalah gangguan medis, dan gejalanya bisa dikendalikan dengan pengobatan rutin dan perawatan. Tidak hanya perawatan medis tetapi psikososial, bagaimana keluarga, masyarakat dan lingkungan memperlakukan.

ODS berdaya bisa dilihat dari kehidupan sehari-hari Galih. Warga Boyolali tersebut setiap hari berjualan di toko kelontong miliknya. Barang dagangannya tak hanya sebatas sembako namun juga gas elpiji serta air mineral galon. Galih juga menawarkan jasa antar barang. Sampai hari ini Galih masih melakukan rawat jalan di RSJD dr. Arif Zainudin dan mengkonsumsi obat secara teratur. Galih juga bergabung dalam komunitas KPSI Solo Raya yang memberikan penguatan dan pendampingan.

 

Wartawan: Puji Astuti

Editor    :Ajiwan Arief

The subscriber's email address.