Lompat ke isi utama
Salah seorang difabel netra dan seorang relawan Gapai saat acara Sahur on The Road beberapa waktu lalu. Gambar mungkin berisi: 1 orang, duduk

Kikis Stigma, Difabel Berbagi Rejeki di Bulan Ramadan

Solider.id, Surakarta - Berbagai kegiatan di bulan ramadan dilakukan secara inklusif oleh lapisan masyarakat yang melibatkan difabel sebagai subjek. Gerakan ini ada sejak beberapa tahun terakhir. Salah satunya yang dilakukan oleh komunitas Gapai Solo. Tercatat kelompok SHG Solo pernah pula melakukan bagi-bagi takjil di sepanjang Jl. Slamet Riyadi. Kegiatan tak hanya berbagi takjil, namun juga pengajian dan buka bersama yang secara penyelenggaraan diinisiasi oleh komunitas difabel. 

Sahur on The Road bersama difabel netra, daksa serta relawan komunitas Gapai dilakukan beberapa waktu lalu. Kegiatan tersebut bertujuan salah satunya  untuk mengikis stigma di masyarakat bahwa difabel hanya bisa minta tolong dan sebagai objek saja. Kegiatan yang diprakarsai oleh relawan komunitas Gapai tak hanya mengajak 11 difabel netra, namun juga mengajak difabel daksa. Kegiatan ini diikuti oleh 40 orang dengan berkendara motor roda dua menyusuri jalanan di Solo saat sahur tiba. Mereka membagikan nasi masyarakat luas yang kebetulan mereka temui. Bagaimana dengan tanggapan masyarakat?

Wafa, pengurus Gapai kepada Solider menyatakan bahwa respon masyarakat yang terdiri dari tukang becak dan orang-orang yang hidup di jalanan beragam, ada yang tampak biasa dalam raut muka, tetapi ada yang kaget dan menanyakan, “adiknya tuna netra ya?” tanggapan yang lain datang dari masyarakat yang ada di keramaian seperti pasar, karena ketika difabel berbagi makanan sahur mereka menjadi pusat perhatian para khalayak. Hal ini tidak menyurutkan komunitas Gapai untuk melakukan lagi kegiatan tersebut di masa mendatang. Imam, difabel netra siswa SLB YKAB menyatakan kegembiraannya bisa berbagi.

Difabel Karanganyar Galang Solidaritas dan Peduli di Bulan Ramadan

Beberapa komunitas difabel di Kabupaten Karanganyar seperti Self Help Group (SHG), Ikatan Motor Roda Tiga (IMRT), Forum Difabel Mojogedang Bersatu (FDMD), PATAR (Tuli), Aliansi DIsabilitas Kecamatan Kabupaten Karanganyar (ADLK3) memiliki agenda tahunan berbagi rejeki. Seperti yang akan mereka lakukan pada Minggu depan. Mereka memiiki acara berbagi takjil pada masyarakat pengguna jalan dan buka bersama. Gagasan yang datang dari komunitas sendiri didukung dengan dana berupa iuran dan donasi. Donasi-donasi datang dari para pribadi anggota komunitas dari makanan pokok seperti beras, hingga olahan matang. Dari nasi bungkus hingga snack buah tangan para anggota. Sartono, sekretaris FDMB kepada Solider menyatakan bahwa kegiatan yang juga berlangsung tahun lalu itu memilki tujuan untuk mempererat tali silaturahmi dan menumbuhkan solidaritas dan kepedulian. “Juga untuk mengikis stigma yang berkembang di masyarakat. Kami ingin membuktikan bahwa difabel itu peduli, difabel itu bisa berbagi,”terang Sartono.

 

Wartawan : Puji Astuti

Editor        : Ajiwan Arief

The subscriber's email address.