Lompat ke isi utama
komunitas enterpreneur difabel netra

Susah Cari Peluang Kerja, Difabel Netra Bandung Bentuk Komunitas Enterpreneur

Solider.id, Bandung – Berawal dari kegalauan sulitnya memperoleh peluang pekerjaan untuk masyarakat difabel Netra, membuat mereka memunculkan insiatif  menggagas sebuah komunitas entrepreneur. Bertajuk Entreprenuer Disabilitas Netra – EDN, para difabel Netra yang tergabung di dalamnya hadir menawarkan satu solusi yang memperjuangkan kemandirian serta keberdayaan masyarakat difabel Netra dalam  meraih pekerjaan.  

Mengakses pekerjaan merupakan kesempatan yang wajib tersedia untuk seluruh masyarakat dalam sebuah negara. Mendapatkan kesamaan peluang dalam ranah lapangan kerja menjadi salah satu hak asasi manusia. Dalam Undang-Undang Dasar tahun 1945, Pasal 27 ayat 2 menyatakan, ‘Tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan’.

Dalam perundangan tersebut sudah jelas dituliskan, setiap warga negara memiliki hak untuk pekerjaan yang dapat memenuhi kehidupannya. Ini artinya tidak ada perbedaan antara masyarakat nondifabel maupun masyarakat difabel. Yang dimaksud dengan tenaga kerja baik dari difabel ataupun nondifabel adalah mereka yang mampu melakukan sebuah pekerjaan dengan hasil barang dan atau jasa.

Lebih jelas tentang tenaga kerja pun dibahas dalam peraturan ketenagakerjaan. Seperti dalam Pasal 1 ayat 2 Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan menyatakan, ‘Tenaga kerja adalah setiap orang yang mampu melakukan pekerjaan guna menghasilkan barang dan/atau jasa baik untuk memenuhi kebutuhan sendiri maupun untuk masyarakat.’

Kendala belum terpecahkannya ragam aksesibilitas perangkat kerja secara universal di perusahaan maupun instansi pemerintahan bagi masyarakat difabel, khususnya difabel Netra membuat mereka membuka peluang dengan cara yang elite.

Mencermati penuturan Fanny Dwi Putri. S.Tr.Sos, bersama Hadi Hidayat sebagai partner inisiator yang mendirikan komunitas Entreprenuer Disabilitas Netra, mengajak difabel Netra lainnya untuk memberdayakan diri mereka. Bergerak di bidang marketing online, EDN digagas untuk membantu dan memfasilitasi kebutuhan pangsa pasar. Bekerja sama dengan berbagai produsen atau penyedia barang, komunitas ini digerakkan langsung oleh kawan-kawan difabel Netra dari kota Bandung.

Pada gelaran launching perdananya, yang berlangsung pada Sabtu, 18 Mei 2019 di Gedung Serbaguna Balai Kota Bandung, dihadiri perwakilan organisasi difabel serta perwakilan dari jajaran pemerintahan Kota Bandung. Fanny menyampaikan, ide awal membentuk komunitas entreprenuer Nerta ini bermula dari keprihatinan terhadap peluang kesempatan kerja yang ditawarkan untuk masyarakat difabel Netra. Kondisi tersebut membuat mereka terus berjuang untuk menciptakan sebuah ruang usaha dengan memanfaatkan internet dan telepon pintar.

Menggelitik pihak pemerintah untuk bisa melihat perjuangan mereka. Bentuk perhatian yang luas bagi penyerapan tenaga kerja difabel Netra dapat diciptakan melalu jaringan sebuah komunitas berbasis enterpreneur. Melalui perluasan dibidang usaha atau pekerjaan, EDN mengajak teman-teman Netra agar bisa terus berjuang lagi secara mandiri dan berdaya. Kesulitan yang dihadapi dalam mengakses lapangan kerja, diharapkan tidak membuat mereka mandek pada satu bidang pekerjaan saja, misalnya sebagai ahli  pijat. Hal ini juga secara perlahan dapat meruntuhkan anggapan masyarakat awam bahwa difabel netra hanya mampu bekerja sebagai pemijat saja.

Berbisnis melalui online yang ditawarkan komunitas difabel Netra ini juga memberi manfaat kepada orang lain.  Meberikan solusi dan memenuhi apa yang menjadi kebutuhan pelanggan yang menggunakan pasar online sebagai lapak, dan melakukan transaksi jual beli bisa jadi memberi manfaat untuk orang lain. Terbentuknya komunitas entrepreneur yang digagas difabel Netra, merupakan solusi yang ditawarkan untuk memberdayakan difabel Netra dengan memanfaatkan internet sebagai media berbisnis melalui online.  

 

Wartawan: Srikandi Syamsi

Editor       : Ajiwan Arief

The subscriber's email address.