Lompat ke isi utama
foto Farrel saata wisuda

Farrel, Remaja Difabel Netra dan Kisah Pendukung Keberhasilan

Solider.id.Yogyakarta - Keberhasilan seseorang berkaitan erat dengan adanya tiga prasyarat. Yakni hadirnya dukungan, kesempatan (akses) dan usaha mengoptimalkan kesempatan yang diperolehnya. Ketika tiga prasyarat tersebut terpenuhi, maka keberhasilan akan dimiliki oleh siapa pun mereka, tanpa memandang perbedaan.

Alexander Farrel Rasendriya (18), difabel netra ini baru saja lulus dari SMA Negeri 3 Yogyakarta. Dia menjadi salah seorang siswa peraih nilai matematika 100 dalam ujian nasional berbasis komputer (UNBK) tahun ini. Keberhasilan itu tidak terlepas dari hadirnya dukungan dari keluarga (orang tua), kesempatan dan upaya remaja dengan hobi bermain gitar ini mengoptimalkan kesempatan.

Farrel, sapaan akrab remaja itu. Berbekal dukungan dari kedua orangtuanya,  bertekad membuktikan bahwa berbagai hambatan yang ada tak menghalanginya berprestasi. Benar saja! Pada UNBK 2018/2019 Farrel membuktikannya. Selain nilai 100 pada mata pelajaran matematika, beberapa nilai pada mata pelajaran lain pun tak kalah memuaskan. Ia memperoleh nilai Bahasa Inggris 96, Sosiologi 90 dan Bahasa Indonesia 82. Bahkan Farrel mendapatkan prestasi peringkat 3 UN tingkat sekolah jurusan IPS dengan nilai 368.

Kepada Solider Farrel mengakui bahwa selain dukungan keluarga dan tekadnya, keterbukaan kesempatan yang diberikan para guru di SMA 3 Yogyakarta telah mengantarkannya  meraih keberhasilan.

Selama ini siswa difabel yang belajar di sekolah inklusi dilayani oleh Guru Pendamping Khusus (GPK). Tidak dengan Farrel, sedari awal masuk SMA 3 Yogyakarta dia sudah mendapatkan kesempatan menggunakan JAWS (Job Access With Speech) dalam proses belajar mengajar.

Meski disayangkannya bahwa JAWS baru bisa membaca tulisan saja, tidak untuk gambar dan grafik. Namun diakuinya JAWS lebih membantu dirinya, juga memudahkan guru, karena tinggal memberikan soft file saja.

"Menggunakan JAWS itu lebih mudah, cepat dan gampang dalam memahami pelajaran. Meski JAWS belum bisa membaca gambar dan grafik, saya tetap terbantu sekali. Kalau pakai braille kan harus mengeja satu-satu, jadi lebih lama. Apalagi selama sekolah saya di sekolah reguler, JAWS memudahkan guru-guru juga. Guru tinggal kasih materi soft file saja," terangnya, Kamis (16/5/2019).

Lebih lanjut pria kelahiran Kota Klaten Jawa Tengah itu megakui tidak mengalami kesulitan selama UNBK. Ia menggunakan komputer sekolah yang sudah diinstall dengan aplikasi JAWS. Untuk mendengarkan soal-soal, sekolah juga sudah menyediakan headset untuknya.

"UNBK lancar, tidak ada kendala, komputer tidak pernah error. Kalau pakai JAWS waktu mengerjakan jadi lebih singkat. Cuma kalau untuk soal yang bergambar atau grafik ada pengawas yang membacakan," jelasnya.

Perhatian pemerintah

Harapan besarnya, keterbukaan kesempatan dalam menikmati kemudahan teknologi JAWS tersebut tidak hanya terjadi pada dirinya saja. Melainkan dapat dialami oleh siapapun siswa difabel netra di berbagai sekolah reguler (inklusi).

Untuk itu Farrel memandang pentingnya Dinas Pendidikan dan Olahraga (Disdikpora) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) atau bahkan Kementerian Pendidikan untuk melihat teknologi tersebut. Bagi Farrel teknologi dapat memudahkan siswa difabel netra sebagaimana dirinya. Untuk itu perhatian pemerintah terhadap kebutuhan teknologi JAWS sangan diperlukan.

Wakil Kepala Humas SMAN 3 Yogyakarta, Agus Santoso mengungkapkan bahwa sebelumnya tidak pernah memiliki pengalaman mendampingi siswa dengan difabilitas netra. Namun demikian sekolah berusaha sebaik mungkin dalam mendampingi dan memberikan pelayanan sebagaimana kebutuhan.

"Menjelang UNBK kami menanyakan kamu biasanya pakai apa? Farrel bilang biasanya pakai JAWS. Lalu kami laporkan ke Dispora DIY terkait kebutuhan aplikasi tersebut, dan disetujui. Dari situ Farrel menggunakan JAWS untuk UNBK" ungkapnya.

Melalui Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), Farrel saat ini telah diterima di Fakultas Hukum (FH) Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Kisah Farrel membuktikan bahwa dengan dukungan keluarga serta akses pendidikan yang memadai, siswa difabel dapat mencapai prestasi yang gemilang. Farrel hanyalah salah satu contoh keberhasilan remaja difabel yang berhasil peroleh prestasi yang membanggakan. Jika pemerintah lebih berperan dalam upaya pemenuhan hak difabel dalam bidang pendidikan, tentu akan banyak siswa difabel lain yang berpotensi meraih prestasi gemilang seperti Farrel.

 

Wartawan: Harta Nining Wijaya

Editor       : Ajiwan Arief

The subscriber's email address.