Lompat ke isi utama
konsolidasi temu inklusi bulukumba

Konsolidasi Temu Inklusi 2020, Aktifis Difabel PerDIK dan Sigab Kunjungi Bulukumba

Solider.id, Makassar - Ajang bertemunya para aktivis gerakan sosial dan inklusi akan diselenggarakan pada tahun 2020 di desa Kambuno, Bulukumba. Untuk mempersiapkan ajang dua tahunan tersebut, aktivis difabel dari PerDIK (Pergerakan Difabel Indonesia untuk Kesetaraan) dan SIGAB (Sasana Inklusi dan Gerakan Advokasi Difabel) Indonesia melakukan konsolidasi persiapan temu Inklusi pada 14-16 Mei 2020 ke pemerintah desa Kambuno, Pemerintah daerah Bulukumba, dan jaringan organisasi masyarakat sipil Sulawesi Selatan.

Menurut Joni Yulianto, (Salah satu penggagas temu Inklusi dari SIGAB Indonesia), mengatakan bahwa temu Inklusi ini pada awalnya diselenggarakan untuk pertama kalinya pada tahun 2014. Saat itu, para aktivis difabel SIGAB berpikir bahwa harus ada ruang mempertemukan ide dan gagasan para penggerak isu difabel dan inklusi secara nasional melalui pengorganisasian masyarakat di desa-desa.

Direktur PerDIK Sul-Sel, Abd. Rahman menyampaikan, Mereka berkunjung ke desa Kambuno di kabupaten Bulukumba merupakan persiapan panjang menuju Juli 2020 saat Temu Inklusi digelar untuk pertama kalinya di luar Jawa.

"Tiga temu inklusi sebelumnya (2014, 2016 & 2018) dilakukan di DI Yogyakarta," ujarnya saat pertemuan dengan kepala desa Kambuno dan staf desa, Syahrullah Syam di Tanete, Bulukumba.

Rahman atau yang akbrab disapa Gusdur melanjutkan, menggelar Temu Inklusi di luar Jawa punya alasan kuat, salah satunya adalah mendekatkan wilayah timur untuk turut berkontribusi dalam gerakan yang lebih berdampak luas.

"Untuk itu, selain urusan persiapan teknisnya, kami juga sedang menggalang jaringan aktivis difabel wilayah timur Indonesia agar terkonsolidasi dan bergerak ke arah kerja kolektif untuk kerja panjang di masa mendatang."

Selama tiga hari melakukan konsolidasi, rombongan PerDIK dan SIGAB melakukan peninjauan lokasi dan berdiskusi dengan pemerintah desa Kambuno (14 Mei 2019). Pada kesempatan tersebut, mereka menyampaikan beberapa hal terkait menjadikan desa Kambuno lebih akses menyambut para difabel yang nantinya akan menjadi peserta temu Inklusi 2020. Banyak hal perlu dibenahi, khususnya mengenai aksesibilitas fasilitas umum seperti, sekolah, poskesdes, masjid, kolam renang, dll.

Selanjutnya, pada 15 Mei 2019, mereka (plus PPDI Bulukumba, permata Bulukumba, Kareso Institute) menemui wakil bupati Bulukumba, Tommy Satria Yulianto di kantornya dan mendiskusikan mengenai bentuk-bentuk dukungan yang dapat diberikan oleh pemerintah kabupaten Bulukumba dalam mensupport kegiatan temu Inklusi. Rombongan juga berkunjung ke objek wisata terkemuka di Bulukumba, Pantai Bira dan Bara, melihat sejauh mana objek wisata tersebut dapat dikunjungi oleh ratusan difabel dengan beragam alat bantu mobilitas, khusunya kursi roda. Selanjutnya, pada 16 Mei 2019, rombongan melakukan konsolidasi dengan organisasi masyarakat sipil yang ada di Sulawesi, membincangkan peran-peran apa saja yang dapat dilakukan oleh masing-masing organisasi untuk ambil bagian dalam Pelaksanaan Temu Inklusi 2020. Pertemuan yang berlangsung di Kantor LBH Makassar diikuti sejumlah perwakilan DPOs maupun CSOs seperti Walhi, Sehati, KPI, Yasmin, PPDI,  dan beberapa organisasi lain.

 

Wartawan: Ramadhan Sarro

Editor       : Ajiwan Arief

The subscriber's email address.