Lompat ke isi utama
Ilustrasi seorang guru sedang mengawasi murid di kelas

Lima Tips Mengajar Murid Tuli Bagi Guru

Solider.id, Jakarta- Mayoritas keterlibatan murid-murid berkebutuhan khusus Tuli di sekolah umum masih menuai persoalan. Mulai dari penerimaan hingga bagaimana pola mengajar bagi Tuli. Padahal, pendidikan reguler menjadi pilihan bagi orang tua Tuli.

Jika dibandingkan dengan kurikulum pendidikan Sekolah Luar Biasa (SLB) tentu sangat berbeda karena pengajaran bersifat sangat dasar. Kondisi murid dengan difabel Tuli berat memerlukan pengajaran yang bersifat inklusi yang bertujuan mengembangkan keterampilan komunikasi dan bahasa. Termasuk level tatap muka untuk berbicara melalui tulisan, cara bicara terlatih tanpa paksaan dan bahasa isyarat yang menyesuaikan pemahaman murid Tuli. Seperti isyarat visual, BISINDO dan bahasa isyarat asing lain.

Sedangkan, murid tuli jenis hoh juga berhak membutuhkan dukungan khusus. Sebagai contoh, informasi suara perlu disampaikan secara tertulis dan cara berkomunikasi yang tepat.

Berikut ada lima langkah pengajaran inklusif yang dapat meningkatkan suasana pengajaran di ruangan kelas. Langkah ini tidak hanya untuk Tuli, tapi juga “siswa dengar” dan terutama bagi “guru dengar”.

Posisi Tuli duduk di depan

Di dalam sebuah ruang belajar, seorang guru wajib menempatkan murid Tuli di depan guru yang menyampaikan materi. Hal tersebut mempermudah murid Tuli untuk membaca gerak bibir dari guru.

Seorang guru, tidak diperkenankan menggunakan penutup mulut atau berbicara dengan gerakan yang cepat. Sehingga murid Tuli dapat mecermati setiap kata-kata yang diucapkan guru.

Perlu memberikan kesempatan waktu untuk mengulangi dengan jelas setiap pertanyaan yang diajukan oleh siswa di perkuliahan atau kelas sebelum memberikan jawaban bagi murid Tuli.
Ketika mengajar, jangan sampai tertutupi oleh sesuatu

Membaca gerak bibir, merupakan salah satu metode Tuli untuk memahami lawan bicara yang tidak menggunakan bahasa isyarat. Dalam hal ini, seorang guru mestinya membverikan materi tanpa menggunakan penutup mulut atau memposisikan diri di belakang siswa Tuli.

Sebagai contoh, hal yang terbiasa dilakukan seorang guru ketika menjelaskan materi, dia menghadap ke papan tulis. Sehingga akan lebih baik jika seorang guru mnejelaskan materi ketika aktifitas menulis guru di papan tulis selesai.

Catatan lain bagi seorang guru laki-laki yang memelihara kumis dan janggut agar tidak terlalu tebal karena menghalangi murid Tuli membaca gerak bibir. Selain itu, ruangan harus terang agarmurid Tuli dapat mecermati dengan jelas.

Guru wajib bisa berbahasa isyarat dan berikan ruangan untuk mengulanginya  

Sulit bagi seorang siswa yang memahami juru bahasa isyarat karena kosa kata bahasa isyarat belum tentu sama dengan penjelasan guru. Apalagi keinginan murid Tuli mencatat dari papan tulis. Misal seorang juru bahasa isyarat tidak dapat menerjemahkan kata-kata guru secara bersamaan dan informasi apa pun yang diberikan pada papan tulis, karena kecepatan waktu guru dalam menjelaskan poin per poin.

Hal itu penting karena semua informasi harus disiapkan selembar untuk murid Tuli. Dengan kata lain guru harus bisa berbahasa isyarat dasar untuk membantu pemahaman murid Tuli melalui Juru Bahasa Isyarat maupun tidak. Karena tidak selalu ada juru bahasa isyarat dan pada tergantung jadwalnya, dimulai dari kesadaran kecil guru harus belajar berbahasa isyarat dari murid Tuli agar setara komunikasi.

Menyiapkan Informasi Tertulis

Jangan sesekali menyampaikan informasi suara untuk murid Tuli, itu dapat menimbulkan kesalahpahaman dan bisa juga teman dengar belum tentu menyampaikan informasi yang sama atau separuh. Sebagai alternatif, seorang guru sebaiknya memberikan bahan tertulis yang benar untuk melengkapi semua catatan. Mulai dari pembahasan tentang tutorial, dan sesi pertemuan formal yaitu pengumuman dibuat mengenai waktu kelas, kegiatan, kerja lapangan, kunjungan industri, dan lain sebagainya.

Media Visual dan Teks

Media visual dan teks menjadi alternatif lainnya untuk menyampaikan informasi menyeluruh kepada murid Tuli. Sebab, tidak semua guru dapat menyampaikan materi secara menyeluruh kepada murid Tuli.

Seorang guru bisa memulainya dengan memberikan kesempatan bagi murid Tuli untuk menyalin materi dari teman sebangku. Tidak lupa untuk menyiapkan bahan ajar yang fleksibel melalui media elektronik seperti layar presentasi ataupun konten berbentuk film. Namun dengan catatan, konten visual harus selalu dipasang teks dan penjelasan visual.

 

Reporter: Dina Amalia Fahima

Editor: Robandi

The subscriber's email address.