Lompat ke isi utama
foto Gabriela Michetti, foto diambil dari google

Belajar dari Gabriela Michetti, Berperan Sebagai Tokoh Negara adalah Keniscayaan

Solider.id, Bandung – Sosok difabel pun mampu menjadi wakil pemimpin di sebuah negara. Kira-kira seperti itu untuk menggambarkan tokoh wanita yang duduk di atas kursi roda bernama Gabriela Michetti, Wakil Presiden Argentina. Namanya mulai dikenal di tanah air sejak kunjungan resminya ke Indonesia dalam rangka tugas kenegaraan membahas upaya peningkatan kerja sama dalam bidang perdagangan dan investasi beberapa hari lalu.

Michetti bersedia sedikit berbagi kisah di hadapan para petinggi tuan rumah. kelumpuhan yang dialaminya sejak 1994 akibat kecelakaan, membuat dirinya harus menggunakan kursi roda untuk mobilitas serta beraktifitas. Hebatnya, ia lebih suka mengayuh atau mendorong sendiri kursi rodanya, meskipun memiliki pasukan pengawalan.

Terlepas dari tugas yang saat ini diemban oleh Michetti, kehadirannya di tengah para petinggi dan perwakilan masyarakat Indonesia yang melihatnya secara langsung di Jakarta, pencapaian Michetti sebagai Wakil Presiden Argentina menandakan sosok difabel memiliki kemampuan untuk menjadi pemimpin di tingkat nasional bahkan internasional hanya dengan adanya kesempatan dan perlakuan yang sama.

Banyak masyarakat difabel yang memiliki tingkat kecerdasan mumpuni, keterampilan yang mahir bahkan pendidikan tinggi dengan gelar bergengsi. Profesi bidang pekerjaan yang dilakoni belum seteraf tingkat kemampuan atau pendidikan yang dimilikinya. Menjadi seorang Pegawai Swasta atau Pegawai Negeri Sipil (PNS) adalah hal patut disyukuri. Sebab, masih banyak difabel berpendidikan yang masih kesulitan memperoleh kesempatan kerja atau membuka lapangan pekerjaan secara mandiri, maupun menjadi pejabat publik.

Menilik antara difabel dan nondifabel  akan mampu terhapuskan dan buyar secara permanen manakala kesempatan dan peluang yang sama terus diberikan. Untuk meminimalkan hambatan yang dimiliki oleh setiap individu difabel, bentuk pengakuan atas sebuah kemampuan perlu didukung dengan memberikan ruang gerak yang luas dalam mengaktualisasikan diri.

Dalam hal ini mengartikan dan memposisikan masyarakat difabel sebagai subjek ditengah-tengah lingkungan dengan berbagi peran yang setara, baik secara hak maupun kewajibannya sebagai bagian dari semua warga negara. Menempatkan individu difabel sebagai pelaku atau yang memiliki peran dengan beragam tingkat kemampuannya.  

Kehadiran Gabriela Michetti, bukan sekedar menjadi inspirasi yang hanya dilontarkan dalam pengakuan. Lebih dari itu, menjabat sebagai wakil pemimpin sebuah negara dengan mandat dan tanggung jawab yang diembannya, membuktikan kemampuan difabel bukan sebatas mengurusi dirinya sendiri, keluarganya atau komunitasnya. Ruang gerak, kesempatan dan perlakuan yang sama sudah sepatutnya diberikan kepada masyarakat difabel untuk menjadi bagian penting dalam sebuah negara.

Gabriela Michetti tokoh difabel yang saat ini menjadi wakil pemimpin untuk negaranya, bukan saja memiliki obsesi yang kuat atau dorongan semangat dari dalam diri sendiri serta keluarga. Ia mampu tampil untuk negaranya dengan mendapatkan ruang gerak sebagai bentuk pengaktualisasian diri, memperoleh kesempatan sebagai ajang pembuktian kompetisi diri, serta menerima perlakuan yang sama sebagai bentuk pengakuan atas keberadaan dirinya.

Lalu, akankah negara ini mampu menempatkan masyarakat difabelnya, seperti halnya Gabriela Michetti?  

 

Penulis : Srikandi Syamsi

Editor  : Ajiwan Arief

The subscriber's email address.