Lompat ke isi utama
ilustrasi beasiswa LPDP

Beasiswa Difabel dari LPDP Kembali Dibuka Tahun ini

Solider.id, Yogyakarta - Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) akan kembali membuka pendaftarannya tahun ini mulai 10 Mei 2019. Tahun ini, LPDP kembali membuka beasiswa khusus untuk difabel yang bernama Beasiswa Penyandang Disabilitas. Melalui skema beasiswa ini, difabel bisa mendaftar program Magister atau Doctoral di kampus dalam maupun luar negeri selama memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh LDPD. Program Beasiswa Penyandang Disabilitas ini masuk ke dalam skema beasiswa afirmasi yang juga diberikan kepada santri, alumni bidikmisi maupun calon penerima beasiswa dari Indonesia Timur.

Beasiswa untuk difabel ini terbuka untuk difabel netra, Tuli, difabel daksa dan difabel laras. Bagi difabel yang mendaftar skema beasiswa ini, semua persyaratan hampir sama dengan apa yang diberikan kepada beasiswa regular. Penerima beasiswa difabel harus mampu menyelesaikan studi paling lama 24 bulan untuk jenjang Magister dan 48 bulan untuk jenjang Doktoral.  Pendaftar program beasiswa difabel dapat memilih 3 (tiga) perguruan tinggi tujuan yang berbeda sesuai dengan tujuan Dalam Negeri atau Luar Negeri dengan program studi yang serumpun. Selain itu, pendaftar beasiswa ini juga harus sudah menerima LoA Unconditional dari Perguruan Tinggi yang dituju.

Program beasiswa untuk difabel ini memberikan komponen pembiayaan yang terdiri dari biaya program pengayaan, dana pendidikan serta biaya pendukung seperti biaya hidup atau biaya untuk pendamping baik suami/istri atau orang tua.  

Selain persyaratan umum yang sama dengan program beasiswa reguler, pendaftar beasiswa difabel ini juga harus memenuhi persyaratan khusus yang ditujukan untuk difabel seperti melampirkan surat keterangan difabilitas dari rumah sakit atau klinik kesehatan, bersedia menandatangani surat pernyataan, serta memenuhi ketentuan batas usia pendaftar per 31 Desember di tahun pendaftaran yaitu 40 tahun untuk program magister dan 45 tahun untuk program doktoral.

Pendaftar beasiswa difabel ini juga harus memiliki sertifikat resmi kemampuan bahasa Inggris yang masih berlaku dan diterbitkan oleh ETS (www.ets.org) atau IELTS (www.ielts.org) atau lembaga bahasa arab (khusus TOAFL) dengan ketentuan pendaftar program magister dalam negeri skor minimal kemampuan bahasa Inggris TOEFL ITP 400, TOEFL iBT 33, IELTS™ 4,5, TOEIC 400, atau TOAFL 400, pendaftar program magister luar negeri, skor minimal kemampuan bahasa Inggris TOEFL ITP 500, TOEFL iBT 61, IELTS™ 6,0, TOEIC 630, atau TOAFL 500, pendaftar program doktoral dalam negeri skor minimal kemampuan bahasa Inggris TOEFL ITP 450, TOEFL iBT 45, IELTS™ 5,0 , TOEIC 500, atau TOAFL 450, atau pendaftar program doktoral luar negeri skor minimal kemampuan bahasa Inggris TOEFL ITP 500, TOEFL iBT 61, IELTS™ 6,0, TOEIC 630, atau TOAFL 500.

Salah seorang difabel penerima Beasiswa Penyandang Disabilitas LPDP ini adalah Anthony Tsaputra. Ia adalah penerima beasiswa jenjang program PhD dan menjadi kandidat doktor dari University of New South Wales Australia. Topik penelitian disertasinya membahas tentang penganggaran pemerintah yang inklusif terhadap penyandang disabilitas (Disability Inclusive Budgeting).

Mengutip dari laman resmi LPDP, Antony memiliki ketertarikan yang besar untuk mendalami disability policy atau kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan disabilitas. Apalagi hingga saat ini, dia masih menjadi bagian dari pemerintah, tepatnya sebagai ASN di Dinas Sosial Kota Padang.

“Saya meneliti bagaimana potensi penganggaran pemerintah yang berpihak kepada penyandang disabilitas bisa membantu merealisasikan pemenuhan hak-hak mereka dalam berbagai sektor, bukan lagi hanya dalam ranah rehabilitasi sosial,” tutur Antony dikutip dari laman yang sama.

Bagi Anthony, sebagai difabel ia akan lebih bangga bisa bersekolah di luar negeri dengan biaya yang diberikan pemerintah sendiri.

“Sekaligus juga untuk menunjukkan kepada dunia bahwa beasiswa dari pemerintah Indonesia juga bisa merata, termasuk untuk penyandang disabilitas berat seperti saya,” ujar Antony.

Tahap pertama beasiswa untuk difabel ini akan dibuka dari 10 Mei 2019 sampai 31 Mei 2019 dengan batas seleksi terakhir akan dilakukan pada 16 September 2019. Sedangkan untuk tahap kedua, pendaftaran akan dibuka dari tanggal 1 Juli 2019 dan ditutup pada 10 September 2019 dengan batas seleksi terakhir pada tanggal 18 Desember 2019.

 

Penulis: Yuhda

Editor   :  Ajiwan Arief

The subscriber's email address.