Lompat ke isi utama
ilustrasi VR dalam film dokumenter

The Feelings of Reality, Mengajak Publik Melihat Isu Difabel Melalui Virtual Reality

Solider.id, Yogyakarta – Isu difabel yang dibahas dalam medium kerap kali bisa efektif dalam memperkenalkan realitas difabel dengan segala tantangannya. Dalam budaya film populer, isu difabel sudah sering kali diangkat, entah itu sebagai bagian dari cerita utama atau menjadi bagian kecil pelengkap tema yang lain. Film-film seperti A Quiet Place, Jingga atau The Gift membawa isu difabel pada medium baru untuk bisa melebur pada isu-isu advokasi lainnya.

Isu tentang film difabel juga muncul pada medium film dokumenter. Festival Film Documenter (FFD) melihat peluang ini sebagai cara untuk bisa menceritakan isu difabel ke publik. Mengutip dari laman resminya, realitas difabel yang kerap diabaikan kerap disebabkan karena adanya perbedaan realitas yang dialami difabel dengan nondifabel. Berbekal teknologi Virtual Reality (VR), FFD ingin membawa para pemirsa ke sebuah pengalaman sinematik dengan tingkatan yang lanjut sehingga pemirsa akan mamou mempersepsikan isu difabel secara berbeda melalui medium film dokumenter ini. Virtual Reality (VR) sendiri adalah sebuah teknologi yang membuat pengguna atau user dapat berinteraksi dengan lingkungan yang ada dalam dunia maya yang disimulasikan oleh komputer.

Untuk itu, tahun ini FFD bekerjasama dengan Voice Global mempersembahkan sebuah program yang bernama The Feelings of Reality. Melalui program ini, pemirsa akan diajak untuk memahami isu difabel dengan mengajak mereka merasakan realita langsung para difabel melalui teknologi film dokumenter Virtual Reality.

Sasana Inklusi dan Gerakan Advokasi Difabel (SIGAB) berkesempatan untuk terlibat sebagai salah satu penyeleksi untuk filmmaker (pembuat film) yang terpilih. Akan ada total 8 project film dokumenter VR terpilih yang akan diumumkan pada tanggal 26 Mei 2019.

Bagi yang ingin berpartisipasi, calon peserta harus berusia minimal 18 tahun dan berdomisili dari empat provinsi yang menjadi daerah target dari program ini: DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Nusa Tenggara Barat. Selain itu, calon peserta harus punya pengalaman dalam produksi film, baik secara profesional maupun non-profesional atau memiliki latar belakang dengan dunia broadcasting, fotografi, dan seni visual. Meski begitu, calon peserta tidak wajib memiliki pengalaman dalam pembuatan film dokumenter VR karena  mentor yang akan memberikan pendampingan teknis dan perspektif yang dibutuhkan untuk memperkuat project film dokumenter VR yang akan dikerjakan. Terakhir, calon peserta harus berkomitmen untuk berpartisipasi penuh dalam keseluruhan durasi program (workshop, pre-produksi, produksi) dan segala persiapannya.

Informasi lengkapnya bisa dilihat di laman resmi penyelenggara ffd.or.id/the-feelings-of-reality/

 

Penulis: Yuhda

Editor  :  Ajiwan Arief

The subscriber's email address.