Lompat ke isi utama
suasana semiloka inkonesia inklusi 2030

Menentukan Target Kunci Pencapaian Pembangunan Berkelanjutan

Solider.id.Yogyakarta - Menemukan target kunci, yakni target negara terkait isu difabel dengan target advokasi organisasi masyarakat sipil atau CSO (Civil Society Organisation) dan organisasi difabel atau DPO (Difable People Organisation), menjadi satu agenda penting forum Semiloka Pembentukan Jaringan untuk Pengawalan Indonesia Inklusif 2030. Rival Gulam Ahmad menjelaskan kepada Solider di sela memfasilitasi diskusi, pada kegiatan yang dimotori Sasana Inklusi dan Gerakan Advokasi Difabel (SIGAB) Indonesia, Premire Plaza Hotel, Gejayan, Yogyakarta. Sabtu (4/5/2019).

“Target kunci itu akan mempercepat pelaksanaan pembangunan nasional dan pencapaian target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau SDGs (Sustainable Development Goals)”, jelas Rival lebih lanjut.

Sharing dari pemerintah yang dilakukan pada Jumat (3/5) yakni inisiasi pemerintah dalam melihat pentingnya SDGs, serta presiden yang akan mengawal dan memimpin sendiri pencapaian SDGs menjadi sebuah catatan penting. Demikian pula berjejaring antar CSO dan DPO, menekan ego, mengedepankan pada pencapaian hasil bersama,  menjadi catatan lain. Dari setiap target-target tersebut kemudian dianalisasis bersama. Sehingga CSO dan DPO punya gambaran tentang situasi yang terjadi di luar, dan apa yang harus dilakukan.

Kritik dan autokritik

Terget tersebut direspon oleh CSO dan DPO, selanjutnya dilakukan pendalaman melalui metode diskusi visual. Kritik terhadap pemerintah pun dilakukan. Yakni bahwa pemerintah masih membetulkan mesin sendiri, membereskan koordinasi serta regulasinya sendiri. Apa yang dilakukan pemerintah belum menyentuh pada apa yang dimaksud CSO dan DPO. Pemerintah tidak memberikan panduan sama sekali.

Namun demikian autokritik juga dilakukan terhadap gerakan CSO dan DPO. Ditemukan catatan bahwa CSO dan DPO masih berkutat pada sumber dana yang bergantung pada donor, serta kapabilitas yang perlu ditingkatkan.

Beberapa temuan kritik dan autokritik pada akhirnya didiskusikan untuk menjadi target kunci bersama. Soal sumber dana bersama dalam kelanjutan program salah satunya, menjadi isu yang dianalisis. Apakah harus dilakukan oleh negara atau dapat dilakukan sendiri oleh CSO dan DPO, terlepas resmi dan tidak resmi.

Berikutnya keterkaitan dengan advokasi regulasi yang sedang dibuat, sebagai contoh Rencana Peraturan Pemerintah (RPP) dan implementasinya, dianalisa terobosannya apa? Selanjutnya bagaimana membuat jaringan bersama dengan target-target yang konkrit, dengan maksud gerakan dapat berjalan sebagaimana mestinya.

Rival juga menuturkan dari hasil sharing antara pemerintah dengan CSO dan DPO, diskusi dan analisis yang telah dilakukan, akan disusun sebuah rekomendasi. Rekomendasi untuk menentukan target kunci pencapaian pembangunan berkelanjutan, menuju Indonesia Inklusif 2030.

 

Wartawan: Harta Nining Wijaya

Editor       : Ajiwan Arief

The subscriber's email address.