Lompat ke isi utama
usai kegiatan di Ombudsman Mamuju

Gema Difabel Mamuju Optimis menuju Mamuju Inklusi

Solider.id, Mamuju – Gema Difabel optimis bahwa Mamuju akan menuju kota yang inklusif. Hal tersebut diungkapkan oleh Syafaruddin Syam, usai mengikuti kegiatan bersama Lembaga Ombudsman Republik Indonesia yang bertema “Potret Pelayanan Disabilitas di Sulawesi Barat”  di Hotel d’Malaeo Mamuju (4/5).

Lebih lanjut, Pria pengguna kruk ini mengungkapkan bahwa kota Mamuju sangat potensial menjadi kota inklusif. “kami sudah punya amunisi baru berupa Peraturan Daerah (Perda) No. 2 Tahun 2019 tentang Penghormatan Perlindungan dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas”.

Ia melanjutkan bahwa dialog antara aktivis difabel dengan stake holder terkait seperti yang dilakukan bersama Lembaga Ombudsman ini merupakan bentuk ikhtiar semua pihak untuk mewujudkan ibu kota Sulawasi Barat ini menjadi lebih inklusif. “Pertemuan ini tidak terlepas dari kerjasama kemitraan kami dengan Ombudsman RI Perwakilan Sulbar  yang sudah terjalin kurang lebih tiga bulam terakhir”.

"Dipertemuan tadi kita juga mendesak agar Dinas PUPR Kabuapaten Mamuju segera menyediakan akses bagi difabel di anjungan pantai Manakarra pasca laporan kami melalui Ombudsman Sulbar beberapa bulan yang lalu. Sementara itu, Dinas PUPR berjanji akan membuat akses tersebut pada saat rehab yang tidak lama lagi akan dilakukan.  Kami juga memberi masukan agar dilibatkan saat pembangunan aksesibilitas tersebut". Cerita Syafaruddin.

Semenetara itu, pertemuan yang dilaksanakan akhir pekan lalu tersebut, dihadiri lansung Kepala  Ombudsman RI Perwakilan Sulawesi Barat, Lukman Umar, Anggota DPRD Provinsi Sulbar, Tenaga Ahli, Ketua DPRD Provinsi Sulbar, Muhammad Yusuf Saleh, Anggota DPRD Kabupaten Mamuju, Perwakilan Bappeda Provinsi Sulbar dan Kabupaten Mamuju, Dinas PUPR Mamuju, Gema Difabel Mamuju, Yasmib dan undangan lainnya.

Kepada wartawan, Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sulbar, Lukman Umar mengatakan kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari pertemuan yang intens dilakukan sebelumnya antara Ombudsman dan Gema Difabel Mamuju.

“Jadi ini ibarat gayung bersambut yang kita lakukan sebagai tindak lanjut dari pertemuan-pertemuan sebelumnya yang bertujuan agar Ombudsman dan kita semua mendorong agar hak-hak pelayanan dan fasilitas untuk difabel terpenuhi“, kata Lukman.

Bagi Ombudsman, tambah Lukman, tentu akan terus berupaya semaksimal mungkin mendorong pihak terkait agar hak difabel di Sulbar ini benar-benar direalisasikan. Selama ini  , perhatian terhadap hak-hak  difabel sangatlah kurang. Hal itu dapat dibuktikan dari semua aspek, seperti aksesibiltas di ruang-ruang publik serta kantor-kantor pemerintah yang tidak ramah terhadap difabel.

“Selama ini masih kurang. Bahkan kami menyebut ini darurat fasilitas publik untuk teman-teman difabel,” tegasnya.

Lukman mengaku, mestinya sejak awal Pemerintah telah menyiapkan ruang-ruang publik yang akses terhadap difabel, sebab hal itu sesuai dengan amanat Undang-undang Nomor 25 tahun 2009 tentang pelayanan publik dan Undang-undang Nomor 8 tahun 2016 tentang penyandang disabilitas .

“Dalam Undag-undang Nomor 25 itu bahkan diwajibkan adanya ruang publik bagi penyandang disabilitas. Kemudian juga sudah ada Perda yang dihasilkan di DPRD Sulawesi Bara”, sebutnya.

Sementara itu, Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Barat, Rayu yang menjadi salah satu Narasumber dalam kegiatan tersebut menyebutkan bahwa tahun 2019 DPRD Sulbar telah mengesahkan Perda Nomor 2  Tahun 2019 Tentang Penghormatan, Perlindungan dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas.

“Tidak mudah membuat Perda ini terwujud, sulit mengajak kawan-kawan untuk membantu, selama delapan tahun saya mengawal peraturan daerah yang baru disahkan tahun ini”, kenangnya.

Lebih lanjut satu-satunya Anggota DPRD difabel di Provinsi Sulawesi Barat ini mengatakan “Tindak lanjutnya, tentu kita akan akan bentuk sebuah lembaga atau kelompok untuk mengawal Perda ini. Tujuannya agar difabel benar-benar mendapatkan haknya. Bahkan hak 2 persen bekerja di pemerintahan dan 1 persen ditempat swasta harus diwujudkan”, tegasnya.

 

Wartawan: Shafar Malolo

Editor       : Ajiwan Arief

The subscriber's email address.