Lompat ke isi utama
ilusstrasi pelaksanaan UNBK

MTs Yaketunis Jadikan UNBK Sarana Wujudkan Kesetaraan Kesempatan

Solider.id.Yogyakarta  -  Menjadi setara di mata dunia, menjadi impian setiap manusia. Untuk mewujudkannya diperlukan proses dan kerja cerdas pantang menyerah. Terlebih bagi mereka yang terlahir difabel, difabel netra salah satunya. Mereka yang memiliki hambatan penglihatan (blind total) demikian pula low vison  berhak mendapatkan hak atas kesamaan kesempatan atau kesetaraan. Namun kenyataannya itu tidak serta merta dengan mudah didapatkan oleh mereka.

Sebuah perbincangan dengan Masruri Abdullah, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum MTs Yaketunis Yogyakarta, menegaskan perjuangan yang dilakukan sebuah sekolah  dalam mewujudkan kesamaan kesempatan kepada seluruh siswa, lebih spesifik dalam Ujian Nasional (UN).

“kami mengharapkan agara siswa-siswa kami tidak kalah dengan anak awas (nondifabel). Sebagaimana siswa pada umumnya yang melaksanakan ujian berbasis komputer (computer base), harapannya siswa Yaketunis juga akan mendapatkan kesempatan yang sama.” Sebuah harapan disampaikan oleh Ruri, sapaan wakil kepala sekolah tersebut.

Lanjutnya, “Soal ujian sudah sama dengan siswa awas (nondifabel), namun anak-anak kami selama ini masih dengan soal ujian berbasis kertas (paper base), yakni soal-soal braille. Dan tahun ini 12 peserta Ujian Nasional (UN) tidak terdeteksi hambatannya, sehingga mereka mendapatkan soal awas (berhuruf visual),” ungkap Ruri.

Hak mereka sama

Menurut Ruri, mereka semua (siswa MTs Yaketunis) memiliki hak disejajajarkan dan dipandang mampu sebagaimana siswa nondifabel. Dengan demikian cita-cita pemerintah untuk tidak memandang sebelah mata bisa terwujud. Yogyakarta dapat inklusif secara menyeluruh.

Untuk itu pada UN tahun 2020, diharapkan MTs Yaketunis sudah dapat mengikutii Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Terdapat delapan siswa yang akan mengikuti Ujian Nasional tahun ajaran 2019/2020. Untuk mempersiapkan UNBK Tahun 2020, MTs sudah menyelenggarakan kursus komputer, setiap hari Kamis.

Karena era sudah berbasis IT, juga untuk perkembangan siswa menjadi alasan UNBK dapat diselenggarakan mulai tahun depan. Kata Ruri, karena perkembangan anak setelah MTs juga akan melakukan UNBK SMA, demikian pula saat kuliah. Sehingga selain bebasis braille pada pembelajaran harian, pada saat ujian, siswa akan menghadapi UNBK.

“Setiap hari Kamis, terdapat   dua sesi kursus komputer bicara dengan menggunakan pembaca layar untuk kelas VII dan VIII, kami memanggil guru untuk melatih para siswa agar terbiasa dengan alat bantu komputer. Tinggal bagaimana MTs menyiapkan alat bantu, yang pasti saat Sumber Daya Manusia (SDM) telah disiapkan,” tandas Ruri.

Membutuhkan Peran Negara dalam Pemenuhan Sarana bagi Siswa

Menjawab pertanyaan Solider terkait penentuan paper base dalam setiap Ujian Nasional,  Ruri mengungkapkan bahwa hingga saat ini sekolah belum mampu secara optimal dalam menyediakan sarana dan akomodasi yang layak bagi siswanya. Untuk melaksanakan UNBK secara optimal, sekolah belum memiliki sarana yang memadai. Hingga saat ini, sekolah hanya memiliki 3 unit laptop. Sementara menurut Ruri, sekolah harus memiliki paling tidak 15 unit laptop mengingat jumlah siswa peserta UN berkisar angka 8-15 tiap tahunnya.

Melihat fenomena tersebut, Ruri berharap agar negara dapat lebih optimal dalam mengupayakan sarana dan prasarana yang sesuai dengan kebutuhan siswa di sekolah tempat ia bekerja. “sudah semestinya negara turut berperan aktif dalam upaya mengusahakan sarana dan prasarana yang memadai. Sistem sudah ada, upaya untuk menjadikan siswa kami lebih setara dan meningkat kapasitas ITnya juga sudah kami lakukan, tinggal pemerintah yang berperan agar cita-cita pendidikan yang setara bagi  difabel netra dapat cepat tercapai” terang Ruri.  

Untuk mengkonkritkan hal tersebut, MTs   akan mensosialisasikan rencana program tahun ajaran baru terkait pelaksanaan UNBK kepada Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta. Dengan demikian, program dapat disetujui dan jumlah laptop dapat terpenuhi. Sehingga UNBK yang menjadi salah satu syarat kelulusan bagi siswa jenjang akhir di setiap tingkat baik, SD, SMP, dan SMA, dapat pula dilaksanakan di MTs Yaketunis Yogyakarta.

“Sebab UNBK ini merupakan formulasi baru pada sekitar tiga tahun terakhir. Dengan adanya UNBK ini tentunya, mempermudah siswa dalam mengerjakan soal ujian,’ pungkas Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum MTs Yaketunis Yogyakarta.  

 

Wartawan: Harta Nining Wijaya

Editor       : Ajiwan Arief

The subscriber's email address.