Lompat ke isi utama
Nizar dalam kesehariannya berbisnis

Nizar, Enam Tahun Geluti Bisnis Ikan Hias

Solider.id, Pati - Berbisnis nampaknya sudah menjadi gaya hidup tersendiri dikalangan masyarakat. Terbatasnya peluang untuk bekerja di sektor formal membuat banyak orang mulai melirik sektor bisnis atau membuka usaha sebagai penopang kehidupan keluarga. Agar dapur tetap mengepul, masyarakat dituntut untuk lebih kreatif dalam menjalankan usaha. Agar terus berkembang, seseroang diharuskan untuk memutar otak agar bisnis yang sedang ia geluti dapat terus menopang perekonomian keluarga.

Salah satu bisnis yang saat ini berkembang dan produknya sangat digemari oleh masyarakat adalah budidaya dan jual beli ikan hias. Ya, ditengah situasi politik yang semakin mamanas, banyak orang butuh hiburan untuk sekedar melepas penat. Salah satu hiburan yang terbukti sangat jitu mengusir kepenatan di kalangan masyarakat Pati adalah memelihara ikan hias. Bentuk dan jenis yang beraneka ragam serta berbagai warna yang elok membuat penggamar ikan hias semakin tertarik untuk mengkoleksi dan memelihara beberapa jenisnya.

Nizar, salah satu difabel Tuli asal Pati saat ini sudah menggeluti bisnis jual beli dan budidaya ikan hias. Enam tahun sudah ia habiskan waktu untuk berbisnis ikan hias ini.

beberapa kegagalan dalam budidaya ikan pun menghampirinya, namun ia tak bergeming karena sudah bertekad untuk menjalankan usaha ini.

Desa Kajen, Kecamatan Margoyoso, dimana tempat orang-orang menuntut ilmu agama islam karena banyak pondok pesantren yang menerima siswa dari berbagai daerah, merupakan tempat yang dipilih Nizar untuk membuka usahanya. Untuk menuju ke desa ini, kita harus berjalan sejauh 20 km dari pusat kota Pati menuju lokasi tempat usahanya. Saat mentari condong dari timur dan jam menunjukkan pukul 08.00 WIB, Toko ikan hiasnya ia buka hingga pukul 21.00 WIB saat rembulan mulai menampakan sinarnya. Nizar Aquarium, begitulah ia memberi nama toko tempat usahanya.

Sebelum berkecimpung di dunia usaha ikan hias, Nizar membantu ayahnya dalam menjual sapi di pasar hewan. “Dulu saya sering membantu ayah jual sapi di pasar hewan, karena ayah saya dulu juga ikut orang untuk menjualkan sapinya.” Tutur Nizar.

Setelah lama membantu ayahnya dalam penjualan sapi, Nizar merasa tergerak untuk membangun usaha sendiri, yakni usaha ikan hias. Berbekal belajar dari buku dan internet tentang ikan hias, ia memberanikan diri untuk memulai usahanya.

“Pertama ya, masih sedikit pengunjung, lama kelamaan ramai pengunjung.” Kata Nizar.

Dengan kegigihannya, kegagalan tidak membuatnya patah semangat. Promosi dari mulut ke mulut, dan media sosial terus ia lakukan.

Kendala Nizar dalam Berbisnis

Dalam menjalankan  usaha pasti akan menemui kendala, begitu juga Nizar yang mengalami beberapa kendala. Salah satu kendala yang dihadapi Nizar adalah  saat melayani pembeli, ia menjelaskan ada kendala komunikasi saat berinteraksi dengan pembeli.

“Ya, komunikasi menjadi kendala saat menghadapi pembeli, kalau orang yang kenal saya bisa bicara sama saya tetapi kalau tidak kenal biasanya pakai media lain untuk berkomunikasi, misal lewat kertas, HP, dan media-media lainnya.” Jelasnya.

Sekarang, ia sudah bisa membudidayakan ikan lohan dan ikan koi yang digandrungi oleh banyak orang. Untuk ikan-ikan lainnya, selain ia membeli dari  pedagang-pedagang besar ikan di Pati, ia juga kerap mendatangkan dari Surabaya dan Kediri.

“Kalau stock ikan di Pati habis biasanya saya membeli ikan dari Surabaya dan Kediri, seperti arwana, cupang, dan ikan-ikan hias lainnya” Tukasnya.

Tak hanya itu, cuaca juga menjadi salah satu kendala yang harus dihadapi Nizar. Ini berdampak pada omzet yang diterima oleh Nizar.

“Kalau cuaca hujan terus, pembeli pasti sepi, dan omzetnya turun.” Ucap Nizar.

Saat ditanya berapa besar omzet yang diterima, ia menanggapinya, kalau cuaca tidak hujan omzet banyak tetapi kalau hujan omzet sedikit.

Saat ini, ia dibantu sang istri dalam menjalankan usaha ikan hias. Ia berpesan pada teman-teman difabel untuk berani membuka usaha sendiri, dan jikalau teman-teman difabel mau belajar tentang ikan hias, dengan senang hati ia mau memberikan pengetahuan tentang ikan hias.

Nizar hanyalah salah satu contoh anak bangsa yang gigih berusaha menghidupi keluarga di bidang bisnis. Sosok-sosok seperti Nizar merupakan figur yang gigih dalam berjuang. Berbagai tantangan tak membuatnya gentar untuk berbisnis dan terus berusaha dan berupaya mengembangkan bisnisnya. Di tempat lain, tentu banyak orang  seperti Nizar yang tengah berjuang membangun bisnis untuk sekedar mendamba hidup layak sehinga dapat mencukupi kehidupian sehari-hari mereka. Perjuangan Nizar dan pebisnis pemula lain tak hanya patut diberi apresiasi, namun ia dan kawan-kawan juga butuh dukungan agar bisnis yang sedang mereka kembangkan menjadi lebih maju. Perhatian pemerintah untuk mengembangkan bisnis serupa yang Nizar lakukan mutlak diperlukan. Akses permodalan, pemasaran, dan bahkan peningkatan kapasitas mutlak melibatkan pemerintah.

 

Penulis : Obi

Editor    : Ajiwan Arief

The subscriber's email address.