Lompat ke isi utama
salah seorang pemilih difabel netra di jayapura

Pemilu di Jayapura, Difabel Netra Nyoblos Tanpa Template Braille

Solider.id, Jayapura – sebanyak 17 difabel netra yang menyalurkan hak pilihnya di TPS 31 RT/RW 01/07 kelurahan Ardipura Polimak Distrik Jayapura Selatan Kota Jayapura kurang optimal dalam mengakses pemilihan umum. hal ini karena mereka tidak mendapatkan template braille sebagai alat bantu difabel netra dalam memilih dalam pemilihan umum (18/4).

Ketiadaan template braille di Jayapura membuat difabel netra kesulitan untuk memilih secara mandiri.  Hal ini sejalan dengan penuturan Korina Ayer, salah satu pemilih netra yang dijumpai solider.id. ia mengaku bahwa ketiadaan template braille membuatnya tidak bisa memilih secara  mandiri. Pada awalnya bahkan ia tidak mau datang ke TPS karena merasa minder dengan ketiadaan TPS. Namun karena diyakinkan oleh beberapa teman sesama difabel netra, akkhirnya ia mau datang ke TPS. Selain itu, ia juga menungkapkan bahwa anaknya bersedia untuk mendampinginya saat melakukan pencoblosan di TPS.

Meski ketiadaan template braille sempat membuatnya minder, namun ia mengapresiasi pelaksanaan pemilu kali ini. “Walaupun bersedak-desakan dan sempat antrian juga tapi bersyukur para petugas KPPS melayani kami dengan baik, ramah dan kami didahulukan masuk di bilik suara".Tutur Korina Ayer

Sementara itu Lambertus Kambuaya selaku ketua RT dan ketua KPPS setampat menyampaikan permohonan maaf karena ketiadaan template braille di TPS tersebut. “itu bukan kesalahan kami tapi itu kesalahan KPU Kota Jayapura selaku penyelenggara dan penangjungjawab. Pengalaman tahun 2017 lalu waktu pilgub alat bantu tersebut tersedia, ya jadi saya heran saja kok sekarang tidak ada".

Ia melanjutkan bahwa Jumlah difabel netra di lingkungan RTnya sebanyak   59 Kepala Keluarga (KK). “yang ikut memilih atau terdaftar di DPT itu 38 orang dan terbagi di tiga TPS yang ada di RT 04”.

Yayasan Humania Jayapura yang menampung difabel  netra yang ada di seputaran Kota jayapura berharap KPU Papua sebagai penyelenggara ke depan lebih giat lagi melakukan pendidikan simulasi terhadap difabel netra, agar kedepan di TPS bisa mandiri tanpa bantuan orang lain.

"Pemilu kali ini jujur bagi saya tidak inklusif dan tidak ramah difabel, karena masih minim juga sosialisasi maupun simulasi terhadap kami yang memiliki hambatan penglihatan, bahkan tidak tersedia aksesibilitas yang layak dan TPS sangat sempit sehingga ruang gerak kita juga jadi hambatan". Kata Stevanus Imbiri koordinator Yayasan Humania.  

Selain tidak mendapatkan hak untuk menggunakan template braille, secara umum pelaksanaan pemilu 2019 di Jayapura sedikit berbeda dengan di daerah lain, hal ini karena pelaksanaan pemilu baru pada hari kamis 18 April 2019 karena keterlambatan distribusi logistik hingga ke daerah setempat.  

 

Wartawan           : Roby Nyong

Editor                   : Ajiwan Arief

The subscriber's email address.