Lompat ke isi utama
Suasana TPS 108 di RSJD Dr. Arif Zainudin Surakarta

Pasien ODGJ di RSJD Dr. Arif Zainudin Surakarta Dapat Kesempatan Mencoblos

Solider.id, Surakarta- Suasana pemilihan umum presiden (pilpres) dan pemilihan umum legislatif (pileg) (17/4) di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 108 yang berada di Aula RSJD Dr. Arif Zainudin sekilas sama dengan TPS lainnya. Ada petugas KPPS yang menjadi among tamu dan menempati kursi dan meja masing-masing. Hal yang membedakan adalah para pemilih mengenakan seragam pasien rumah sakit, warna hijau muda dan tua. Mereka datang dari bangsal dan dibagi per rombongan. Sesudah duduk di antrean sekira 10-15 orang maka para pemilih dipersilakan memasuki ruangan aula untuk mendapatkan surat suara lalu mencoblos di bilik. Ada empat bilik berjajar. Sesudah mencoblos, mereka, para pasien dengan kategori gangguan jiwa ringan lalu mendapat makanan ringan berupa pisang, ubi dan kacang rebus yang sebelumnya sudah disediakan oleh pihak rumah sakit. Dua termos besar berisi teh panas dan kopi juga telah tersaji di meja depan.

Ditemui di sela-sela acara pencoblosan, Dr. Agustini Christiawati, MM, Wakil Direktur Bidang Pelayanan Medik RSJD Dr. Arif Zainudin mengatakan kepada Solider bahwa dari 297 kapasitas tempat tidur yang saat ini dimiliki oleh pihak rumah sakit, di hari 17 April ada 190-an pasien rawat inap. Namun, bagi pasien yang dapat menggunakan hak pilihnya adalah pasien yang sudah cukup baik kondisinya, sudah mengenali diri sendiri. “Mereka masing-masing punya dokter yang bertanggung jawab. Nah, dokter itu yang bertanggung jawab dan memilihkan apakah pasien-pasien ini sudah layak untuk menggunakan hak pilihnya. Ada dua spesialis jiwa yang standby di sini, salah satunya adalah Dr. Maria Rini Sri Indriarti, Sp.KJ (Psi). Ini penting karena misalnya, kemarin sih tenang siapa tahu keadaan berubah pagi ini sebagai antisipasi, kami siapkan dokter spesiali kejiwaan,”jelas Dr. Agustini Christiawati.  

Perjalanan proses demokrasi yang dilakukan oleh pihak RSJD Dr. Arif Zainudin dimulai ketika KPU Surakarta mensosialiasikan tentang hak politik bagi difabel, termasuk difabel mental atau Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) atau Orang Dengan Skizofrenia (ODS) yang sedang dirawat di rumah sakit. KPU Surakarta menawarkan, apakah dalam pelaksanaan pemilu nanti pihak rumah sakit akan mengadakan TPS sendiri atau para pasien diikutkan pada TPS di dekat lokasi rumah sakit.

“Kami lalu menyebarkan informasi ini ke bangsal, dan mendata jumlah pasien yang layak untuk mencoblos. Pertama ketemulah angka 84 pasien. Data itu kami sinkronkan karena berubah terus ya, ada pasien yang sudah pulang dan lain sebagainya. Kemudian kami membuat keputusan yang kami sampaikan kepada KPU Surakarta yang telah memulai komunikasi ini sejak Februari lalu, bahwa ada TPS di rumah sakit. Hari ini kami mendata untuk terakhir kalinya, ada 52 pemilih yang benar-benar kami anggap layak akan mencoblos karena sebagian pulang dan sudah diambil keluarganya,” terang Dr. Agustini Christiawati.

Sementara itu seperti dikutip solopos.com diberitakan H-5 sebelum pencoblosan, sebanyak 77 pasien gangguan jiwa di Jawa Tengah (Jateng) akan menjalani pemungutan suara atau coblosan Pemilu 2019 di RSJD Dr. Arif Zainudin Surakarta. Berdasarkan data dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jateng, dari empat RSJ yang ada di Jateng hanya RSJD Dr. Arif Zainudin Surakarta saja yang menggelar pemungutan suara. 77 Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) itu masuk dalam daftar pemilih tambahan (DPTb).

Dr. Agustini Christiawati menambahkan bahwa sebelum pencoblosan, KPU Kota Surakarta telah melakukan dua kali sosialisasi pemilu, yang pertama disebarkan lewat Radio Republik Indonesia (RRI) dan yang terakhir adalah langsung dari Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Jebres. “Ini baru pertama kali kepemiluan di Indonesia, TPS di rumah sakit jiwa,”pungkasnya.

Murjioko, Ketua PPK Jebres yang ditemui Solider di TPS 108 RSJD Dr. Arif Zainudin juga membenarkan bahwa dari TPS 108 Kelurahan Jebres beberapa hari sebelumnya meminta untuk diadakan sosialisasi bagi calon pemilih yang sudah terdaftar di DPTb. “Pasien pemilih kami sosialisasi tentang 5 macam surat suara dan mereka akan mendapatkan macam surat suara apa saja karena kebanyakan mereka memilih menggunakan A5. Kami mengajari bagaimana cara mencoblos,”terang Murjioko.  

 

Wartawan         : Puji Astuti

Editor               : Ajiwan Arief

The subscriber's email address.