Lompat ke isi utama
Anggota Kelompok Difabel Mitra Sehati Sedang Berfoto bersama

Kelompok Difabel Mitra Sehati Siap Kawal Advokasi untuk Perubahan

Solider.id, Gunungkidul- Memiliki jumlah difabel sebagai bagian dari kelompok rentan difabel yang banyak, membuat Kabupaten Gunungkidul menjadi salah satu sasaran program Advokasi Untuk Perubahan ke tiga atau Advocating for Change 3 (AFC 3) yang diprakarsai Humanity and Inclusion (HI), Center for Improving Qualified Activities in Life of People with Disabilities (CIQAL) dan dan Perkumpulan Idea.

Hal ini disampaikan Hardiyanto (32), ketua Kelompok Rentan Mitra Sehati saat dijumpai pada pertemuan rutin bulanan yang diadakan secara bergiliran di rumah salah satu anggotanya. “Program Advokasi Untuk Perubahan sendiri dilakukan karena selama ini difabel dan kelompok rentan di Gunungkidul banyak yang belum memiliki kegiatan dan tidak tahu apa-apa,” pungkasnya (10/03).

Menurut Hardiyanto, selama ini difabel di Gunungkidul hanya diam di rumah tanpa tahu apa hak-hak mereka sebagai difabel dalam bermasyarakat. “Difabel tidak tahu musren itu apa, difabel juga tidak tahu bagaimana menggunakan layanan publik. Menindak lanjuti hal ini dibentuk kelompok Mitra Sehati sesuai dengan program Advocating For Change 3 (AFC 3),” imbuhnya.

Merangkul 30 anggota dari lima pedukuhan yang ada di desa Nglipar, Kecamatan Nglipar, Kelompok Rentan Mitra sehati menjadi kelompok pertama yang dibentuk di Desa Nglipar. Dibentuk 25 November 2016, Mitra Sehati diresmikan 1 Januari 2017 oleh Kepala Desa Nglipar, Heni Kusdiyanto.

Didampingi HI, CIQAL dan Idea, Mitra Sehati memberi pelatihan pada anggota untuk terlibat dalam kegiatan advokasi untuk perubahan. Di antaranya mengajak anggota untuk belajar memahami tentang transparansi anggaran, memahami bagaimana tata cara musyawarah Perencanaan (musren) dan mengajak anggota untuk ikut serta dalam musren sejak tahun 2017. Hingga melakukan upaya pemberdayaan melalui pelatihan yang beberapa kegiatannya didanai oleh dana desa.

Mitra Sehati juga telah melakukan advokasi pada aksebilitas layanan publik untuk kantor kecamatan, kantor kelurahan, Puskesmas, maupun Balai Desa. “Dan alhamdulillah melalui dampingan yang diberikan HI, dari kegiatan yang sudah kita lakukan aksebilitas di Puskesmas, Balai Desa, Kantor Kecamatan maupun kantor layanan publik sekarang sudah bisa diakses oleh teman-teman pengguna kursi roda.” Hardiyanto menutup penjelasan.

Saat ini Mitra Sehati sudah memberikan beberapa pelatihan untuk meningkatkan ketrampilan anggota. Di antaranya pelatihan mengolah keripik jagung, pelatihan mengelola keuangan dan pelatihan menyiapkan dokumen penganggaran yang aksesibel, pelatihan membuat pupuk organik, program babonisasi (pembagian ayam babon untuk pemberdayaan usaha ternak ayam bagi anggota), pelatihan membuat jamu secara tradisional, dan pembagian benih sayur dan polybag.

Hasil pelatihan yang siap dipasarkan saat ini masih sebatas ditawarkan pada warung-warung yang ada di sekitar.

 

Reporter: Yanti

Editor: Robandi

The subscriber's email address.