Lompat ke isi utama
Anggota Mitra Sehati sedang mempraktikkan membuat telur Asin

Difabel Berdaya Melalui Produksi Telur Asin

Solider.id, Gunungkidul-“Tidak harus dari telur bebek. Telur ayampun bisa kita proses menjadi telur asin. Hanya saja hasil kuningnya nanti tidak seseksi telur bebek,” terang Sugeng Santoso. Pria kurus itu memberikan penjelasan bagaimana membuat telur asin kepada teman-teman anggota kelompok difabel (10/03).

Sugeng Santoso salah satu anggota kelompok difabel Mitra Sehati yang sudah memproduksi dan menjual telur asin di wilayah Nglipar. Mitra Sehati, merupakan kelompok difabel Desa Nglipar yang mengadakan  pertemuan rutin setiap bulannya. Pertemuan biasanya diisi dengan praktik pemberdayaan anggotanya melalui pelatihan. Salah satunya pelatihan membuat telur asin ini.

Bertempat di rumah salah satu anggota, Kenik, Dusun Mengger Rt 07 Rw 02, Desa Nglipar, Kecamatan Nglipar, Mitra Sehati mengadakan pelatihan membuat telur asin. Kegiatan ini diikuti oleh 25 orang anggota aktif Mitra Sehati yang dibagi menjadi dua kelompok.

Bila selama ini anggota Mitra Sehati hanya tahu membuat telur asin dengan cara dibungkus remah batu bata. Pada pelatihan kali ini Sugeng mengajarkan anggota memproses telur asin dengan cara berbeda yang lebih terjamin kebersihannya. Merendam telur selama waktu lebih kurang dua minggu dalam air bersih yang sudah ditambahkan rempah dan bumbu menjadi perasa alami telur asin yang akan dihasilkan.

Alasan kemudahan dan lebih praktis membuat Giyono, yang dipercaya sebagai pengurus bidang pemberdayaan Mitra Sehati, tertarik mengajak teman-temannya belajar mengolah telur asin dengan metode yang berbeda.

“Membuatnya bisa menjadi kerja sambilan. Seandainya malam kita ada waktu satu jam atau dua jam, kita bisa mengerjakannya. Kan tidak butuh waktu yang banyak. Sambil duduk-duduk kita bisa mencuci telur yang akan kita proses menjadi telur asin,” kata Giyono.

Giyono juga mengatakan bahwa pelatihan membuat telur asin kali ini sengaja diberikan dengan memakai bahan dasar telur ayam. Hal ini dilakukan karena telur ayam selain lebih murah, anggota kelompok rentan Nglipar rata-rata beternak ayam sebagai tindak lanjut dari program pembagian ayam betina yang sudah dijalankan.

“Memang kalau biasanya kita menjumpai telur asin dari telur bebek, maka Mitra Sehati ingin melakukan usaha yang berbeda yaitu dengan membuat telur asin dari telur ayam,” lanjut Giyono.

Jika selama ini hasil yang didapatkan dari program pembagian ayam betina hanya digunakan untuk mencukupi kebutuhan lauk pauk dalam lingkup keluarga. Pada pemberdayaan membuat telur asin ini bisa menjadi matapencaharian lain.

Kartini, salah satu anggota Mitra Sehati yang ikut datang mengaku dan mengatakan, bahwa ia baru kali ini tahu metode membuat telur asin bisa dilakukan dengan cara merendam telur dalam air.

“Saya benar-benar baru tahu kalau ada cara lain membuat telur asin yang ternyata lebih mudah. Jadi ingin segera mencoba membuat telur asin sendiri karena penasaran,” Tutur Kartini, perempuan 55 tahun yang terlihat antusias ini mengutarakan unek-uneknya.

Sebagai pengurus bagian pemberdayaan, Giyono berharap upaya pelatihan membuat telur asin ini bisa menjadi upaya untuk meningkatkan kesejahteraan anggota.

“Sekarang jaman sudah maju. Jadi kalau bisa segala sesuatu kita produksi sendiri. Telur sebagai bahan utama kita sudah ada, kita tinggal meracik bahan tambahan dan bumbu-bumbu yang dengan mudah bisa kita dapatkan. Untuk menambah penghasilan alangkah lebih baiknya, sebagai kelompok rentan kita bisa melayani kebutuhan masyarakat di luar kelompok rentan melalui produk yang kita hasilkan,” harap Giyono menutup pelatihan.[]

 

Reporter: Yanti

Editor: Robandi

The subscriber's email address.