Lompat ke isi utama
peserta sosialisasi difabel netra memagang contoh surat suara

Template Braille Pemilu 2019 Masih Menjadi Misteri

Solider.id, Cimahi – Sejak kemunculannya dalam pesta demokrasi pemilihan umum serentak nasional pada pemilihan kepala daerah 2018 silam, template braille menjadi salah satu moda aksesibilitas pencoblosan yang sengaja disediakan khusus bagi masyarakat difabel Netra. Keberadaan template braille diakui membawa antusias warga dengan hambatan penglihatan untuk tetap menggunakan hak suara dalam pemilu.

Pada pemilu serentak pemilihan presiden dan wakil presiden serta empat lembaga legislatif kali ini pun, alat bantu yang menjadi sarana difabel Netra untuk mengakses pencoblosan pada lembar kertas surat suara kembali disediakan.

Dari informasi awal, berbagai sumber media baik cetak, elektronik maupun online menyampaikan, template braille yang akan disediakan pihak penyelenggara pemilu yaitu Komisi Pemilihan Umum (KPU) ada dua buah dari lima kertas surat suara yang akan digunakan. Yaitu template braille untuk pemilihan presiden-wakil presiden dan pemilihan dewan perwakilan daerah.

Namun, saat sosialisasi pendidikan politik berupa simulasi yang dilakukan secara langsung oleh pihak KPU kota Cimahi, Djayadi Rachmat sebagai narasumber dari anggota komisi pemilihan umum kota Cimahi menyampaikan informasinya di hadapan para masyarakat difabel terkait template braille yang akan digunakan di wilayah setempat.

Untuk kota Cimahi sendiri, menurut Djayadi, template braille yang akan dipergunakan dalam proses pencoblosan 17 April mendatang hanya untuk pemilihan presiden-wakil presiden saja. Pendidikan politik yang digelar di gedung sekolah luar biasa bagian A kali ini lebih didominasi oleh calon pemilih dari masyarakat difabel Netra.

Tidak menyampaikan alasannya secara detil, akan tetapi, dalam simulasi tersebut pihak KPU memperlihatkan langsung contoh-contoh lembaran ke-lima kertas surat suara yang akan dipergunakan saat pencoblosan mendatang. Lembaran kertas surat suara itu pun sengaja disodorkan kepada perwakilan difabel, khususnya difabel Netra untuk meraba langsung baik ukuran maupun lipatan-lipatan yang ada dengan tujuan agar memudahkan bagaimana cara membuka dan melipat kembali kertas surat suara tersebut.

Template braille untuk pemilihan anggota dewan perwakilan daerah yang dikabarkan tidak akan digunakan, disinyalir memiliki ukuran yang terlalu besar hingga akan menyulitkan penggunaannya saat di dalam bilik suara. Selain itu, ukuran meja pencoblosan dan dinding bilik suara yang digunakan akan sangat mempengaruhi.

Empat lembar surat suara yang diperkenalkan kepada seruluh peserta sosialisasi yang hadir, memang memiliki ukuran cukup besar. Hanya lembar kertas surat suara untuk pemilihan presiden-wakil presiden yang memiliki ukuran lebih kecil dari yang lainnya.

Informasi terkait penggunaan Template braille yang hanya untuk memilih presiden-wakil presiden ini, baru disampaikan oleh pihak penyelenggara pemilihan umum di Kota Cimahi. Dan belum menjadi keputusan yang serupa dari komisi pemilihan umum di wilayah lainnya.

Di Cimahi, masyarakat difabel lebih disarankan untuk menggunakan pendamping dari pihak keluarga, atau pendamping yang dipilih dan diinginkan oleh individu difabel yang bersangkutan. Kendati demikian, tidak menutup kemungkinan untuk masyarakat difabel yang tidak didampingi dan membutuhkan pendampingan saat melakukan pencoblosan, pihak KPU menyarankan untuk meminta bantuan kepada panitia petugas di tempat pemungutan suara.

Pihak komisi pemilihan umum kota Cimahi pun, tidak menunjuk atau menugaskan secara khusus petugas di lapangan yang diberfungsikan sebagai pendamping untuk masyarakat difabel yang butuh akses pendampingan. Pendamping dari pihak keluarga difabel yang bersangkutan, dinilai akan lebih dapat menjaga kerahasiaan aspirasi hak suara yang diberikan dan lebih mengetahui tentang bagaimana cara membantu serta memperlakukan individu difabel.

Ketersediaan dan penggunaan template braille sebagai alat bantu pencoblosan masyarakat difabel Netra, pada memilihan umum serentak dalam pemilihan presiden-wakil presiden, anggota legislatif: dewan perwakilan daerah, dewan perwakilan rakyat di tingkat pusat, dewan perwakilan rakyat daerah di tingkat provinsi dan dewan perwakilan daerah di tingkat kota/kabupaten, seolah masih menjadi sebuah pertanyaan besar.  

 

Wartawan : Srikandi Syamsi

Editor         : Ajiwan Arief

The subscriber's email address.