Lompat ke isi utama
suasana musrenbangwil Pati

Musrenbangwil Pati, Difabel sampaikan berbagia usulan

Solider.id, Pati – Musyawarah Rencana Pembangunan Wilayah (Musrenbangwil) Eks Karisidenan Pati di selenggarakan di pendopo Kabupaten Pati, Rabu (27/03/2019). Gubernur Jawa Tengah dan Beberapa Bupati beserta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Pati, Kudus, Rembang, Jepara, dan Blora turut serta mengikuti acara ini. beberapa perwakilan aktivis difabel dari berbagai kabupaten turut hadir dalam musrenbangwil.

Bupati Pati, Haryanto memaparkan enam usulan dari total 10 usulan dalam Musrenbangwil terkait dengan infrastruktur yang dianggarkan sebesar Rp. 71,5 miliar dari total usulan anggaran Rp 91,5 miliar.

“Setelah kami menyerap aspirasi dari masyarakat, rata-rata mengusulkan tentang infrastruktur, karena infrastruktur memudahkan akses pelayanan dan ekonomi”. Ujar Haryanto.

Ia berharap Gubernur Jawa Tengah mempertimbangkan usulan-usulan yang disampaikan. Dalam sesi tanya jawab, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo memberikan kesempatan pada para peserta Musrenbangwil untuk mengajukan pertanyaan tentang permasalahan dan kesulitan apa yang sedang dihadapi. Moment ini tak di sia-siakan oleh aktivis difabel yang hadir.

Di Kabupaten Pati, ketua Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI), Suratno menanyakan tiga hal terkait aksesibilitas, pelatihan dan Surat Izin Mengemudi (SIM) untuk difabel Tuli.

“Karena waktu yang terbatas, saya hanya mengajukan tiga poin saja. Terkait aksesibilitas, di Pati belum maksimal aksesnya untuk difabel pada infrastruktur di gedung-gedung dan ruang publik. Kedua, kalau selesai mengadakan pelatihan, difabel jangan langsung di lepas, harus di pantau dan di bimbing lagi, kurang lebih selama minimal 6 bulan dan maksimal 1 tahun. Ketiga, SIM untuk difabel Tuli, karena teman-teman Tuli disini kesulitan untuk mendapatkan SIM, selain itu,   saya  juga mengusulkan agar motor teman-teman Tuli diberi stiker atau bendera kecil guna menandai, agar semua orang tahu kalau itu difabel Tuli.” Tuturnya.

Gubernur Jawa Tengah merespon baik terkait pertanyaan yang diajukan ketua PPDI Pati dan menginginkan Bupati Pati beserta jajarannya untuk segera menindak lanjuti.

“Usulan dan pertanyaan yang bagus, saya harap kepada pejabat-pejabat yang terkait, ini harus segera ditindak lanjuti agar semua infrastruktur di Pati akses terhadap difabel, dan usulan-usulan difabel di Pati segera terwujud.” Ungkapnya.

Sementara itu, Ismawadiyanto dari kelompok difabel di Kudus, mengusulkan agar pemerintah memperbanyak sekolah inklusi.

“Kami tidak ingin dikasihani tapi diberdayakan, dan kami juga tidak ingin hanya sebagai konco wingking (sebagai pelengkap saja). Dengan adanya sekolah inklusi, saya berharap pemberdayaan difabel semakin meningkat degan melalui peningkatan keterampilan beerkelanjutan sampai pendampingan pemasaran produk, apalagi UMKM di Kudus sangat banyak, termasuk teman-teman difabel juga.” Tukasnya.

Ganjar Pranowo mengapresiasi semua usulan-usulan difabel dari berbagai daerah dan meminta para pejabat terkait segera menanganinya, tak terkecuali perwakilan difabel dari Blora yang meminta Gubernur Jawa Tengah untuk memfasilitasi pelatihan dan pendirian bengkel tangan palsu, Ganjar meminta difabel Blora mengajukan proposal terkait pelatihan tersebut ke Pemerintahan Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah.

 

Wartawan: Oby Achmad

Editor       : Ajiwan Arief

The subscriber's email address.