Lompat ke isi utama
tampilaln aplikasi envision AI

Envision AI; Menjadikan Ponsel Alat Pemindai

Solider.id, Makassar – Perkembangan teknologi membuat difabel netra semakin mandiri. Berbagai perangkat canggih dan aplikasi pendukung mobilitas, tak lagi menjadi hal yang sulit ditemukan. Envision AI, salah satu aplikasi yang dapat dimanfaatkan difabel netra sebagai pemindai objek. Dikembangkan oleh Molengraaffsingel asal Belanda, aplikasi ini tersedia di Play Store dan Apps Store, dengan aplikasi ini difabel netra memiliki alat pemindai portabel yang simpel.

Dilansir dari situs Envision, pengembang aplikasi ini menyatakan “Aplikasi ini hadir untuk membantu pengguna difabel netra baik yang total maupun low-vision menggambarkan dunia visual dengan bantuan suara. Memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan yang lebih baik, Aplikasi ini diharapkan mampu meningkatkan kemandirian difabel netra.”

Memanfaatkan kamera ponsel sebagai pemindai, Envision AI memiliki  tiga fitur utama; Memindai teks, memindai objek, dan memindai barcode. Pada fitur pemindaian teks, aplikasi ini menawarkan menu pemindaian teks pada dokumen dan teks tulisan tangan. Untuk pemindaian objek, aplikasi ini mendeskripsikan secara umum objek yang ditangkap oleh kamera ponsel. Dengan dilengkapi pemindai barcode, difabel netra terbantu mendeteksi produk atau objek yang informasi detailnya telah disimpan pada barcode.

Tiar Ma’rifat, seorang difabel netra asal Makassar mengungkapkan “Aplikasi ini cukup membantu untuk saya, apalagi kalau memang sedang tidak ada orang yang bisa bantu, Teks yang dibacakan juga cukup jelas, tapi kadang-kadang juga ada beberapa yang salah, tapi masih bisa dimengertilah!”

Sejalan dengan Tiar Ma’rifat, Ade Saputra mengungkapkan “Aplikasinya bagus, dan teks yang dibacakan juga lumayan bisa dipahami. Tapi kalau deteksi objeknya terkadang keliru, saya pernah potret lemari, tapi dijelaskan itu kulkas di dapur.” Ujar difabel netra low vision tersebut pada 03/19.

Lebih lanjut, Solider mencoba mengakses aplikasi tersebut. Tampilan awal ketika pertama kali menggunakan aplikasi ini, pengguna akan diminta untuk login (masuk dengan akun). Untuk mempermudah pengguna, aplikasi ini menawarkan layanan login dengan Facebook atau Google. Saat proses login berhasil, pengguna akan langsung masuk pada tampilan aplikasi yang sangat akses dengan pembaca layar.

Terdapat tiga menu utama yang akan pengguna temukan; Teks, general, dan help. Pada menu teks, pengguna dapat memilih tiga mode pemindaian; Mode membaca, mode pemindaian tulisan tangan, dan mode pemindaian dokumen. Menu general, berisi pilihan mendeskripsikan objek, pemindaian barcode dan penambahan data base deskripsi. Untuk help, berisi menu bantuan, pengaturan dan penjelasan umum mengenai Envision AI.

Dengan mengarahkan kamera pada objek lalu memilih mode pemindaian, hasil pemindaian berupa suara akan terdengar. Saat kondisi kurang cahaya, pengguna dapat mengaktifkan lampu flash kamera. Pengguna low vision dapat pula mengaktifkan mode magnifier untuk memperbesar tulisan atau objek yang dipindai.

“Selama menggunakan aplikasi ini, saya tidak mengalami kendala. Hanya saja, kalau kuota tidak aktif, aplikasi ini tidak berfungsi meskipun ada pengaturan mode offline. Kedepannya mudah-mudahan ini diperbaiki, karena kan terkadang kita tidak selalu terkoneksi dengan internet.” Ujar Tiar Ma’rifat pada 03/19.

Dengan misi “Membuat semua informasi visual di sekitar dapat diakses semua orang,” pengembang Envision AI terus melakukan pembaharuan dan perbaikan pada aplikasinya. Pantauan Solider, pembaharuan terakhir Envision AI di Apps Store dilakukan pada 15 Maret 2019, dan 11 Maret 2019 di Play Store. Dengan kemampuan mendeteksi lebih dari 60 bahasa, Envision AI menjadi pemindai portabel bagi difabel netra.  

 

Penulis: Syarif Sulaeman

Editor  : Ajiwan Arief

The subscriber's email address.