Lompat ke isi utama
Dua orang perwakilan FKDB sedang mengikuti jalannnya rapat pembahasan RKPD

Pemerintah Daerah Prioritaskan Kios Untuk Usaha Difabel

Solider.id, Boyolali – Pemerintah Daerah Kabupaten Boyolali sudah memiliki program kerja yang diprioritaskan bagi Difabel, salah satunya untuk mendukung pengembangan usaha. Hal ini diungkapkan Wakil Bupati M Said Hidayat dalam sambutannya pada Rabu (6/3) di Pendopo Ageng yang terletak di Komplek kantor Kabupaten Boyolali. Dia hadir memberikan sambutan sekaligus membuka Forum Gabungan OPD Dalam Rangka Penyusunan RKPD Kabupaten Boyolali Tahun 2020.

“Ketika membangun Taman Indrokilo, kami sudah berkomitmen untuk memprioritaskan kios-kios di bagian depan untuk Kelompok Difabel dan masyarakat setempat,” paparnya yang disambut tepuk tangan meriah dari hadirin.

Taman Indrokilo merupakan obyek wisata baru yang dibangun di Kecamatan Mojosongo. Saat ini di bagian depan taman tersebut sedang dibangun kios-kios. Kios tersebut bisa digunakan oleh difabel sebagai sarana untuk memasarkan barang-barang yang sudah mereka produksi. Kios tersebut tidak diberikan kepada perorangan namun harus melalui kelompok.

Lebih lanjut dia mengungkapkan Difabel menjadi prioritas karena selama ini mereka merupakan salah satu kelompok yang cukup produktif dalam berkarya dan mendorong kemaampuan ekonominya. Selain itu mereka juga mampu menyediakan lapangan kerja ketika diberikan kesempatan untuk berkembang.

Hal ini diungkapkan di depan sekitar 200 orang peserta rapat yang terdiri dari unsur pemerintah, akademisi, kelompok masyarakat sipil maupun kelompok agama. Rapat ini dilakukan untuk menyusun rencana kerja dan anggaran se Kabupaten Boyolali di 2020.

Lima orang perwakilan dari Forum Komunikasi Difabel Boyolali (FKDB) ikut serta dalam rapat kali ini. Mereka hadir untuk memastikan ada anggaran daerah yang ditujukan untuk pemberdayaan Difabel.

Sri Setyaningsih, Ketua FKDB yang ditemui seusai kegiatan menyatakan bahwa tidak semua kegiatan yang diajukan disetujui. Untuk tahun anggaran 2020, Pemerintah Daerah masih fokus pada peningkatan kapasitas bagi Difabel.

“Yang disetujui anggaran untuk peningkatan kapasitas. Tadi lokasinya fokus di beberapa wilayah saja di Boyolali bagian barat. Kami dari FKBD mengusulkan agar fokus wilayah jangan hanya satu, kalau bisa ada di wilayah Boyolali Utara karena kendala mobilitas sebaiknya lokasi kegiatan bisa lebih dekat dan mudah dijangkau,” jelasnya.

Selain itu dia menyatakan bahwa pihaknya menyambut baik apa yang sudah disampaikan oleh Pak Wakil Bupati. Memang selama ini sudah banyak Difabel yang sudah memiliki usaha, namun masih terkendala pemasarannya. Diharapkan dengan peluang untuk memasarkan hasil usaha di lokasi wisata, Difabel bisa memperluas hasil usahanya. Sehingga mereka bisa mandiri secara ekonomi.

 

Wartawan: Ida Putri

Editor       : Ajiwan Arief

The subscriber's email address.