Lompat ke isi utama
slot aksesibel untuk kursi roda di CGV MIM Bandung

Dari Nonton Dilan 1991 Hingga Menikmati Aksesibilitas Bioskop

Solider.id, Bandung - Dunia perfilman seakan tak pernah habis dimakan oleh zaman. Di era digital yang memungkinkan penonton film menyaksikan film lewat streaming online, antusiasme  untuk menonton di bioskop masih cukup tinggi.  Terbukti, salah satunya hasil karya film anak bangsa, film “Dilan 1990” yang dirilis awal 2018 lalu mampu membius hingga ditonton lebih dari 6 juta penonton.

Demam Dilan berlanjut pada sekuelnya dengan film “Dilan 1991” yang baru rilis 28 februari 2019 lalu. Sosok Dilan dan Milea memang masih menyedot perhatian banyak masyarakat. Tak ingin ketinggalan, saya pun penasaran dan ingin menonton film tersebut. Saya penasaran, seperti apa kisah percintaan antara Dilan dan Milea di film Dilan 1991 ini. Gombalan Dilan kental dalam film terdahulunya, “jangan rindu, rindu itu berat, kau tak kan kuat, biar aku saja “ cukup dikenang oleh masyarakat. Nah, kalau film Dilan 1991 gombalan apa yang muncul? Hmmm, saya sungguh tak sabar ingin menyaksikan film ini. kalau penasaran dengan jalan cerita Dilan, silakan nonton di bioskop, sampai hari ini, film ini masih ditayangkan di bioskop-bioskop ternama di Indonesia

Pada tulisan ini saya bukan ingin membahas film Dilan 1991nya, tapi saya ingin berbagi cerita soal betapa bahagianya saat kita dapat menikmati hiburan terjangkau untuk segala kalangan, bersama keluarga, orang terdekat, atau teman di ruang publik seperti bioskop tanpa hambatan aksesibilitas yang belum tersedia.  

Beberapa hari yang lalu, tepatnya pada 5 Maret 2019 saya  memutuskan untuk menonton film “Dilan 1991” di gedung bioskop CGV Metro Indah Mall, di kawasan Metro Trade Center, Jl Soekarno Hatta, Bandung. Saat memasuki kawasan bioskop, saya sedikit terkejut, sebab gedung ini telah mulai menyediakan aksesiibilitas bagi pengguna kursi roda seperti saya. Tentu ini membuat saya bahagia. Tak seperti biasanya. Saat menonton film ini, saya tak banyak membutuhkan bantuan orang lain untuk berpindah dari kursi roda ke bangku bioskop. Saat itu, saya memasuki ruang studio 6, di ruangan tersebut sudah tersedia slot tempat bagi orang berkursi roda yang ingin menyaksikan film. Tempat tersebut berada di baris nomor tiga. Terdapat 3 slot untuk pengguna kursi roda yang ingin menyaksikan film di ruangan itu.

Untuk masuk ke dalam ruangan ini pun cukup mudah, terdapat jalan seperti bidang miring yang cukup landai, sehingga memudahkan pengguna kursi roda ketika ingin menjangkau tempat tersebut. Slot khusus difabel berada pada baris tengah. Posisi penempatannyapun terbilang tepat dan nyaman saat akan menyaksikan film. Slot untuk kursi roda tak serta merta diletakkan di deretan paling bawah, hal ini tentu akan tidak nyaman bagi penggunanya dalam menonton film.

Sarana aksesibel di bioskop ini ternyata tidak hanya terdapat di dalam studio saja. Rupanya mereka juga menyediakan toilet aksesibel di areal bioskop CGV. Toilet aksesibel ini cukup standart. Beberapa aspek khas toilet aksesibel seperti pintu dorong yang memudahkan difabel kursi roda masuk kedalamnya dan ruangan besar yang cukup untuk kursi roda berputar didalamnya telah ada di toilet mereka.

Selain itu, meski bioskop CGV MIM  Bandung terdapat beberapa anak tangga diluar ruangan studio, namun mereka  tetap menyediakan ramp/bidang miring permanen cukup landai dan Jalur emergency exitpun disediakan dengan jalan yang landai untuk menuju lift. Saya betul-betul merasakan berbagai sarana yang akses tersebut. Sungguh hal ini merupakan sesuatu yang berkesan bagi saya.

Tak lengkap jika hanya dari sudut pandang saya sebagai pengguna aksesibilitas, saya pun menemui Fikri, salah satu staf CGV MIM yang waktu itu sedang bertugas. Fikri menjelaskan bahwa berbagai fasilitas tersebut disediakan memang untuk memfasilitasi difabel yang ingin menyaksikan film di bioskop. Dari 6 studio terdaftar 3 studio memiliki fasilitas untuk difabel yaitu studio 4, 5 dan 6. Masing-masing studio memiliki  3 slot tempat untuk pengguna kursi roda .

Sementara itu, Brian, staff CGV lain menyatakan bahwa menonton film adalah budaya, setiap orang berhak untuk menonton film, entah itu difabel atau nondifabel, sudah sepantasnya hal itu menjadi dipermudah, bukan malah dipersulit.

Film Dilan telah selesai, gombalan-gombalan Dilan dalam film mengingatkan saya pada beberapa tahun lalu, saat masa-masa belia itu membuai saya menikmati hari-hari yang indah. Menonton bioskop kali ini sungguh sangat berkesan bagi saya. Sebab saya tak banyak kesulitan untuk mengaksesnya. saya membayangkan betapa indahnya jika semua sarana dan prasarana hiburan di negara ini bisa mudah dijangkau oleh semua orang, terutama bagi pengguna kursi roda seperti saya yang punya hambatan bergerak jika tidak didukung sarana yang aksesibel. Lamunan saya terhenti saat istri saya mengajak untuk pulang ke rumah. Kami segera menuju ke lift dan mengambil mobil yang kami parkir lantai lower ground gedung ini.

 

Penulis: Zulhamka Julianto Kadir

Editor : Ajiwan Arief

The subscriber's email address.