Lompat ke isi utama
salah satu tempat penyeberangan di Yogyakarta

Pelican Crossing dan Keamanan Difabel Penyeberang Jalan

Solider.id.Yogyakarta. Lampu penyeberangan atau Pedestrian Light Controlled (Pelican) crossing yang berada di Jalan Mangkubumi, Yogyakarta, telah mulai dioperasikan kembali. Tak ubahnya zebra cross, pelican crossing ini dilengkapi fasilitas pendukung lain. Yakni lampu lalu lintas, tombol pelican, dan bunyi atau speacker yang menandakan pejalan kaki hendak menyeberang.

Ketika tombol pelican crossing dan lampu lalu lintas berwarna hijau, berarti tidak ditekan pejalan kaki, sehingga pengendara bebas melintas. Sebaliknya, ketika tombol pelican crossing ditekan, maka beberapa detik kemudian lampu menyela merah. Berarti semua pengendara harus berhenti untuk memberi kesempatan bagi pejalan kaki menyeberang.

Dengan demikian keberadaan pelican crossing ini akan memberikan kenyamanan dan keamanan bagi pejalan kaki, terlebih difabel yang hendak menyeberang jalan. Apa lagi saat ini posisi tombol pelican berada di bawah, mudah dijangkau oleh difabel baik pengguna kursi roda, difabel netra, demikian pula difabel lain dan orang pada umumnya.

Miskin budaya patuh

https://scontent.fcgk18-1.fna.fbcdn.net/v/t1.15752-9/52039672_351308792130023_7716756058412154880_n.jpg?_nc_cat=108&_nc_ht=scontent.fcgk18-1.fna&oh=3610cae94a813df1b3fb9becb86b0dc4&oe=5CFA115CNamun apa yang terjadi pada pelican crossing yang berada di selatan Kantor Kedaulatan Rakyat itu? Saat pejalan kaki menekan tombol pelican dan lampu menyala merah, masih saja ada pengendara motor yang nyelonong dan menerobos pelican crossing. Perilaku tidak tertib tersebut membahayakan penyeberang jalan, terlebih difabel.  Karena keamanan dan kenyamanan penyeberang jalan sangat ditentukan pada kepatuhan pengendara.

Sore itu, Sabtu (16/2) penyeberang jalan bernama Pak Man memanfaatkan pelican crossing. Saat lampu menyala dan menyeberang, terlihat beberapa pengendara motor berebut dan menerabas pelican crossing. Pak Man, harus berbagi dengan pengendara yang menyerobot demi keselamatan jiwanya. Pengendara motor masih miskin budaya patuh peraturan, sementara tidak ada petugas berada di sana.

Saat ditemui Solider, Pak Man yang bekerja sebagai buruh bangunan itu mengaku biasa menggunakan pelican crossing sejak diaktifkan kembali pada Januari 2019. Namun dia juga was-was dan merasa harus tetap berhati-hati memperhatikan pengedara yang biasa nyelonong dan tidak patuh.

“Saya biasa menyeberang dengan memanfaatkan pelican crossing. Tapi ya was-was juga, karena banyak pengendara motor yang nekat dan tidak peduli dengan lampu yang menyala merah, tidak peduli nyawa orang. Padahal juga ada suaranya tapi kok tetap nekat? Pokoknya tetap harus hati-hati saat menyeberang,” aku Pak Man.

Dia juga mengatakan ada baiknya di sekitar pelican crossing tetap ada petugas yang berjaga. Dengan tujuan untuk menertibkan para pengendara motor. “Kehadiran petugas polisi penting, untuk memastikan kepatuhan pengendara motor," lanjutnya.

Sebuah alternatif

Sementara menurut Anto, pria yang saat itu sedang makan di angkringan mengutarakan bahwa pelican crossing tetap harus ada. "Pelican crossing harus tetap ada karena bisa digunakan semua golongan: orang tua, ibu hamil, hingga kaum difabel," ujarnya.

Harusnya pelican crossing ini dapat menghemat sumber daya manusia (SDM). Dan pelican crossing menurut Anto menjadi sebuah alternatif bagi difabel. Dibutuhkan kepedulian semua pihak untuk mengapresiasi langkah baik pemerintah kota Yogyakarta, juga berbudaya dan menghargai orang lain, mematuhi peraturan.

Dengan demikian keberadaan pelican crossing betul-betul memberi manfaat bagi penyebrang jalan, khususnya bagi difabel. Bukan menghadirkan permasalahan, menghilangkan keamanan dan kenyamanan para pejalan kaki yang sedang menyeberang.

Harapan lain Anto, pelican crossing yang berada   di Jalan Mangkubumi maupun Jalan Malioboro tidak lagi sering mati. Dan pejalan kaki memanfaatkan sarana penyeberangan tersebut agar dapat mengedukasi para pengendara motor.  

 

Wartawan : Harta Nining

Editor        : Ajiwan  Arief

The subscriber's email address.