Lompat ke isi utama
rangkaian kereta api joglosemarkerto

Minim Aksesibilitas, KA Joglosemarkerto Belum Ramah Difabel

Solider.id.Yogyakarta. Karena murah dan cepat, kereta api (KA) menjadi salah satu moda transportasi yang banyak diminati oleh sebagian besar masyarakat. Terlebih saat ini kereta api berangkat dan tiba tepat waktu, aman, nyaman, sehingga semakin diandalkan. Dan, peluncuran KA Joglosemarkerto oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) dengan tarif yang kompetitif, memberi alternatif bagi masyarakat untuk bepergian dengan tujuan Semarang-Solo-Yogyakarta-Purwokerto. Namun sangat disayangkan, desain KA Joglokerto belum ramah terhadap penumpang difabel dan orang dengan kebutuhan khusus lainnya.

https://scontent.fcgk18-2.fna.fbcdn.net/v/t1.15752-9/51449355_248886219345740_6020686096130637824_n.jpg?_nc_cat=107&_nc_ht=scontent.fcgk18-2.fna&oh=5e9b2c2ab1b23056526d69f2ac235d5e&oe=5CF85979Kereta dengan dua gerbong eksekutif dan tujuh gerbong ekonomi plus AC, rute lingkar Solo-Yogyakarta-Purwokerto-Semarang itu tidak dilengkapi dengan desain yang aksesibel. Ketiadaan aksesibilitas dapat dilihat sedari memasuki peron atau pintu masuk stasiun. Dari sana tidak terlihat adanya jalur khusus difabel dan orang-orang berkebutuhan khusus lain yakni orang lanjut usia (lansia), atau ibu hamil. Demikian pula untuk menuju lajur pemberangkatan kereta juga tidak disediakan jalur khusus tersebut.

Berikutnya, pintu masuk kereta api amat sempit. Hal ini tidak memungkinkan pengguna kursi roda (difabel, lanjut usia) atau kereta bayi (baby wolker) memasuki kereta. Ketiadaan aksesibilitas, menuntut adanya pendamping bagi penumpang difabel. Namun demikian pada KA Joglosemar tidak nampak adanya petugas pemberi layanan pendampingan.

Memasuki gerbong kereta, di sana tidak tersedia tempat duduk prioritas bagi difabel, lansia, atau ibu hamil. Ada pun aksesibilitas informasi belum memenuhi kebutuhan tuli. Yang ada informasi berupa suara terkait keberangkatan kereta, stasiun yang dilewati maupun stasiun tujuan. Sedangkan informasi tersebut belum tersedia dalam bentuk tulisan berjalan (running text). Hal ini  berdampak tuli tidak bisa secara mandiri mengakses KA Joglosemarkerto.

Kondisi yang demikian menunjukkan kesetaraan kesempatan pada transportasi kereta api belum menjadi prioritas bagi PT KAI. Meski Indonesia telah memiliki undang-undang yang mengatur aksesibilitas layanan publik tanpa kecuali kereta api, namun implementasi masih jauh dari harapan.

Salah seorang petugas kereta api yang tidak berseduia disebutkan namanya mengakui minimnya aksesibilitas bagi difabel di KA Joglosemarkerto. Ia juga mengungkapkan bahwa PT KAI perlu berbenah dan banyak melakukan perbaikan, agar aksesibilitas bagi difabel dan orang berkebutuhan khusus lainnya dapat terpenuhi. Rabu (6/2/2019).

Notes: Catatan penulis saat menggunakan KA Joglosemarkerto pada Kamis (31 Januari 2018) dengan tujuan Purwokerto.

Penulis: Harta Nining Wijaya

Editor  : Ajiwan Arief

The subscriber's email address.