Lompat ke isi utama
tampilan  aplikasi KPU di smartphone

Aplikasi “KPU RI” dan Aksesibilitasnya

Solider.id, Semarang - Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI) luncurkan aplikasi resmi tentang informasi Pemilu 2019 untuk telepon pintar yang diberi nama KPU RI. Aplikasi ini merupakan alternatif jitu yang mempermudah pengguna smartphone termasuk difabel didalamnya untuk mengakses segala info tentang Pemilu presiden dan wakil presiden RI 2019. Sebagai upaya meningkatkan partisipasi masyarakat Indonesia dalam pemilihan umum, aplikasi KPU RI merupakan solusi efektif untuk mengedukasi masyarakat umum maupun difabel tentang pemilu. Tidak jarang masyarakat memilih untuk menjadi bagian kaum golput (golongan putih” yang berarti mereka tidak menggunakan hak pilihnya. Hal ini dipicu oleh kurangnya informasi dan kurang efektifnya sosialisasi yang digelar oleh KPU.

Ketidaktahuan tersebut juga kerap terjadi pada difabel Netra. Oleh karena itu, Bayu Sadewo, difabel Netra asal Surakarta berinisiatif membuat review tentang aplikasi KPU RI dan cara penggunaannya.

Ia menuturkan bahwa difabel dengan hambatan penglihatan seringkali mendapatkan informasi yang kurang maksimal.  

“Sosialisasi Pemilu manual yang diselenggarakan oleh pihak yang tidak terlalu paham dengan difabel Netra hasilnya kurang efektif. Mereka belum bisa menjelaskan atau mendeskripsikan setiap informasi secara jelas,” ujar Bayu.

Pada setiap acara sosialisasi Pemilu, hal yang umumnya dibahas antara lain cara mengecek Daftar pemilih Tetap (DPT), cara penyoblosan, bagaimana surat suaranya dan seperti apa kondisi biliknya. Bagi masyarakat umum atau pemilih selain difabel Netra, memperhatikan penjelasan yang ditunjukkan oleh penyelenggara sudah cukup memberikan gambaran tentang info dan teknis Pemilu. Namun, jarang sekali dari pihak panitia pelaksana sosialisasi mengerti cara menjelaskan teknis pemilihan bagi difabel Netra. Sebagai contoh, tidak sedikit dari mereka yang tidak mengetahui penggunaan template Braille yang diperuntukkan bagi pemilih dengan hambatan penglihatan untuk mencoblos.

Rasa kepedulian Bayu kemudian menggerakkannya untuk membuat video sosialisasi singkat tentang aplikasi resmi dari KPU tersebut yang diunggahnya di YouTube. Pemilik channel YouTube Kostolesteksistikustu ini menjelaskan apa saja isi dari aplikasi KPU RI dengan menggunakan bantuan pembaca layar pada smartphonenya. 

Pertama, ia menunjukkan menu apa saja yang ada dalam aplikasi tersebut seperti Cek Pemilih, Cek Calon, Info KPU dan Pemilu 2019. Aplikasi ini bisa dikatakan cukup sederhana dan aksesibel untuk difabel Netra karena tidak banyak tombol yang tidak berlabel.

Selanjutnya, Bayu menjabarkan cara untuk mengetahui Daftar Pemilih Tetap pada pemilu 2019. Setelah masuk ke dalam menu Cek Pemilih, pengguna akan diminta untuk memasukkan nomor identitas kependudukan seperti KTP serta nama depan terlebih dahulu. Lalu, apabila pengguna sudah terdaftar, pada halaman berikutnya akan muncul data tempat pemungutan suara di mana pengguna terdaftar.

Berikutnya, pada menu Cek Calon, pemilih dapat mengetahui siapa saja daftar calon capres cawapres atau anggota dewan dalam menu “Pemilihan Presiden” dan “Pemilihan DPR RI”.

Pada dua menu terakhir, pengguna dapat terhubung langsung dengan segala info resmi terkait KPU atau Pemilu dengan masuk ke menu “Info KPU” dan “Pemilu 2019”. Kedua menu tersebut akan secara langsung mengarahkan pengguna ke website resmi KPU RI.

Meskipun banyak aplikasi serupa yang bisa diunduh, KPU RI ini lebih terjamin keamanan datanya karena merupakan aplikasi resmi dari KPU. Bagi masyarakat baik difabel maupun nondifabel yang ingin mengetahui tentang Pemilu 2019 dapat mengunduh aplikasi KPU RI Pemilu 2019 dari playstore.

Sedangkan bagi difabel Netra yang mengalami kesulitan mengakses aplikasi tersebut dapat menyimak video tutorial dari Bayu pada link berikut: https://www.youtube.com/watch?v=GVRwfKFZ3-0

Salah satu penuturan difabel Netra low vision, Wisnu Vandy Nugroho dari Prambanan mengaku bahwa aplikasi ini sangat bermanfaat. Selain tampilannya aksesibel, informasi yang diberikan juga cukup lengkap. Menurutnya, KPU perlu mensosialisasikan aplikasi KPU RI juga pada calon pemilih khususnya difabel Netra. Wisnu sepakat dengan pendapat Bayu bahwa sosialisasi manual terkadang kurang mengena terhadap difabel dengan hambatan penglihatan. Penyelenggara sosialisasi biasanya menjelaskan dengan peraga visual, sedangkan difabel Netra hanya bisa membayangkan karena deskripsi yang diberikan kurang detail.

Wisnu hanya sedikit memberikan masukan tentang aplikasi KPU RI ini.

“Untuk menu Pemilihan DPR RI mungkin lebih baik kalau dicantumkan langsung daftar provinsi, daerah pemilihan dan partainya karena belum tentu semua pengguna tahu informasi terkait hal tersebut,” jelasnya.

 

Wartawan : Agus Sri  

Editor        : Ajiwan Arief

The subscriber's email address.