Lompat ke isi utama
ilustrasi platform digital

Kolaborasi Inklusif dan Kampanye Musik di Platform Digital

Solider.id, Malang - Perkembangan jumlah musisi difabel di kota Malang cukup membanggakan.  Setidaknya terdapat tujuh kelompok musik difabel yang relatif dikenal. Mereka adalah Netra Laras, RJY, Kreasi Netra Swara, Pamitra, Savana dan satu kompetisi menyanyi Soul of the Song. Keenam kelompok tersebut, digawangi oleh para difabel netra, satu berikutnya yaitu Savana dikelola oleh difabel daksa. Dalam tulisan ini penulis tidak membahas bagaimana proses mereka belajar musik hingga piwai lalu memiliki grup band. Melainkan mengungkap pentingnya kolaborasi dan kampanye produk melalui platform digital agar mampu bersaing di industri musik global.

Seperti telah dilakukan tujuh kelompok musik ini, jalur kolaborasi menjadi pilihan untuk membuka akses dalam kancah industri musik. Yang pertama Netra Laras dan RJY. Mereka berasal dari satu komunitas pengembangan bakat dan minat yaitu Komunitas Rumah Sahabat (KRS). Sejak tahun 2016 komunitas ini bekerjasama dengan Lingkar Sosial untuk mengkampanyekan grupnya. Demikian pun Kreasi Netra Swara, meminta Linksos sebagai fasilitator berkampanye pada tahun 2017.

Sedangkan Pamitra bekerjasama dengan Sekolah Budaya Tunggul Wulung. Savana memilih pendekatan jaringan konsumen melalui gethok tular atau informasi dari mulut ke mulut. Sementara Soul of the Song menggunakan media patner diantaranya Lingkar Sosial. Kecuali Pamitra, kelompok-kelompok tersebut diatas belum lama bergabung dalam satu stage untuk event Hari Disabitas Internasional 2018 di Taman Krida Budaya Malang. Alasan berkolaborasi, diantaranya menurut ketua KRS, Arkiles Kako ditempuh untuk saling memberikan manfaat satu sama lain, serta saling memenuhi kebutuhan dan melengkapi kekurangan.

Pengalaman sukses kampanye dan kolaborasi

Komunitas Rumah Sahabat untuk pertama kalinya pentas di panggung publik di agro wisata Petik Madu Lawang, berlanjut di Festival 1001 Durian Gratis Pasuruan, pentas di acara tahunan HWDI se-Jawa Timur, manggung di acara Relawan Malang, serta tak terhitung pentas di cafe-cafe dan kampus.

Sedangkan Kreasi Netra Swara, untuk pertama kalinya pentas di panggung publik Senaputra Brawijaya. Di wisata air yang dikelola oleh Kodam V Brawijaya Malang ini, grup musik yang digawangi para difabel netra ini tampil pula dalam satu stage bersama beberapa grup musik non difabel Malang. Berlanjut setelah usai pentas di Senaputra, grup orkes dangdut ini pentas di wisata air Hawai Water Park.

Lingkar Sosial dalam perannya sebagai campaigner banyak aktif di permulaan, selebihnya setelah populer job-job dan komunikasi dengan konsumen musik sepenuhnya menjadi urusan mereka.

Kemudian Soul of the Song, pada even kompetisi vokal ini, Lingkar Sosial lebih banyak melakukan publikasi acara. Usai even ini, keduanya kemudian bekerjasama dengan lintas organisasi difabel se-Malang Raya membuat Pentas Seni dan Apresiasi Karya Difabel untuk even peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) 2018 di Malang.

Pada momen yang sama yaitu HDI 2018, secara terpisah terdapat beberapa komunitas difabel yang merayakan, termasuk Pemerintah. Namun even kolaborasi yang digarap oleh 20 organisasi difabel se-Malang Raya ini terbilang paling populer, karena kampanye masif oleh lintas organisasi difabel dan jaringannya melalui platform media sosial sejak tiga bulan sebelum hari pelaksanaan.

Bagaimana memulai dan merawat kolaborasi dengan baik?

Kolaborasi inklusif telah menjadi kebutuhan semua pihak. Indikatornya makin banyaknya tawaran kerjasama kegiatan difabel dari lintas sektor. Namun hambatannya kerap kali justru masih berasal dari kelompok difabel sendiri, misal tidak percaya diri, enggan menghadapi persaingan hingga kekhawatiran berlebih akan eksploitasi. Hambatan tersebut sekaligus sebuah tantangan yang harus dihadapi, bagaimana kesadaran dan keberanian para musisi difabel untuk lepas dari ekslusivitas identitas dan kelompok.

Ketua KRS, Arkhiles Kako menuturkan pengalamannya berkolaborasi dikaitkan dengan dugaan ekploitasi. "Kesalahan kami adalah mudah percaya dengan orang lain, disebabkan karena kami tidak sabar untuk menjadi makin maju dan eksis, " papar ketua KRS, Arkiles Kako pada suatu kesempatan kepada penulis.

Arkhiles menuturkan timnya pernah kedatangan seorang tamu yang menawarkan kerjasama dalam bentuk manajemen job-job ngamen di kafe dan rekaman. Tamu yang kemudian dinobatkan sebagai manajer tersebut juga mempengaruhi tim agar tidak lagi bekerjasama dengan Lingkar Sosial. "Kami hanya beberapa kali ngamen di kafe bersamanya, katanya untuk promosi, setelah itu tak pernah lagi dengan alasan sibuk. Untuk kemudian kerjasama tersebut benar-benar berhenti bahkan kontak teleponnya nggak lagi bisa dihubungi," sesal Arkhiles.

Tak ada gading yang tak retak, demikian sebuah kolaborasi dijalankan untuk saling belajar dan membantu satu dengan lainnya. Berlanjut pada 9 Desember 2018 kemarin, tim KRS tampil secara apik di pentas Hari Disabilitas Internasional 2018 Malang, sebuah even yang digagas oleh Lingkar Sosial dan lintas organisasi difabel se Malang Raya. Pentas mereka sekaligus sebagai tanda kembalinya kolaborasi KRS dan Linksos secara lebih baik.

Pengalaman berikutnya adalah bagaimana kolaborasi Lingkar Sosial dan Adi Gunawan Institut, mereka membuat pelatihan android bagi difabel netra. Untuk teknisnya keduanya berbagi tugas. AGI (Adi Gunawan Institut) bertanggungjawab pada materi pelatihan pembelajaran, sedangkan Linksos bertanggungjawab sebagai event organizer.

Kerjasama tak hanya dibidang tersebut, melainkan merambah pada kampanye disability awarrenes sebagai bagian penting dari pergerakan difabel, bahkan bersiap pula merambah ke dunia musik. Terkait disability awarrenes, belum lama Adi Gunawan mewakili Lingkar Sosial mengisi materi studi banding Universitas Pasundan Bandung Prodi Ilmu Kesejahteraan Sosial (15/1) di Universitas Muhammadiyah Malang.

Dua hal penting dari pengalaman kolaborasi diatas, bahwa yang pertama untuk memulai kolaborasi diperlukan keberanian untuk mengajak pihak lainnya dan terbuka menyampaikan kebutuhan kolaborasi serta menyampaikan prasyarat atau aturan kolaborasi antar pihak. Dengan demikian akan tercipta aturan kolaborasi yang jelas.

Yang kedua untuk merawat kolaborasi adalah menjaga komitmen antar pihak. Hal yang telah menjadi kesepakatan antar pihak dilaksanakan secara konsisten. Jika perlu dituangkan dalam bentuk kesepakatan tertulis atau MoU (Memorandum of Understanding).

Mengenal platform digital dan manfaatnya untuk promosi produk musik

Berkolaborasi saja tidak cukup, di era milenial ini informasi dan teknologi pun sangat penting. Prinsip hubungan kolaborasi dan IT seperti dua sisi mata uang atau tak terpisahkan. Seperti kita tengok pada masa lampau bagaimana kolaborasi antar pihak melahirkan Sumpah Pemuda, hingga pada hari Kemerdekaan para pendiri bangsa menyiarkan proklamasi melalui corong RRI sebagai sarana IT paling canggih saat itu.

Perpaduan kolabarasi dan pemanfaatan IT juga bisa kita tengok bagaimana kerjasama Linksos berjalan baik bersama lintas kelompok musik di Malang. Atau dalam dunia bisnis yang lebih luas, seperti diulas detikinet kita bisa melihat Facebook kini sudah menjadi perusahaan media besar tanpa memproduksi konten apapun. Go-Jek dan Uber adalah perusahaan transportasi besar tanpa memiliki kendaraan.

Contoh lainnya Airbnb adalah perusahaan hospitality tanpa memiliki satu pun kamar hotel atau villa. Banyak yang menyebut fenomena ini sebagai sharing economy. Hal ini dimungkinkan oleh berbagai perusahaan tersebut yang memiliki business model berbasis platform.

Secara sekilas, kita bisa melihat bahwa mereka tidak memiliki aset yang merupakan kunci dari operasi yang dijalankan. Mereka bisa bertahan dan berkembang pesat karena mereka menciptakan suatu wadah yang dapat menghubungkan calon pengguna dan pemilik aset yang ingin menghasilkan uang. Wadah inilah yang disebut sebagai suatu platform.

Tren seperti inilah yang akan mengubah perkembangan dunia bisnis, perdagangan, ekonomi, dan pada akhirnya akan merevolusi kehidupan kita. Perkembangan berbagai perusahaan start up yang mulai menjamur di Indonesia juga bisa dilihat sangat mengikuti tren ini, walaupun belum semuanya dapat berkembang menjadi sebesar perusahaan-perusahaan yang telah menjadi contoh di atas. Dibutuhkan strategi yang matang untuk dapat mengembangkan sebuah bisnis dengan basis platform.

Tak terkecuali dalam dunia musik kaum difabel. Memasuki paruh akhir dekade 2010, platform digital turut menjadi bagian penting dalam bisnis musik. Kelompok musik bisa mempromosikan grupnya dan menjual produk-produknya melalui platform. Selain platform yang sudah jamak dikenal masyarakat luas seperti facebook, youtube, twitter, instagram dan sebagainya, terdapat streaming music yang wajib dikenali, diantaranya Apple Music, Deezer, Google Play Music, Joox, Langit Musik, MelOn, Spotify dan Yonder.

Dikutip dari SuperMusic, menurut laporan Online Music Streaming Survey 2018 oleh Daily Social, 88% dari 1718 responden menggunakan layanan streaming musik, dan 52% berlangganan di berbagai layanan. Kemudahan dan kepraktisan layanan streaming memungkinkan toko musik digital ini dikantongi siapapun yang memiliki ponsel. Keunggulan lain layanan streaming adalah katalog luas, dari musisi dan band arus utama hingga album yang hanya didengarkan 1.000 kepala. Streaming kini jadi cara termutakhir menikmati rekaman musik.

Mengoptimalkan pemanfaatan platform digital

Pentingnya kolaborasi inklusif dan pemanfaatan platform digital telah dipahami oleh kebanyakan grup-grup musik difabel. Demikian pula pentingnya media sebagai corong informasi dan publikasi. Indikatornya platform digital telah mulai banyak digunakan untuk kampanye produk, hanya saja terkendala minimnya kemampuan IT dan jurnalistik.

Survei penulis pada 20 organisasi difabel peserta HDI 2018 di Malang, kesemuanya telah menggunakan facebook untuk mengkampanyekan kegiatan organisasinya. Hasil lainnya menunjukkan hanya dua organisasi yang memiliki website resmi. Alasan klasik kebanyakan dari para penggiat organisasi difabel selain mengaku gaptek adalah tidak memiliki keterampilan menulis.

Alasan penggunaan facebook oleh para musisi difabel karena paling akses dan mudah serta berbiaya murah. Selain itu mereka juga menggunakan youtube dengan alasan yang sama. Akan tetapi penggunaan akun-akun tersebut untuk promosi sayangnya masih bercampur baur dengan status pribadi pemilik akun yang kurang penting dan tidak berkaitan dengan produk yang ditawarkan, misalnya membuat status galau atau sikap politik jelang pilpres yang kemudian berdampak pada menurunnya kepercayaan jaringan.

Temuan lainnya, tak satupun dari mereka yang telah menggunakan platfom digital khusus musik seperti Apple Music, Deezer, Google Play Music, Joox, Langit Musik, MelOn, Spotify dan Yonder. Alasannya adalah tidak tahu cara menggunakan berbagai aplikasi tersebut. Namun dalam artikel ini tidak membahas detil cara penggunaan aplikasi-aplikasi tersebut. Untuk mengetahuinya pembaca bisa mencoba belajar pada beberapa tutorial, diantaranya bisa diakses melalui links ini: https://youtu.be/3AB7wUx1aGc

Pentingnya penggunaan platform digital diulas Menteri Koordinator Perekonomian Indonesia, Darmin Nasution acara Musyawarah Nasional IX Masyarakat Telematika (Munas Mastel) Indonesia Tahun 2018 digelar di Jakarta pada Kamis (12/4/2018). Bagi Darmin, tidak ada comfort zone pada revolusi ini, karena kondisi dunia teknologi cepat berubah, seperti yang saat ini terjadi pada dinamika Revolusi Industri 4.0.

Dipetik dari Liputan6. Darmin dalan pidatonya menjabarkan, di satu sisi digital membawa manfaat dan membuka peluang luas bagi suatu negara untuk melakukan lompatan besar, sisi lain ada juga tantangan.

Manfaat dan keuntungan platform digital menurut Darmin Nasution meliputi inovasi, inklusifitas dan efisiensi. Yang pertama inovasi, yaitu munculnya model-model bisnis baru tidak lepas dari kemampuan para inovator untuk merancang strategi lewat platform digital. Di Indonesia sendiri, inovasi digital yang terjadi tidak hanya di dunia ritel, tapi juga di bidang pendidikan, katering, kesehatan, bahkan di dunia hukum. Semakin banyak orang yang berpartisipasi, maka akan timbul persaingan sehat yang berdasarkan inovasi, sehingga memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Manfaat berikutnya adalah inklusivitas. Lewat platform digital, segala macam layanan dapat dengan mudah menjangkau orang banyak di berbagai daerah. Hasilnya, terjadi inklusivitas yang menguntungkan orang-orang yang bertempat tinggal jauh dari daerah metropolitan, sehingga mereka turut menikmati layanan digital.

Ketiga adalah efisiensi. Tentu dengan berkembangnya inovasi platform digital, otomatis akan ada efisiensi, baik dari segi manufaktur maupun pemasaran. Hal ini tentunya memerlukan kecerdasan dari pebisnis untuk mengoptimalkan strategi mereka di dunia digital.

Selain manfaat platform digital Darmin juga mengulas tantangan yang dihadapi para penggunanya yaitu kendali, ketidaksetaraan dan kompetisi. Yang pertama masalah kendali. Ekonomi digital yang mengendalikan masyarakat pastinya mempengaruhi perilaku publik. Aspek sosial dan kultural seperti ini juga perlu mendapatkan perhatian dari pihak seperti pemerintah maupun masyarakat.

Tantangan kedua adalah ketidaksetaraan. Diantara semua hal positif, kehilangan pekerjaan karena digantikan robot adalah momok paling mengerikan. Otomatisasi yang disebabkan Revolusi Digital 4.0 perlu disikapi dengan serius agar masyarakat dapat menyiapkan skill untuk ke depannya.

Selanjutnya yang ketiga adalah mewaspadai yang tidak sehat patut diwaspadai. Contoh, bila ada satu platform yang melakukan monopoli, dikhawatirkan akan tidak adanya check and balance. Bila satu platform terlalu mendominasi, maka pengguna tidak dapat melakukan pilihan layanan yang paling cocok untuk mereka.

Strategi pemasaran musik melalui platform digital

Tantangan bagi pengguna platform digital sebagaimana diungkap Darmin, tentu saja merupakan warning bagi sebagian musisi difabel mengingat masih rendahnya tingkat penguasaan IT. Namun bukan untuk berkecil hati, strategi penggunaan platform bisa dimulai dari hal yang kita bisa. Misalnya tips sederhana memanfaatkan media sosial untuk mengalang minat konsumen. Penulis menyarankan agar tim membuat fans pages terpisah untuk memuat informasi kegiatan dan publikasi produk. Sehingga promosi akan tampak lebih fokus dan profesional. Fans page juga penting diupdate secara berkala sehingga orang secara kontinyu akan memperoleh kabar tentang produk kita. Jika bisa buat pula website agar jangkauan promosi lebih luas.

Lebih dalam diulas compusiciannews.com, Raffi Keuhnelian CEO MusicPromoToda mengatakan," Social Media telah memungkinkan talen-talen musik dari seluruh dunia menjadi superstar. Pikirkanlah seperti Justin Bieber, Adele atau The Weekend, mereka semua memulai karirnya dari online sosial media. Platform ini juga menawarkan para penggemar musik kemampuan untuk berinteraksi dan terlibat lebih dengan musisi favorit mereka.”

Lanjutnya, para penggemar akan merasa mereka memiliki suara dengan adanya sosial media dan suara mereka bisa didengar. Para artis menggunakan sosial media untuk berkomunikasi dengan penggemar mereka dengan memberikan update-update mengenai perilisan album mereka atau pertunjukan konser mereka yang akan digelar. Artis yang sukses adalah mereka yang dapat masuk dalam strategi pemasaran digital dan memperoleh banyak penghargaan dari pendekatan kreatif mereka.”

Raffi Keuhnelian menekankan tiga hal penting, yaitu pemasaran lewat media sosial, pemasaran mobile dan video marketing. Menurutnya, pemasaran lewat sosial media menawarkan solusi biaya yang efektif untuk band-band musik dan manager mereka untuk membuat buzz. Untuk band-band yang akan datang yang masih bermusik di basemen rumah, ini adalah saatnya perubahan yang signifikan. Dengan potensi untuk menjangkau jutaan audiens melalui retweet oleh seorang influencer besar, artis dapat dengan mudah meluncurkan karirnya bahkan sebelum mereka memulai karir.

"Jangan hanya bergantung pada strategi promosi tradisional seperti dari mulut ke mulut, sekarang ini teknologi makin maju dengan adanya internet dan sosial media. Pikirkanlah: saat anda menyukai sesuatu, anda bagikan dengan teman anda hanya menggunakan tombol share di akun sosial media anda," tandas Raffi Keuhnelian.

Kemudian pemasaran mobile. "Hadapilah bahwa saat ini semua orang tentunya punya peralatan mobile. Kesempatan yang anda miliki hanya beberapa jarak saja dari anda saat ini, kan? Mobile marketing ini menawarkan kemampuan unik untuk para pioneer musik dan band melibatkan fans mereka. Saat para fans sedang berada di tempat kerja mereka, mereka dapat check peralatan mobile mereka dan menemukan artis atau lagu yang belum pernah mereka dengar sebelumnya," ujar Raffi Keuhnelian.

Paparnya, sebelum jaman digital seperti sekarang ini, mereka harus mendengarkan radio untuk mendengarkan track-track baru. Sekarang, lewat online di segala macam poin selama sehari, mereka dapat menemukan band-band atau artis pendatang baru yang menarik perhatian mereka.

Terakhir video marketing. Dijabarkannya, pemasaran lewat video telah muncul sebagai salah satu tool terbaik dari industri musik digital. Situs-situs seperti YouTube dan Vimeo memungkinkan para band untuk membuat konten visual dan mempostingkan ke jutaan orang. Hal ini menolong banyak artis-artis baru untuk lebih dikenal.

Pemasaran digital secara tidak meragukan telah mengubah medan insutri musik saat ini. Kuncinya dengan tidak memandangnya sebagai ancaman, namun justru kesempatan besar untuk mempelopori para seniman dan timnya. Dari sosial media hingga pemasaran video, bakat-bakat baru dapat berkembang dalam industi musik digital ini.

Saatnya difabel mengupgrade pengetahuan

Kembali pada survey penulis pada 20 organisasi difabel peserta HDI 2018 di Malang, secara umum platform facebook, instragram dam youtube telah mereka gunakan. Namun platform musik kekinian seperti Apple Music, Deezer, Google Play Music, Joox, Langit Musik, MelOn, Spotify dan Yonder belum digunakan dengan alasan tidak tahu cara menggunakannya. Sementara mengikuti perkembangan teknologi adalah sebuah kebutuhan dalam kompetisi industri musik. Untuk itu musisi difabel wajib mengikuti pelatihan-pelatihan berkaitan dengan penggunaan platform digital.

Contoh pelatihan seperti telah dilakukan JOOX, penyedia musik digital streaming terkemuka di Indonesia. Dikabarkan oleh bisnis.com mereka mengadakan “JOOX Indie Workshop”, sebuah rangkaian workshop tentang distribusi musik secara digital pada Maret 2018 lalu di Yogyakarta.

“Kami ingin membantu para musisi indie di Indonesia memperluas jaringan distribusi mereka dan terhubung dengan penggemar mereka secara ekstensif melalui platform digital yang legal dan mendapatkan manfaat signifikan untuk mengembangkan musik mereka," kata Girindra Prabowo Okky, GM Content Department of Tencent Indonesia.

Dibenarkan Kikie Pea, pengamat musik asal Yogyakarta dan pengelola Radio Soekamti, ia mengakui acara JOOX Indie Workshop adalah upaya "turun ke bawah (turba)" yang dilakukan JOOX untuk membuka kesempatan bagi musisi indie lokal untuk menambah pengetahuan mereka mengenai distribusi musik secara digital.

Hal ini pun dikuatkan Reno Ferthano, pegiat musik digital Yogyakarta. Ia mengajak para musisi indie lokal untuk memanfaatkan partnership dengan JOOX untuk menjual musik mereka. "Sebagai musisi, kita harus sadar bahwa zaman tengah berubah dan justru semakin mendukung kita, karena kita semakin mudah untuk memasarkan karya-karya kita. Sekarang tidak ada sekat-sekat lagi antar jenis musik, yang ada hanya musisi, karya dan penggemarnya " tukasnya.  

 

Penulis : Ken Kerta

Editor   : Ajiwan Arief

 

Links Referensi:

1. Membangun Bisnis Raksasa Berbasis Platform, https://inet.detik.com/advertorial-news-block/d-3271576/membangun-bisnis-raksasa-berbasis-platform

2. MENGENAL DERETAN LAYANAN MUSIK DIGITAL DI INDONESIA, https://m.supermusic.id/supernews/superbuzz/mengenal-deretan-layanan-musik-digital-di-indonesia

3. Manfaat dan Tantangan Platform Digital Menurut Menko Perekonomian, https://www.liputan6.com/tekno/read/3448020/manfaat-dan-tantangan-platform-digital-menurut-menko-perekonomian

4. Gaya Hidup Pemasaran Digital Pada Industri Musik Saat Ini, http://m.compusiciannews.com/read/Gaya-Hidup-Pemasaran-Digital-Pada-Industri-Musik-Saat-Ini-3621

5. Digital Platform Mudahkan Musisi Indie Pasarkan Karyanya, https://lifestyle.bisnis.com/read/20180330/225/755655/digital-platform-mudahkan-musisi-indie-pasarkan-karyanya

 

The subscriber's email address.