Lompat ke isi utama
Surat tuntutan yang ditujukan kepad Presiden Joko Widodo

Komunitas PSGGC Teriakkan Tuntutan atas Pendidikan bagi Gifted Children

Solider.id, Yogyakarta- Komunitas orang tua dengan anak cerdas istimewa (gifted) atau Parent Support Group for Gifted Children (PSGGC) Yogyakarta meneriakkan tuntutan kepada Pemerintah Indonesia, atas diskriminasi terhadap anak-anak mereka, khususnya di bidang pendidikan. Pasalnya, kesulitan mengakses pendidikan yang sesuai dengan dengan bakat, minat, dan kemampuan anak-anak gifted masih terjadi hingga saat ini.

Persoalan tersebut dituangkan dalam sebuah surat tuntutan yang ditujukan kepada Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo. Tuntutan tersebut agar pemerintah segera mengambil langkah dan merangkul anak gifted Indonesia dengan menawarkan beasiswa, membangun sekolah dengan kurikulum dan sistem akomodatif bagi anak gifted.

Patricia Lestari Taslim dan Wawa Gemilang, dua orang founder PSGGC Yogyakarta menyampaikan kegelisahan mereka. Menurutnya, mereka tidak ingin perhatian terhadap anak-anak gifted Indonesia justru diberikan oleh pemerintah asing. “Tuntutan ini, karena kecintaan kami pada negeri dan bumi pertiwi Indonesia. Jangan tunggu pemerintah asing mengambil anak-anak kami baru negara Indonesia merasa kecolongan. Jangan terlambat!” ungkap keduanya.

Bergerak, berjuang keras dari bawah, sudah dilakukan oleh Komunitas PSGGC Yogyakarta untuk meraih pendidikan yang layak bagi anak gifted dan orangtua mereka. Namun hingga saat ini tidak juga diketemukan sekolah-sekolah yang mampu memberikan layanan pendidikan bagi anak cerdas dan berbakat tersebut.

Pelanggaran UU

Hak memperoleh pendidikan merupakan hak dasar bagi setiap warga negara. Mengakses pendidikan sesuai dengan kebutuhan merupakan bagian dari hak asasi manusia (HAM). Undang-undang secara tegas mengatur bahwa setiap warga negara Indonesia memiliki kesempatan sama, setara, untuk memperoleh hak pendidikan. Setiap warga negara tanpa kecuali, tanpa memandang etnik, gender, asal usul, fisik, sosial ekonomi, berhak atas pendidikan di seluruh wilayah Indonesia. Tidak boleh ada pembedaan atau diskriminasi.

Demikian pula dengan anak-anak yang terlahir sebagai anak cerdas istimewa (gifted). Anak gifted adalah anak yang memiliki kecerdasan atau kelebihan yang luar biasa jika dibandingkan dengan anak-anak seusianya. Sebagai warga negara dengan bakat khusus dan tingkat kecerdasan yang istimewa, mereka berhak mendapat pelayanan pendidikan sebaik-baiknya.

Namun yang terjadi, anak-anak gifted masih mengalami diskriminasi. Pelayanan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan tidak mudah mereka dapatkan. Sementara Undang-undang No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (UUSPN) Pasal 5; ayat 4 dan pasal 12 ayat 1b mengamanatkan bahwa:

Warga negara yang memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa berhak memperoleh pendidikan khusus. Warga negara yang memiliki kemampuan dan kecerdasan luar biasa berhak memperoleh perhatian khusus.

Setiap peserta didik pada setiap satuan pendidikan berhak mendapatkan pelayanan pendidikan sesuai dengan bakat, minat dan kemampuannya.

Patricia mengungkapkan, diskriminasi masih terjadi dengan fakta pada sisi implementasi. Undang-undang dengan pasal-pasal yang mengatur pun dilanggar. “Anak-anak kami, masih menghadapi kesulitan dalam menyesuaikan diri dengan iklim sekolah, terkait kurikulum dan metode pengajaran di sekolah umum. Meski beberapa dari mereka tetap mampu berprestasi dengan pola pengajaran yang tidak cocok,” ungkapnya kepada Solider, Sabtu (12/1).

Dibutuhkan sistem pendidikan yang felksibel

Sebuah analisa pun muncul, Diakui atau tidak, sesunggunya problem atau kendala yang tercipta lebih disebabkan oleh bentuk dan pengaturan yang bermasalah. Sistem pendidikan kita tidak cukup luwes untuk mengakomodasi masalah-masalah yang muncul dalam dunia pendidikan, sehubungan dengan keragaman tingkat kemampuan peserta didik.

Untuk itu pendidikan memadai yang memenuhi kebutuhan anak-anak cerdas istimewa atau anak berbakat (gifted), merupakan sebuah jawaban atas beberapa masalah yang seringkali ditemui anak-anak berbakat di sekolah umum. Karena potensi anak-anak gifted ini akan lebih berkembang optimal, jika mereka dapat dimengerti dan difasilitasi dengan baik.

Fakta yang berhasil diungkap oleh Komunitas PSGGC Yogyakarta, bahwa masalah yang muncul dalam proses belajar anak tidak hanya terjadi di sekolah, tapi juga di rumah. Banyak orang tua dan sekolah yang masih belum menyadari bahwa anak gifted membutuhkan perhatian khusus di bidang pendidikan. Sehingga orang-orang yang berada di lingkungan anak gifted sebaiknya peka terhadap kebutuhan anak.

Sembari meneriakkan tuntutan terhadap pemerintah, Komunitas PSGGC Yogyakarta terus membangun diskusi dan edukasi kepada publik khususnya bagi orang tua dengan anak gifted, terkait gifted children’s dan kebutuhan dasar atas pendidikan. Titik perjuangan itu ialah terpenuhinya kebutuhan akan pendidikan yang menyesuaikan dengan kemampuan anak-anak gifted.

 

Reporter                                 : Harta Nining Wijaya

Editor                                      : Robandi

The subscriber's email address.