Lompat ke isi utama
Banner difabel corner terpampang di depan pintu masuk

Jatuh Bangun Layanan Difabel Corner

Solider.id, Yogyakarta- Difabel Corner UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, sebagai tempat alternatif bagi mahasiswa difabel netra untuk memenuhi kebutuhan akademik, belum sepenuhnya menyediakan banyak referensi yang bisa diakses.

Menurut Arif Prasetyo, mahasiswa difabel netra jurusan Sosiologi, buku yang ada di Difarepositories belum mencakup semua buku yang ada di perpustakaan. Masalah ini membuatnya perlu mengajukan buku terlebih dahulu untuk dipindai lalu disalin ke gawainya. Ia bahkan beberapa kali didampingi teman untuk membacakan buku yang belum didigitalisasi.

Kendala lain yang sering dihadapi Arif adalah listrik perpustakaan yang belakangan sering mati. Layanan digital yang diterapkan UIN di satu sisi membantu difabel dalam mengakses informasi. Namun di sisi lain, listrik perpustakaan yang tidak stabil juga menghambat mahasiswa difabel mengakses informasi yang tersedia secara online.

“Perpus itu kan di kampus timur yang sering mati lampu. Itu harus diantisipasi. Gimana caranya (antisipasi-red), sekreatif mungkin lah, biar kita tetap bisa mengakses buku dan informasi di situ,” tambah Arif.

Bagi mahasiswa difabel netra, Difabel Corner memberi layanan berupa Al-Qur’an Braille, komputer dengan sistem jaws yang mengeluarkan suara, juga layanan digitalisasi buku agar difabel netra bisa mengaksesnya menggunakan gawai masing-masing.

Labibah Zain ketua Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga menjelaskan Difabel Corner menjadi perpustakaan alternatif dari Perpustakaan utama UIN Sunan kalijaga untuk mengakses sumber-sumber informasi bagi difabel netra.

Labibah juga menambahkan bahwa terdapat beberapa staf perpustakaan, relawan, dan petugas dari mahasiswa paruh waktu yang membantu difabel dalam mengakses sumber informasi.

Disamping layanan offline, perpustakaan juga mengadakan layanan online berupa Difarepositories. Layanan tersebut berisi buku-buku yang telah diunggah ke website difarepositories.uin-suka.ac.id. dan dapat diakses mahasiswa difabel netra. “Tentunya dengan kata sandi yang telah diberikan dan hanya bisa diakses oleh teman-teman tuna netra,” jelas Labibah, Jumat (30/11).

 

Reporter         : M. Sidratul Muntaha

Editor              : Robandi

The subscriber's email address.