Lompat ke isi utama
Perskonferens temu inklusi yang d9ihadiri Wakil Bupati Bulukumba

Persiapan Kabupaten Bulukumba Menjadi Tuan Rumah Temu Inklusi pada 2020

Solider.id, Gunungkidul – Koordinator Pergerakan Difabel untuk Indonesia (Perdik), Ishak Salim menyatakan kesiapan Sulawesi Selatan (Sulsel) jadi tuan rumah Temu Inklusi 4 di tahun 2020 nanti. Ia menjabarkan beberapa hal persiapan itu pada konferensi pers saat Temu Inklusi 3 di Desa Plembutan, Kabupaten Gunungkidul, Selasa (23/10/2018).

Sebelumnya pada kegiatan Temu Inklusi 2 di Lendah Kulonprogo, Ishak bersama oraganisasi difabel Sulsel mengusulkan agar Temu Inklusi 3 dilaksanakan di negeri suku Bugis itu. Namun terkendala, karena persiapan yang belum mumpuni. “Tahun 2018 ini kami sudah berkoordinasi dengan Kepala Desa Kambuno, Kabupaten Bulukumba, di sanalah nanti Temu Inklusi 4 dilaksanakan,” ujarnya.

Desa Kambuno menjadi pilihan lokasi Temu Inklusi 4, karena saat ini desa tersebut menjadi juara satu lomba desa tigkat provinsi. Selain itu, Desa Kambuno juga sedang mengikuti lomba desa tingkat nasional. “Jadi mudah-mudahan bisa meraih juara satu, sehingga konsekuensinya desa itu akan menjadi lebih akses, seperti itu komitmen dari kepala desa,” terang Ishak.

Pada tingkat desa juga, Ishak bersama organisasinya Perdik sudah berkomitmen untuk melakukan pengorganisasian difabel dan membuat layanan desa agar lebih akses untuk difabel. Pun Agustus lalu, Perdik juga pernah mengadakan Kemah Pemuda Inklusi, yang menghadirkan siswa SMA difabel sebagai peserta. “Selama empat hari kemah itu berlangsung, peserta tinggal di rumah warga setempat,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Bulukumba, Tomi Satria Yulianto mengatakan bahwa pemerintah daerah antusias menyambut ide kegiatan Temu Inklusi itu. Terlihat dari upaya pemerintah Bulukumba membuat payung hukum difabel dalam bentuk Peraturan Daerah (Perda) Disabilitas yang diberlakukan sejak tahun 2016 lalu.

Meski demikian, menurut Tomi, payung hukum itu saja tidak cukup, karena pergerakan disabilitas di Kabupaten Bulukumba belum terlalu lama ada sehingga masih menghadapi berbagai tantangan. “Karenanya kami mengundang kawan-kawan, baik SIGAB, Perdik dan lembaga-lembaga disabilitas untuk menjadi mitra yang baik bagi pemerintah daerah, supaya gerakan disabilitas bisa betul-betul terbangun di Kabupaten Bulukumba,” tutur pria berkacamata itu. [Wilfi Wulandari]

The subscriber's email address.