Lompat ke isi utama
Forum Tunanetra menggelar konferensi perss

Forum Tunanetra Menuntut Tanggung Jawab Sosial Ma’ruf Amin

Solider.id, Bandung – Ungkapan KH. Ma’ruf Amin digugat oleh masyarakat difabel Netra Kota Bandung yang tergabung dalam Forum Tunanetra. Mereka menuntut pertanggung jawaban sosial atas kata ‘Budeg, Buta dan Bisu,’ yang terlontar dengan segera meminta maaf di hadapan publik.

Bertempat di Kantor sekertariat Alumni Ikatan Wyata Guna (AIWG) Jalan Pajajaran Bandung, Senin pagi (12/11) Forum Tunanetra yang diwakili oleh Suhendar, Yudi Yusfar, Yayat Ruhiyat dan Arwani, menggelar konferensi pers. Reaksi ini dilakukan untuk menanggapi dan mengedukasi pemilihan diksi kata yang disampaikan KH. Ma’ruf Amin dalam deklarasinya yang dianggap menyinggung masyarakat difabel.

“Kalaupun kemudian ada penjelasan dari yang bersangkutan, tentang diksi yang dipakai itu konotatif, tidak dalam buta dan budeg atau tuli yang sebenarnya, diharapkan kegiatan berpolitik pun dilaksanakan tanpa harus menyudutkan kelompok atau individu,” ungkap Suhendar, juru bicara Forum Tunanetra. 

Dilansir dari Detik.com, Ma’ruf Amin menyampaikan: ‘Orang-orang yang sehat bisa melihat dengan jelas prestasi yang telah ditorehkan (pemerintahan sekarang), kecuali yang budek, buta dan bisu yang tidak bisa lihat realitas dan kenyataannya.’ Ungkapan tersebut  dilontarkan dalam acara deklarasi dan peresmian kantor relawannya, di Cempaka Putih Tengah Jakarta Pusat pada Sabtu (10/11).

“Kami berharap agar yang bersangkutan segera meminta maaf,” tegas Yudi Yusfar, Ketua Bidang Organisasi ITMI.

Reaksi yang disampaikan oleh Forum Tunanetra ini tidak menyasar kepada bidang politik yang memang sedang digelar kampanye menyongsong pemilihan umum tahun depan. Tindakan ini murni untuk memberikan edukasi publik terkait penggunaan diksi kata yang dinilai sering mengarah kepada stigma negatif masyarakat difabel.

“Banyak pilihan kata yang dapat digunakan selain itu,” ucap Suhendar.

Saat konferensi pers ini digelar, Forum Tunanetra memberikan rentang waktu sepuluh hari kerja kepada yang bersangkutan untuk meminta maaf terhitung sejak Senin (12/11). Untuk antipasi kendornya waktu yang diberikan, Forum Tunanetra pun bersiap melayangkan surat sebagai bentuk keseriusannya.

Meski sudah mendapat tanggapan klarifikasi maksud perkataan Budeg, Buta dan Tuli dari tim Ma’ruf Amin yang bukan ditujukan kepada masyarakat difabel, namun, Forum Tunanetra masih menunggu permintaan maaf secara langsung dari yang bersangkutan hingga batas waktu yang diberikan. Reaksi ini juga didukung langsung oleh Forum Tunanetra Indonesia (Fortuni) dan Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia (ITMI). [Srikandi Syamsi]

 

The subscriber's email address.