Lompat ke isi utama
Wakil Bupati Bulukumba sedang memberikan penjelasan di Konferensi Pers TEmu Inklusi ke 3 di aula balai desa Plembutan.

Kabupaten Bulukumba Siap Jadi Tuan Rumah Temu Inklusi ke-4

Solider.id, Gunungkidul- Kabupaten Bulukumba siap menjadi tuan rumah Temu Inklusi ke-4 yang akan digelar pada 2020 mendatang. Hal tersebut ditegaskan perwakilan gerakan difabel dan Wakil Bupati Bulukumba yang hadir di Temu Inklusi ke-3 di desa Plembutan, Playen, Gunungkidul.

Kesediaan kabupaten Bulukumba ditegaskan Ishak Salim, selaku pegiat isu dafabilitas di Sulawesi Selatan. Organisasi gerakan difabel di Sulawesi Selatan, sudah tiga kali mengikuti kegiatan temu inklusi. Sebenarnya, pada Temu Inklusi yang kedua pada 2016 lalu, ia sudah mengusulkan Bulukumba untuk jadi tuan rumah pada 2018.

“Tapi karena persiapan masih kurang, akhirnya tidak bisa,” jelas Ishak saat konferensi pers di Aula balai desa Plembutan.

Ishak melanjutkan, beberapa persiapan telah dialkukan untuk menunjukkan keseriusan Sul-Sel dalam menyelenggarakan Temu Inklusi 2020. Salah satunya, berkunjung ke desa Kambuno di Bulukumba yang rencananya akan dijadikan tempat Temu Inklusi 2020. Persiapan tersebut sudah dilakukan sejak 2017 hingga hari ini.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Kepala Desa Kambuno, yang tahun ini menjadi pemenang  dalam lomba desa tingkat propinsi Sulawesi Selatan. Sayangnya beliau tidak bisa hadir di sini, karena saat ini sedang berada di Bali, mewakili Sulawesi Selatan dalam lomba desa tingkat nasional,” terang Ishak.

Menurut Ishak, saat bertemu kepala desa Kambuno, Pergerakan Difabel untuk Kesetaraan (PerDIK) melakukan kegiatan kemah pemuda inklusif. Di acara tersebut, Kepala desa berharap Desa Kambuno berharap bisa menjadi juara satu nasional, agar pada saat Temu Inklusi 2020 desa ini bisa dibuat lebih akses.

Wakil Bupati Bulukumba, Tommy Satria Yulianto, yang turut hadir pada Temu Inklusi 2018 menyambut baik rencana tersebut. ia berkomitmen akan menyukseskan segala proses hingga pelaksanaan Temu Inklusi 2020.

Selain itu Tomi juga menyampaikan bahwa pengarusutamaan gerakan disabilitas di Bulukumba belumlah terlalu lama. Maka dari itu, pemerintah kabupaten Bulukumba sangat terbuka kepada PerDIK ataupun SIGAB Indonesia untuk menjadi mitra dalam memberikan berbagai saran dalam mengonsep program pembangunan yang dapat mengakomodir difabel.

Suharto, Direktur Sasana Inklusi dan Gerakan Advokasi Difabel (SIGAB) Indonesia menyampaikan, Temu Inklusi ini merupakan event yang diselenggarakan dua tahun sekali dan sudah terlaksana untuk ketiga kalinya. Kedepan, kegiatan ini akan dilaksanakan di daerah lain, agar semangat inklusi bisa lebih merata di seluruh wilayah Indonesia.

Sebelumnya, ada dua wilayah di luar Yogyakarta yang siap menjadi tuan rumah Temu Inklusi 2020, yakni kota Banjarmasin dan kabupaten Bulukumba. [Nur Syarif Ramadhan]

The subscriber's email address.