Lompat ke isi utama
Suharto, direktur Sasana Inklusi dan Gerakan Advokasi Difabel (SIGAB) Indonesia sedang menerangkan materi, Ishak Salim (Aktifis Difabel), Tomi Satria Yulianto (Wakil Bupati Bulu Kumba) dalam konferensi pers Temu Inklusi

Temu Inklusi 2018 Menjadi Ruang Evaluasi dan Inovasi Gerakan Difabel

Solider.id, Gunungkidul- Temu Inklusi 2018 menjadi ruang berbagi inovasi-inovasi terbaru gerakan sosial difabel di Indonesia. Selain itu, menjadi tolok ukur dalam menjawab persoalan-persoalan yang timbul di kehidupan sosial difabel.

Menurut Suharto agenda tersebut menjadi satu momentum yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan evaluasi terkait capaian hasil yang telah mampu diraih. "Temu Inklusi merupakan ajang pertemuan difabel tingkat nasional, baik secara individu, dari organisasi maupun para pemerhati isu difabel," ungkap Suharto, Direktur Sasana Inklusi dan Gerakan Advokasi Difabel (SIGAB) Indonesia.

Agenda dua tahunan Temu Inklusi yang digelar ketiga kalinya ini mengangkat tema Menuju Indonesia Inklusi 2030 Melalui Inovasi dan Kolaborasi yang digelar di Desa Plembutan, Playen, Gunungkidul, sampai tiga hari mendatang.

Temu Inklusi yang menggandeng keterlibatan peran serta masyarakat sekitar di wilayah pedesaan, bertujuan untuk menumbuhkan inklusifitas secara sosial. Kolaborasi yang dilakukan dengan jajaran pemerintahan khususnya desa, bertujuan untuk menyampaikan pesan kesiapan menuju desa inklusif.

"Sudah ada permintaan dari dua wilayah pulau Jawa yang mengajukan sebagai tuan rumah pada Temu Inklusi berikutnya, yaitu Banjarmasin dan Sulawesi Selatan," terang Suharto.

Pada kesempatan yang sama hadir pula Wakil Bupati Kabupaten Bulukumba (SulSel), Tomi Satria Yulianto. Menurutnya Temu Inklusi bukan sekedar pertemuan seluruh penggerak isu difabel di tingkat nasional saja. “Temu inklusi menjadi cerminan untuk wilayah lain, khususnya yang ada di daerah-daerah terkait isu difabilitas,” katanya.

Pemerintah Bulu Kumba melalui Tomi, menyatakan siap untuk menjadi tuan rumah Temu Inklusi periode 2020.

Peserta yang hadir dalam Temu Inklusi ketiga ini antara lain dari wilayah pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, Papua. [Srikandi Syamsi]

The subscriber's email address.