Lompat ke isi utama
Ilustrasi lapangan pekerjaan (kredit foto: Maxmanroe)

CBM Indonesia Butuh 4 Difabel Tenaga Ahli untuk Merespon Bencana di Palu

Solider.id- Dalam rangka merespon bencana yang terjadi di Sulawesi Tengah beberapa waktu lalu, CBM Indonesia membutuhkan beberapa tenaga ahli untuk menjalankan program Inclusive Humanitarian Response. Program ini merupakan usaha untuk melakukan rehabilitasi dan mewujudkan pelayanan yang inklusif di daerah setempat dengan menunjukkan praktik baik, menunjukkan contoh untuk melakukan perubahan yang berperspektif inklusi difabel.

CBM adalah organisasi pembangunan internasional yang tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan kualitas hidup difabel. CBM bekerja dengan organisasi-organisasi mitra di negara negara berkembang untuk mengembangkan dan memastikan difabel dan keluarga mereka memiliki akses yang siap untuk program perawatan dan rehabilitasi kesehatan yang terjangkau dan menyeluruh, program pendidikan berkualitas dan peluang matapencaharian.

CBM mengadvokasi keterlibatan difabel dalam semua aspek kehidupan. CBM telah hadir di Indonesia sejak 2003 dan memiliki kantor di Jakarta. CBM bekerja dengan 19 mitra lokal di 11 Provinsi. CBM mendorong difabel termasuk psikososial untuk melamar pada lamaran pekerjaan ini. CBM adalah organisasi yang aman bagi anak-anak. Staf harus mematuhi komitmen Kebijakan Perlindungan Anak CBM dan dapat memberikan sertifikat perilaku yang baik atau yang setara.

Dalam pelaksanaan programnya, CBM bekerja sama dengan organisasi dan aktor lokal seperti YAKKUM Emergency Unit dan DPO lokal. Program akan menyasar penerima manfaat di wilayah Palu dan Sigi, serta para aktor kemanusiaan yang terlibat di dalamnya. Program ini akan mencakup penyediaan layanan kesehatan dan rehabilitasi inklusif untuk warga yang terkena dampak. Serta dukungan untuk pelaku kemanusiaan utama dalam membuat bantuan kemanusiaan inklusif bagi difabel.

Proses ini akan dilakukan melalui dukungan teknis-pada tingkat koordinasi dan implementasi-untuk para mitra yang terkait dengan klaster perlindungan dan kesehatan. Penguatan metrik inklusi, termasuk difabel, usia dan jenis kelamin dalam analisis data yang akurat untuk memfasilitasi perubahan, dan respon sumberdaya kemanusiaan yang ada. Mendukung komitmen untuk inklusi, mengarusutamakan dan memastikan bahwa inklusi dilihat sebagai tanggungjawab semua lembaga kemanusiaan, bukan hanya organisasi yang mewakili kelompok tertentu.

Pada program ini, CBM membuka kesempatan tenaga ahli untuk bergabung dengan empat posisi:

Humanitarian Inclusion Advisor–Palu (HIA P)

  • Posisi ini terbuka untuk 1 (satu) orang.
  • Lokasi penempatan di Palu dan bersedia melakukan perjalanan dinas ke Jakarta, Yogyakarta, Makassar, dan daerah terdampak bencana di Sulawesi.
  • Durasi kontrak selama 12 bulan dengan tipikal kontrak full time.
  • Dibutuhkan secepatnya
  • Posisi ini bertanggungjawab kepada/wajib melapor kepada Humanitarian Inclusion ADVISOR–Jakarta.

Tugas dan Tanggung Jawab:

Untuk mendukung inklusi difabel dalam upaya bantuan, pemulihan, dan rehabilitasi di Sulawesi dan bagian wilayah lain di Indonesia.

Tugas Utama

1. Mendukung analisis konteks tentang inklusi difabel dalam bantuan kemanusiaan di Indonesia.

  • Bekerja sama dengan pemangku kepentingan difabel termasuk Kementerian Sosial melalui subkelompok disabilitas, mendukung pelaporan situasi difabel yang terkena dampak gempa.
  • Memastikan bahwa isu difabel diarusutamakan melalui tanggap darurat CBM/mitra.
  • Berkoordinasi dengan penasihat Global CBM dan/atau Regional jika diperlukan.
  • Mengembangkan studi kasus baik menunjukkan praktik-praktik baik penyertaan difabel di berbagai sektor seperti koordinasi kamp dan manajemen kamp, kesehatan, Pendidikan, Perlindungan atau mendokumentasikan berbagai hambatan atau tantangan bagi difabel untuk dimasukkan dalam bantuan kemanusiaan.

2. Mengembangkan dan menerapkan rencana yang efektif untuk mengarusutamakan isu difabel dalam upaya bantuan, pemulihan dan rehabilitasi.

  • Bekerja sama dengan Organisasi Diabel - DPO dan organisasi lain yang sepemikiran, bekerja dengan sistem koordinasi yang dipimpin pemerintah untuk memastikan difabel ditangani dalam berbagai aspek penanganan pasca bencana dalam berbagai fase pemulihan, dan rehabilitasi.
  • Mendukung DPO untuk menjadi pemangku kepentingan utama dalam memasukkan difabilitas dalam upaya bantuan utama, pemulihan, dan rekonstruksi.
  • Mendukung pengembangan pedoman teknis, dokumen-dokumen pesan kunci tentang penyertaan penyandang disabilitas dalam bantuan kemanusiaan.
  • Melakukan advokasi, bersama DPO lokal dan aktor lain untuk hak dan perlindungan difabel.
  • Mengidentifikasi peluang kerja sama dengan aktor-aktor kemanusiaan utama dalam pengarusutamaan disabilitas dalam respon mereka masing-masing.
  • Mendukung organisasi penyandang disabilitas guna membagikan pengetahuan kepada organisasi-organisasi kemanusiaan lain untuk memasukkan isu difabel dalam strategi tanggapan mereka.
  • Mendukung DPO dalam memberikan pelatihan dan kepekaan kepada pemangku kepentingan dalam pengarusutanmaan.

3. Memobilisasi media secara proaktif dalam mempromosikan penyertaan difabel dalam respons bencana dan tersedia untuk diwawancarai.

4. Mendukung semua kunjungan teknis atau pemantauan CBM ke proyek selama periode implementasi proyek.

5. Membantu dalam evaluasi proyek jangka menengah dan akhir.

 

Persyaratan Profil Profesional:

  1. Memiliki Gelar Sarjana ilmu sosial, studi difabilitas, pengembangan internasional, bantuan kemanusiaan atau bidang terkait lainnya.
  2. Berpengalaman terlibat dalam kelompok berisiko-penyandang disabilitas, wanita, anak-anak, orang tua (3 hingga 5 tahun) ditunjukkan dengan bukti.
  3. Pengalaman bekerja dengan mitra nasional dan lokal dan pemangku kepentingan lainnya (Pemerintah, PBB, LSM Internasional) yang ditunjukkan dengan bukti.
  4. Keterampilan menulis dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris dan kapasitas untuk menghasilkan dokumen dan produk pembelajaran.

Profil dan Kompetensi Pribadi:

  1. Keahlian teknis dalam keterlibatan kelompok berisiko dalam proyek-proyek kemanusiaan.
  2. Berpikir analitis dan maju.
  3. Kredibilitas pribadi.
  4. Perhatian pada komunikasi.
  5. Ketelitian.
  6. Membangun hubungan kolaboratif.
  7. Memberikan dukungan motivasi.
  8. Orientasi hasil.
  9. Pengetahuan tentang konteks difabel dan sistem kemanusiaan di Indonesia.

 

Humanitarian Inclusion Advisor – Jakarta (HIA J)

  • Posisi ini terbuka untuk satu orang.
  • Lokasi penempatan di Jakarta dan bersedia melakukan perjalanan dinas ke Palu, Yogyakarta, Makassar, dan daerah terdampak bencana di Sulawesi.
  • Durasi kontrak 12 bulan dengan tipe kontrak full time.
  • Dibutuhkan secepatnya.
  • Posisi ini wajib memberikan laporan kepada Senior programm officer Humanitarian.

 

Tugas dan Tanggungjawab:

Untuk mendukung inklusi difabel dalam upaya bantuan, pemulihan dan rehabilitasi di Sulawesi dan bagian wilayah lainnya di Indonesia.

Tugas Utama:

1. Mendukung analisis konteks tentang inklusi difabel dalam bantuan kemanusiaan di Indonesia.

  • Bekerja sama dengan pemangku kepentingan penyandang disabilitas termasuk Kementerian Sosial, melalui subkelompok disabilitas, mendukung pelaporan situasi penyandang disabilitas yang terkena dampak gempa.
  • Memastikan bahwa isu difabel diarusutamakan melalui tanggap darurat CBM/mitra.
  • Berrelasi dengan penasihat Global CBM dan, atau Regional jika diperlukan.
  • Mengembangkan studi kasus baik menunjukkan praktik-praktik baik penyertaan difabel di berbagai sektor seperti koordinasi kamp dan manajemen kamp, kesehatan, WASH, Pendidikan, Perlindungan atau mendokumentasikan berbagai hambatan atau tantangan bagi difabel untuk dimasukkan dalam bantuan kemanusiaan.

2. Mengembangkan dan menerapkan rencana yang efektif dalam mengarusutamakan isu difabel dalam upaya bantuan, pemulihan dan rehabilitasi.

  • Bekerja sama dengan Organisasi difabel - DPO dan organisasi lain, bekerja dengan sistem koordinasi kemanusiaan yang dipimpin pemerintah untuk memastikan difabilitas ditangani dalam seluruh aspek bantuan kemanusiaan dalam berbagai fase pemulihan, dan rehabilitasi.
  • Mendukung DPO untuk menjadi pemangku kepentingan utama dalam memasukkan disabilitas dalam upaya bantuan utama, pemulihan, dan rekonstruksi.
  • Mendukung pengembangan pedoman teknis, dokumen-dokumen pesan kunci tentang penyertaan penyandang disabilitas dalam bantuan kemanusiaan.
  • Melakukan advokasi, bersama DPO lokal dan aktor lain untuk hak dan perlindungan penyandang disabilitas.
  • Mengidentifikasi peluang kerja sama dengan aktor-aktor kemanusiaan utama dalam pengarusutamaan disabilitas dalam respon mereka masing-masing.
  • Mendukung organisasi difabel guna memberikan keahlian kepada organisasi-organisasi kemanusiaan utama untuk memasukkan diabilitas dalam strategi tanggap mereka.
  • Mendukung DPO dalam memberikan pelatihan dan kepekaan kepada pemangku kepentingan pengarusutamaan.
  • Untuk memobilisasi media secara proaktif dalam mempromosikan penyertaan difabel dalam respon bencana dan tersedia untuk diwawancarai.
  • Mendukung semua kunjungan teknis atau pemantauan CBM ke proyek selama periode implementasi proyek.
  • Membantu dalam evaluasi proyek jangka menengah dan akhir program.

 

Persyaratan Profil Profesional:

  1. Memiliki Gelar Sarjana ilmu sosial, studi difabilitas, pengembangan internasional, bantuan kemanusiaan atau bidang terkait lainnya.
  2. Berpengalaman terlibat dalam kelompok berisiko-penyandang disabilitas, wanita, anak-anak, orang tua (3 hingga 5 tahun) ditunjukkan dengan bukti.
  3. Pengalaman bekerja dengan mitra nasional dan lokal dan pemangku kepentingan lainnya (Pemerintah, PBB, LSM Internasional) yang ditunjukkan dengan bukti.
  4. Keterampilan menulis dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris dan kapasitas untuk menghasilkan dokumen dan produk pembelajaran.

 

Profil dan Kompetensi Pribadi:

  1. Keahlian teknis dalam keterlibatan kelompok berisiko dalam proyek-proyek kemanusiaan.
  2. Berpikir analitis dan maju.
  3. Memiliki kredibilitas.
  4. Memiliki perhatian pada komunikasi.
  5. Teliti
  6. Membangun hubungan kolaboratif.
  7. Memberikan dukungan motivasi.
  8. Orientasi hasil.
  9. Pengetahuan tentang konteks difabel dan sistem kemanusiaan di Indonesia.

 

Project Finance/Admin Officer – Humanitarian (PFAO)

  • Posisi ini terbuka untuk satu orang.
  • Lokasi penempatan di Jakarta dan bersedia melakukan perjalanan dinas ke Palu, Yogyakarta, Makassar, dan daerah terdampak bencana di Sulawesi.
  • Durasi kontrak 12 bulan dengan tipe kontrak full time.
  • Dibutuhkan secepatnya.
  • Posisi ini wajib memberikan laporan kepada Senior Programme Humanitarian dengan garis pelaporan ffungsional untuk senior Admin Officer dan Senior Finance Officer.

 

Tugas dan Tanggungjawab:

Mendukung dan mengawasi pengelolaan keuangan proyek respons gempa yang tepat dalam kerja sama yang erat dengan YAKKUM Emergency Unit (YEU) dan Organisasi Difabel terkait lainnya.

Tugas Utama:

  1. Memberikan orientasi kepada operasional YEU dan tim keuangan kantor pusat mengenai persyaratan pemenuhan keuangan donor dan pengadaan oleh CBM.
  2. Mendukung YEU yang relevan dengan operasional dan kantor pusat dan personel DPO dalam menyerahkan laporan keuangan yang baik, tepat waktu dan meninjau laporan keuangan sebelum diserahkan kepada Tim Tanggap Darurat (ERT).
  3. Mendukung mitra dalam semua pengadaan barang yang direncanakan di bawah proyek dan memberikan panduan tentang prinsip-prinsip akuntansi dan aturan pengadaan untuk memastikan kepatuhan dengan persyaratan CBM dan donor.
  4. Memastikan pengeluaran sesuai dengan anggaran yang disetujui sesuai dengan rencana aksi, kontrak mitra dan persyaratan CBM dan donor.
  5. melakukan kunjungan pemantauan keuangan dan pemeriksaan keuangan di kantor YEU dan DPO, menggunakan alat yang tepat dan memberikan umpan balik kepada mitra melalui laporan kunjungan.
  6. mendukung personel operasional keuangan YEU dan DPO dalam mengimplementasikan rekomendasi yang diberikan selama kunjungan pemantauan.
  7. Membuat rekomendasi yang tepat pada kesalahan pengurusan yang teridentifikasi atau penyalahgunaan dana proyek kepada Humanitarian Senior Program Officer – Humanitarian.
  8. Membantu persiapan audit keuangan.
  9. Membantu mengatur perjalanan tim CBM ke area yang terkena dampak.
  10. membantu pengaturan logistik dan administrasi dalam semua kunjungan teknis dan pemantauan CBM dari kantor negara, Unit Tanggap Darurat, dan Penasihat Global.

 

Persyaratan Posisi:

1. Kualifikasi Pendidikan dan Pengalaman Kerja.

  • Telah lulus dari Universitas dengan jurusan keuangan atau administrasi bisnis, studi pengembangan internasional atau bidang terkait lainnya.
  • Berpengalaman dalam administrasi dan manajemen keuangan program pemulihan kemanusiaan/awal (minimal 3 tahun).
  • Berpengalaman bekerja di lapangan.
  • Berpengalaman bekerja dengan mitra dan mendukung mereka untuk menerapkan prinsip-prinsip pembiayaan dan akuntansi.
  • Mahir dalam mengoperasikan perangkat Quick Books dan MS Word, dan keterampilan tingkat lanjut dalam MS Excel.

2. Persyaratan Kompetensi dan Keterampilan Lain:

  • Memiliki Keahlian teknis.
  • Berpikir analitis dan maju.
  • Memiliki Kredibilitas pribadi.
  • Komunikatif.
  • Teliti.
  • Membangun hubungan kolaboratif.
  • Memberikan dukungan motivasi.
  • Pemrakarsa (punya inisiatif).
  • Orientasi hasil.
  • Kemampuan berbahasa Inggris dan bahasa Indonesia yang fasih (baik tertulis maupun lisan).
  • Kesediaan untuk bepergian dan bekerja berjam-jam bila perlu.

 

Senior Programmme Humanitarian Officer (SPHO)

  • Posisi ini terbuka untuk satu orang
  • Lokasi penempatan di Jakarta dan bersedia melakukan perjalanan dinas ke Palu, Yogyakarta, Makassar, dan daerah terdampak bencana di Sulawesi.
  • Durasi kontrak 12 bulan dengan tipe kontrak full time.
  • Dibutuhkan secepatnya.
  • Bertangungjawab/wajib memberikan laporan kepada Program Manajer.

 

Tugas dan Tanggungjawab:

1. Untuk mendukung Organisasi Mitra dalam menerapkan dan memantau respon darurat yang koheren, inklusif dan kualitatif di Indonesia.

2. Untuk mendukung penyempurnaan berkelanjutan strategi respons CBM, yang mencerminkan evolusi konteks, ketersediaan pendanaan, relevansi, dan nilai tambah.

Tugas Utama:

  • Mengembangkan dan memastikan sistem pemantauan yang tepat kepada CBM sesuai dengan persyaratan donor.
  • Memfasilitasi pemantauan reguler dari respon dan penyesuaian kembali strategi jika diperlukan.
  • Memastikan bahwa mekanisme akuntabilitas (standar kemanusiaan) ada di tempat.
  • Memberikan dukungan manajemen kepada Petugas Keuangan Proyek Hunanitarian untuk memastikan pengelolaan keuangan proyek yang tepat.
  • Mengembangkan kontak dan kemitraan dengan organisasi-organisasi kemanusiaan di Indonesia untuk mengarusutamakan isu kelompok rentan dalam upaya memberikan bantuan, pemulihan dan rehabilitasi di Sulawesi dan tempat lain di Indonesia.
  • Memberikan dukungan manajemen kepada Penasihat Inklusi Kemanusiaan untuk mempromosikan tindakan Hunaitarian Inklusif di tingkat nasional dan provinsi, dalam koordinasi dan kolaborasi yang erat dengan otoritas pemerintah yang relevan, mitra termasuk Organisasi Penyandang Disabilitas - DPO, mekanisme koordinasi dan aktor kemanusiaan.
  • Berkontribusi pada pengembangan rencana pasca-darurat yang sesuai dan mencari untuk mengamankan pendanaan institusional di negara atau di tempat lain.
  • Dukungan dari Koordinator Komunikasi Unit Tanggap Darurat CBM, memastikan perkembangan tepat waktu materi komunikasi.
  • Mengembangkan laporan situasional untuk Tim Manajemen Darurat-EMT Indonesia dan berpartisipasi dalam panggilan EMT bulanan yang memungkinkan EMT untuk memainkan peran menyediakan pengawasan strategis dan manajemen terhadap respon kemanusiaan.
  • Mengembangkan laporan donor sesuai kebutuhan.
  • Memimpin proses pembelajaran internal dan mendukung evaluasi proyek jangka menengah dan akhir.
  • Mendukung latihan evaluasi rencana negara saat ini dan mendukung rencana negara berikutnya (2020-2024) dengan keterlibatan bantuan kemanusiaan yang jelas dan sistematis.

 

Persyaratan Posisi Profesioinal:

  1. Sarjana ilmu sosial, pembangunan internasional, bantuan kemanusiaan, manajemen risiko bencana atau bidang terkait lainnya.
  2. Berpengalaman dalam manajemen program kemanusiaan (lima hingga tujuh tahun).
  3. Berpengalaman dalam manajemen risiko bencana.
  4. Pengalaman bekerja dalam konteks kemanusiaan yang kompleks.
  5. Pengalaman bekerja dengan mitra nasional dan lokal, pemerintah Indonesia dan pemangku kepentingan internasional lainnya (PBB, LSM Internasional).

 

Kepribadian yang Diinginkan:

  • Keahlian teknis dalam manajemen program.
  • Faham isu difabel atau kelompok beresiko lainnya baik dalam konteks kemanusiaan dan PRB.
  • Berpikir analitis dan maju.
  • Memiliki kredibilitas.
  • Memiliki perhatian pada komunikasi.
  • Teliti.
  • Membangun hubungan kolaboratif.
  • Memberikan dukungan motivasi.
  • Orientasi hasil.
  • Memiliki Pengetahuan tentang sistem kemanusiaan dan kerangka kerja DRR.
  • Menguasai Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia (lisan dan tulisan).
  • Kesediaan untuk bepergian dan bekerja berjam-jam bila perlu.
  • Berkomitmen untuk Kebijakan Penjagaan Aman Anak CBM.

 

Kirimkkan Curriculum Vitae (CV) atau data diri terbaru, surat lamaran yang menggambarkan tentang kesesuaian keahlian pelamar dengan posisi yang diinginkan, serta harapan gaji. Kiriman berkas lamaran ke email indonesia.recruitment@cbm.org, mohon isi kolom “subject” dengan format: <PALU><Code><Nama Anda>. Contoh: <PALU><HIA-P><Solider>

Aplikasi yang tidak memenuhi persyaratan ini tidak akan dipertimbangkan. Hanya kandidat yang terpilih akan diberitahu. Batas waktu untuk pengiriman aplikasi adalah 19 Oktober 2018. []

The subscriber's email address.