Lompat ke isi utama
the village Purwokerto

Melihat Aksesibilitas Tempat Wisata Baru di Purwokerto, The Village

Solider.id, Purwokerto - The Village Purwokerto merupakan tempat wisata yang unik karena memadukan arsitektur klasik barat dan nusantara. The Village Purwokerto juga menyediakan beberapa spot foto bersama keluarga maupun swafoto. Ada beberapa theme park seperti dome (taman burung), tempat berkuda, peternakan mini dan juga tempat bermain anak-anak. The Village diresmikan pada bulan Februari 2018.

Pengunjung yang datang ke The Village tergolong variatif, anak,  remaja, dewasa dan lansia. Meski sudah disediakan akses untuk pengguna kursi roda, namun The Village belum menyediakan kursi roda untuk para lansia maupun difabel. Bahkan tidak banyak kaum difabel yang berkunjung kecuali lansia untuk menikmatinya. Para lansia bisa menikmati karena sudah disediakan akses bidang miring atau ramp. Namun sayangnya, belum semua bagian dari tempat wisata ini dapat diakses oleh kursi roda, sebab beberapa tempat belum menyediakan ramp atau bidang miring. Beberapa sarana umum, juga belum bisa diakses pengguna kursi roda seperti  seperti jalan menuju ke mushola, dan juga ramp yang menuju toilet terlalu curam bagi pengguna kursi roda.

Menanggapi aksesibilitas di tempat ini, Nur, salah satu karyawan bagian informasi menjelaskan kepada Solider.id, “The Village hanya menyediakan akses jalan yang datar jadi kursi dan stroller bayi bisa lewat. Setiap hari biasanya ada lansia yang menggunakan kursi roda untuk menikmati spot yang ada disini.”

The Village Purwokerto berlokasi 7 km dari pusat kota ke arah utara atau ke arah tempat wisata Baturaden. Tempat wisata dengan luas 2,5 hektar ini memiliki fasilitas lengkap, bisa jadi referensi tempat wisata di Jawa Tengah dengan harga tiket masuk Rp.10.000,00 pada hari Senin sampai Jum’at, dan Rp.18.000,00 pada hari Sabtu dan Minggu. Wisata ini ditutup pada hari Selasa. Dengan harga tiket tersebut, pengunjung sudah bisa menikmati taman. Jika pengunjung ingin mengelilingi taman dengan menggunakan kereta mini atau mobil klasik, pengunjung harus membeli tiket lagi. Namun sayangnya kedua tranposrtasi tersebut tidak dapat dinikmati oleh difabel pengguna kursi roda.

Selain taman, pengunjung juga dapat menikmati food court, berfoto dengan kostum khas Eropa, sepeda air mengelilingi taman, pojok souvenir, es krim gelato, gembok cinta, kafe, memberi susu kepada kambing, dan naik kuda. Sayangnya untuk menuju area tersebut, difabel pengguna kursi roda tidak dapat menikmatinya. Adapun ramp yang terdapat di area food court fungsi utamanya adalah untuk dilewati pengangkut barang-barang menuju ke dapur.

Akses informasi seperti papan penunjuk arah juga tidak disediakan disini sehingga tidak memberikan akses yang optimal kepada pengunjung Tuli. Saat Solider.id berbincang dengan Nur, pihak The Village, ada seorang pengunjung juga menanyakan lokasi toilet karena papan penunjuk arah tidak disediakan. Papan penunjuk arah diperlukan tidak hanya bagi pengunjung Tuli namun juga kepada pengunjung lain yang bukan Tuli.

Saat ditanya mengenai aksesibilitas bagi difabel netra, Nur menambahkan, “Dari pihak The Village bisa memandu pengunjung jika ada yang memerlukan”. Diakui oleh Nur, selama ini belum ada rombongan dari kelompok difabel atau Sekolah Luar Biasa yang berkunjung bersama-sama meskipun jam operasional The Village buka hingga jam 22.00 WIB dengan harga 50% lebih murah dibanding tiket masuk pada siang hari.

The Village hanyalah satu contoh tempat wisata baru dan kekiniaan yang belum lama dibangun. Ia berdiri setelah pemerintah mengesahkan Undang-undang No. 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas. Namun sayangnya, baik pengelola maupun pemerintah masih abai terhadap urgensi penyediaan aksesibilitas sarana umum. Dalam hal ini, pengelola masih abai sehingga minim menyediakan aksesibilitas bagi pengunjung difabel di tempat tersebut, semetnara itu, pemerintah masih juga masih lemah dalam melakukan pengawasan dan pemberian izin bagi tempat wisataa baru tanpa memberikan sarna aksesibilitas dan universal desain dengan optimal. [Ramadhany Rahmi]

The subscriber's email address.