Lompat ke isi utama
Salah satu adegan drama yang merubuhkan kata DIS dari Disability menjadi Ability

Mengubah 'Disability' Menjadi 'Ability' di Asian Para Games 2018

Solider.id, Jakarta- Mengubah tatanan pola pikir dan sudut pandang bukan lagi sebuah keniscayaan. The inspiring spirit and energi of Asia, yang merupakan tema global Asean Para Games 2018 telah mampu menghancurkan ungkapan 'Disability' menjadi 'Ability.'

Di hadapan ribuan pasang mata, gugusan hurup yang membentuk kata 'Disability' (Ketidak mampuan) diubah menjadi 'Ability' (Kemampuan, Bisa melakukan, ... ) oleh seoreng pemimpin kepala negara.

Iya, hal tersebut dilakukan oleh Joko Widodo dalam adegan drama musikal pada helatan pembukaan olah raga difabel tingkat Asia di Gelora Bung Karno. Atraksi menjadi lebih menarik saat kehidupan seorang difabel digambarkan dengan lugas, dan diakhiri dengan penemuan jati diri lalu ditutup oleh teriakan memanggil seorang kepala negara.

Di atas panggung megah semua skenario apik tersebut mungkin hanya disuguhkan sebagai hiburan drama musikal semata. Namun, sebenarnya dalam kehidupan realita masyarakat difabel, penemuan jati diri dan pencapaian sebuah prestasi adalah hal nyata yang masih minim diakui.

Secara universal pola pikir dan sudut pandang masyarakat umum masih keliru memahami sosok individu difabel. Karena bentuk diskriminasi yang masih terbentang secara halus dengan menempatkan difabel sebagai obyek. Bentuk lain yang masih dirasakan adalah minimnya kesempatan dan kepercayaan yang diberikan kepada difabel dari berbagai pihak.

Banyak difabel yang memiliki prestasi dan kemampuan secara akademis dan masih kesulitan mengakses ranah pekerjaan, baik di sektor perusahaan milik swasta maupun milik pemerintahan. Dan pada akhirnya pilihan menjadi seorang pengangguran pun tidak dapat dielakan. Atau mereka para difabel yang memiliki kemampuan dibidang lainnya, dan belum mendapatkan kesempatan untuk mengeksplornya sehingga terabaikan begitu saja.

Keraguan yang mengikat sudut pandang berbagai pihak terhadap kemampuan yang dimiliki individu difabel, menjadikan terbukanya sebuah peluang serta kesempatan menjadi semakin kecil bahkan nyaris menghilang.

Padahal, mereka yang sering kita juluki dengan penamanaan difabel, pada umumnya memiliki kemampuan dengan cara yang berbeda dalam melakukan suatu hal. Bila melihat pada hasil capaian, tidak menutup kemungkinan mampu melebihi mereka yang kita sebut nondifabel.

Dari kisah skenario drama musikal pembukaan Asean Para Games Sabtu petang (6/10) dapat divisualkan, 'Disability' bisa diubah menjadi 'Ability' dengan peran semua pihak terutama pemerintah sebagai tonggak pemberi kebijakan.

Perlu banyak contoh dari keberhasilan masyarakat difabel yang diangkat kehadapan publik. Bukan bertujuan untuk sebuah kata 'Keangkuhan,' akan tetapi, melalui langkah seperti ini diharapkan mampu menghancurkan pola pikir dan sudut pandang masyarakat umum yang masih keliru terhadap individu difabel selama ini.

Kebijakan pemerintah dalam membuat sebuah aturan misalkan, yang kemudian ditetapkan sebagai peraturan pemerintah (PP), baik ditingkat pusat maupun daerah sangat memberi peran. Melibatkan hak dan kewajiban masyarakat difabel dalam berbagai kebijakan yang dibuat akan memberikan peluang lebih positif terhadap masyarakat difabelnya.

Mengubah kondisi difabel dari sebutan 'Disability' menjadi 'Ability' dalam kehidupannya dapat dibantu, diperankan, dan dilakukan oleh semua pihak. Sehingga dengan sendirinya pola pikir dan sudut pandang masyarakat umum terhadap difabel pun akan turut berubah pula. [Srikandi Syamsi]

The subscriber's email address.