Lompat ke isi utama
SUASANA PEMBUKAAN apg

Kesan Menonton Pembukaan Asian Para Games 2018

Solider.id, jakarta – saya sangat asenang ketika mendapatkan  Kesempatan menjadi penonton  di Gelora Bung  dalam acara terbesar Asian Para Games. Hal ini menjadi sebuah kebanggan, karena ini adalah pengalmanan pertama  kali dan tentu saja mempunyai cerita menarik bagi saya. Saya mendapat  undangan gratis yang diberikan oleh perwakilan Gerkatin (Gerakan Untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia).  Saya menyempatkan diri hadir jam 15:00 WIB. Sebelum acara dimulai, saya sempat mengobrol dengan sebagian penonton APG 2018 dan terlibat dalam antrian panjang sekali. Disana, tersedia area khusus disabilitas untuk mengantri dan pemisahan tiket antara Tuli dan dengar, tujuannya agar mempercepat masuk dan tidak terjadi salah informasi.

Penonton difabel daksa bernama Dewi mengaku senang sekali karena ditempatkan pada jalur khusus disabilitas fisik untuk mempermudah dalam aktivitas berjalan kaki ke Gelora Bung Karno.

 

Made, salah satu penonton Tuli diantara belasan ribu penonton pembukaan Asian Para Games 2018 menceritakan bersyukur bisa menonton APG karena diajak dan diberi tiket gratis oleh teman sesama  Tuli. “Saya takjub sekali atas meriah pementasan Asian Para Games melibatkan semua disabilitas dalam seni pentas melalui penari, penyanyi  bersama orang-orang non disabilitas”. Baginya, Indonesia pertama kali menjadi tuan rumah Asian Para Games 2018 membuka kesempatan untuk melibatkan atlet-atlet diabel untuk bertanding. Ada 43 negara dan 18 macam olah raga siap bertanding di Jakarta.

 

Yang paling mengejutkan bagi penonton Tuli adalah ada yang menari tari Saman sampai tari daerah tidak lupa sambil memperagakan bahasa Isyarat Bisindo dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya.

Akan tetapi, saat pembukaan  menampilkan acara seni pentas belum ditampilkan dengan  layar juru bahasa isyarat khusus Tuli, untungnya ada sebagian penonton dari PLJ (Pusat Layanan Juru Bahasa) yang mempersiapkan diri untuk memberikan informasi tentang lagu yang dinyanyikan oleh penampil pada acara tersebut, slogan dan informasi darurat. Ditanggap komentar  Amalya salah satu penonton Tuli, “Untungnya ada juru bahasa isyarat di tengah penonton, ketika tidak ada layar  juru bahasa isyarat dan teks.”. Bahkan ditambah tidak semua mengisi full teks dan layar juru bahasa isyarat pada layar setiap rangkaian acara bisa dibilang separuh akses teks.

 

Menurut pendapat salah satu penonton Difabel Netra  Anton menceritakan kesulitan penonton untuk memahami suasana meriah, dikarenakan tidak ada narasi dan hanya menikmati aluran suara saja. Hal yang menarik penonton turut menyemangat kepada salah satu negara tercinta adalah kehadiran paling sedikitnya satu atlet laki-laki asal Palestina berkursi roda bersama dua orang pendamping. Disambut penuh haru dan tangisan penonton Indonesia melihat perjuangan palestina menyempatkan diri datang, meski negara masih berperang. Selain itu, juga ada negara Suriah dan Afghanistan walau status negara yang berbahaya atau masih perang antar warga sipil memberanikan diri ikut sebagai atlet siap bertanding.

Salah satu relawan Tuli asal Bali tinggal di Depok, dia bertugas sebagai penata make up untuk penari dan penyanyi  menceritakan bahwa, ”Lebih antusiasme acara Asian Games daripada Asian Para Games, Karena tugas saya yang kemarin berpartisipasi sebagai relawan make up mendandani wajah penari sekitar seribu, namun kini saya menandani hanya ratusan tidak begitu ramai.”   

 

Acara juga dimeriahkan dengan konsep tema Disability yang diubah menjadi Ability memeriahkan suasana. Satu hal yang menarik adalah presiden Jokowi sempat memperagakan bahasa isyarat Bisidno saat berpidato.

Harapan penonton khusus Tuli adalah lebih lengkap lagi juru bahasa isyarat dan teks pada layar walau ada tapi seharusnya lebih lengkap lagi. Acara itu mendorong orang tua dengan anak didfabel untuk berkarya ditambahkan harapan salah satu orang tua  difabel daksa bahwa harus terlibat pekerjaan dan pendidikan, tidak cuma acara saja dam impelementasi dijalankan sesuai UU penyandang disabilitas.

Acara pembukaan Asian Para Games usai digelar, banyak masyarakat yang kagum dan terhibur olehnya. Semoga ini menjadi awal yang baik bagi perjuangan kesetaraan difabel di negara ini yang semakin hari semoga semakin membaik atas pengakuannya. [Dina Amalia Fahima]

The subscriber's email address.