Lompat ke isi utama
Dua buku karya Kucisti Ike.

Kesadaran Masyarakat untuk Kesetaraan ABK Rendah, Kucisti Ike Menulis Buku

Solider.id, Surakarta- Dilatarbelakangi realita di masyarakat bahwa kesadaran atas kesetaraan untuk Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) rendah, dan masih adanya pandangan sempit, minim dari orangtua ABK sendiri, Kucisti Ike, orangtua anak dengan spektrum autis menulis dua buah buku “Berdamai dengan Autis” dan “Bimbingan Akademis Anak Autis”. Kedua buku diluncurkan secara bersamaan dengan dua karyanya yang lain, tentang buku ajar bidang studi Matematika. Dengan latar belakang  sebagai pengajar mata pelajaran Matematika Kucisti Ike saat ini duduk sebagai Kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 13 Surakarta.

Kucisti Ike bercerita bahwa dia merasa beruntung karena bisa segera bangkit dari keterpurukan, setelah sadar bahwa anaknya autis. Menurutnya, banyak orangtua yang masih menyembunyikan anak-anak mereka yang berkebutuhan khusus. Dan harapannya, atas terbitnya dua buku tersebut, apa  yang ada di buku bisa mencerahkan dan memotivasi para orangtua. “Buku ini tidak hanya memuat bimbingan untuk anak-anak autis saja tetapi bisa untuk ABK lainnya, dan ini sebentuk praktik nyata yang saya lakukan terhadap anak saya,”terang Kucisti Ike.

Kucisti juga berharap, bahwa selama ini praktik yang dilakukan kepada anaknya tentang sekolah tanpa sekat, kelas tanpa sekat bisa dipraktikkan juga kepada anak-anak lainnya. “Lebih spesifiknya lagi, saya ingin ada efek positif untuk pendidikan inklusif di Kota Solo. Bagaimana guru mengajar, dan fokus kepada anak,”terangnya sambil mengharapkan bahwa buku yang diterbitkan secara indie tersebut dapat diterima oleh guru, orangtua dan komunitas.

Saat ini putra Kucisti bersekolah di SD Negeri 1 Pajang Surakarta. “Pada buku bimbingan akademis anak autis yang tidak begitu banyak halamannya, panduannya lebih spesifik dan bertahap,”terang ibu berputra empat itu. 

Tanggapan Komunitas Atas Terbitnya Buku

Agnes Widha dari Mpati Solo dan Sanggar Kreasi Anak Istimewa menanggapi positif atas terbitnya dua buku karya Kucisti Ike. Menurutnya, penulis buku ini pasti orangtua hebat karena mampu mendampingi anaknya yang autis dan merekam kisah mereka dalam sebuah buku. “Ini bagus untuk literasi bagi orangtua anak difabel,”ungkap Agnes Widha.

Lebih lanjut Agnes berbicara jika semoga banyak orangtua difabel yang dapat mengakses buku-buku panduan bagi anak berkebutuhan khusus. Sama dengan yang diutarakan oleh Agnes Widha, Kucisti Ike pun berharap buku-bukunya bisa menyentuh sampai ke komunitas orangtua anak difabel. “Sehingga dapat diterapkan dengan mudah sebagai buku panduan,”pungkas perempuan bernama lengkap Kucisti Ike Retnaningtyas Suryo Putro. [Puji Astuti]   

The subscriber's email address.