Lompat ke isi utama
Indepth Right Adakan Pelatihan Identifikasi Difabilitas di Kecamatan Lawang

Indepth Right Adakan Pelatihan Identifikasi Difabilitas di Kecamatan Lawang

Solider.id, Malang- Belasan peserta pelatihan identifikasi difabilitas yang diadakan Indepth Right PPRBM Bakti Luhur (05/9) di kantor kecamatan Lawang nampak semangat mengikuti sesi demi sesi. Para peserta berasal dari perangkat desa, pengurus PKK, tokoh masyarakat, tokoh agama, karang taruna serta perwakilan organisasi masyarakat. Dimana materi membahas ciri-ciri dan ragam difabilitas.

Maksud dan tujuan pelatihan untuk membekali peserta kemampuan assesment dalam pendataan difabel di desa-desa. Peserta memperoleh penjelasan dan pemaparan secara ringkas mengenai ciri dan ragam disabilitas yang lazim ditemui masyarakat, yaitu difabilitas netra, daksa, tuli, graita dan autis. Peserta juga dibekali teknis pengisian formulir pendataan untuk memudahkan proses assesment, yang kemudian dalam tahapan selanjutnya akan diadakan verifikasi oleh tim lainnya.

“Sasaran pendataan adalah difabel usia 25 tahun kebawah, berkaitan dengan program pembinaan difabel usia produksif dan terapi bagi anak-anak berkebutuhan khusus,” tutur Wakil Proyek Manager Program Indepth Rights PPRBM Bhakti Luhur Theresia Puji Astutik dalam sambutannya.

Rencananya dari hasil pendataan antara lain akan dibentuk paguyuban orangtua Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Para orangtua ini nantinya akan memperoleh pembinaan teknis penanganan ABK. Dengan demikian para orangtua tak lagi tergantung pada spesialis, medis dan rumah sakit. Bahkan harapannya para orangtua ABK ini dapat saling sharing pengetahuan.

Sebelumnya program pendataan telah dilakukan di kota Malang, selain memberikan kontribusi data difabilitas bagi setiap kecamatan juga terbentuknya paguyuban orangtua difabel membantu peningkatan taraf hidup, “ada semacam pembinaan usaha bagi orangtua dengan anak berkebutuhan khusus, pelaksanaannya berdasarkan kesepakatan apakah orangtua ABK tersebut bersedia atau tidak,” tutur Tutik sapaan akrabnya.

Threresia Puji Astutik ingin suksesnya program Indepht Right di kota Malang akan menginspirasi sukses yang lebih baik di kabupaten Malang, khususnya di kecamatan Lawang harapannya semua pihak dapat saling bahu-membahu menciptakan lingkungan yang inklusif. Yaitu lingkungan yang dapat mengakomodasi hak dan kewajiban semua pihak, menghormati keragaman termasuk pemenuhan hak dan penghormatan hak difabel.

Kecamatan Lawang merupakan bagian dari kabupaten Malang yang berbatasan dengan kabupaten Pasuruan. Kecamatan ini jamak disebut orang sebagai Kota Tua lantaran memiliki banyak bangunan tua peninggalan Belanda, bahkan situs-situs jaman kerajaan Singosari. Dari sisi aksesibilitas bangunan kuno yang ada sejauh ini belum ditemukan ciri-ciri yang menunjukkan adanya inklusifitas budaya yang menempatkan difabel pada posisi yang setara dengan warga lainnya.

Hal ini diperkuat dengan survei Forum Malang Inklusi tentang aksesibilitas fasilitas umum dan kependudukan di kecamatan Lawang pada 2016 yang hasilnya menunjukkan belum adanya fasilitas yang aksesibel serta tak adanya data difabel pada sejumlah desa.

Hal lainnya dalam catatan Lingkar Sosial Indonesia, difabel di kecamatan Lawang masih banyak kesulitan mengakses pekerjaan yang layak. Persoalan ini disebabkan lingkungan yang tidak aksesibel sehingga menyulitkan mobilitas difabel serta rendahnya pengetahuan masyarakat tentang difabilitas sehingga difabel masih ada ditemukan terkurung di rumah-rumah tanpa akses pendidikan. Gayung bersambut, hadirnya Indepth Right PPRBM Bhakti Luhur diharapkan mampu atmosfer baru dan sinergi pergerakan inklusi di kota tua tersebut. [Ken]

The subscriber's email address.