Lompat ke isi utama
Band Slank dan beberapa pegiat DSM usai pembuatan video endorsement sebagai bentuk dukungan kesetaraan difabel

DSM Gaet Slank untuk Promosi Pemberdayaan Ekonomi Difabel

Solider.id, Surakarta- Sebuah video singkat yang memperlihatkan para personil band Slank: Bimbim, Kaka, Abdi, Ivan dan pengurus Difa Sukses Mandiri (DSM) dibuat di lobi The Royal Suarakarta Heritage, Sabtu (22/9).

Video tersebut adalah bentuk dukungan dari Slank sebagai wujud kesetaraan difabel dalam pemberdayaan ekonomi. Dalam video berdurasi 16 detik itu, Slank mengajak masyarakat untuk mengakses aplikasi toko daring bernama, Difashop.

Salah satu penggagas DSM yang diluncurkan Agustus lalu, Heru Sasongko, kepada Solider mengatakan pihaknya sengaja mengajak para artis ibu kota untuk mendukung program-program DSM. Artis pertama yang berhasil digaet adalah Bertrand Antolin, ikon pembawa pawai obor Asian Para Games 2018. “Idealnya sih video ini akan dipublikasikan oleh Slank sebagai promosi atau bisa dikatakan endors Slank untuk DSM sebagai bentuk kepedulian Slank pada gerakan difabel,” ujar Heru Sasongko.

Sunarman, salah seorang pendiri DSM mengatakan bahwa masukan-masukan dari Slank menjadi catatan tersendiri seperti berjejaring dengan perusahaan moda transportasi daring terbesar di Indonesia saat ini yakni Go-Jek. Menurut Sunarman masukan ini penting karena DSM akan dikembangkan tidak hanya di Solo dan sekitarnya saja tetapi nasional.

Selain itu juga menjaring kemitraan dengan berbagai komunitas termasuk komunitas pendukung Slank yakni Slankers, misalnya. Sebab menurut Sunarman, berbelanja online di Difashop itu prinsipnya tidak mengurangi dan menambah belanja.

Menurut Sunarman DSM akan menyeimbangkan antara membuka kesempatan dan menyiapkan diri. Membuka kesempatan yang kemudian diikuti kelembagaan. Secara spesifik untuk menyeimbangkan kesempatan yang ada dengan sumber daya. “Kita siap untuk penguatan kelembagaan dan advokasinya,” tuturnya.

Ditemui di tempat sama, Yulianto difabel pegiat di Forum Koordinasi Tuna Netra (FKTN) Surakarta mengatakan bahwa jejaring dengan band Slank sebenarnya dimulai saat dirinya dilibatkan dalam pembuatan film Generasi Biru, film musikal tanpa dialog hasil kolaborasi Garin Nugroho, John De Rantau dan Dosy Omar yang tayang pada 2008.

Hermin Yuni Astuti, pegiat difabel yang tinggal di Solo dan membuka usaha toko online DSM ini mengatakan, manfaat bekerja sama dengan DSM adalah turut memperkenalkan produk-produk difabel. Tak hanya itu karena menurutnya manfaat lain adalah saling bertukar informasi seputar dunia ekonomi dan bisnis. “Harapannya ke depan DSM tetap konsisten memperjuangkan kemajuan ekonomi dan kesejahteraan difabel,” pungkasnya. [Puji Astuti]

The subscriber's email address.