Lompat ke isi utama
poster pawai Tuli

HBII: Dengan Bahasa Isyarat Semua Orang Terlibat

Solider.id, Yogyakarta- Komunitas Tuli Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar perayaan Hari Bahasa Isyarat Internasional (HBII) 2018. Pawai Tuli Jogja Istimewa dengan tema Bahasa Isyarat Semua Bisa Terlibat ini, rencana akan digelar di sepanjang Malioboro, Minggu (23/9/2018). Pawai yang akan dimulai dari Taman Parkir Abu Bakar Ali ini akan diikuti sekira dua ratusan Tuli yang akan berjalan menuju Titik 0 kilometer, Malioboro Yogyakarta.

Setibanya di Titik 0 km, agenda akan dilanjutkan dengan orasi. Sebagaimana tema dengan Bahasa Isyarat Semua Terlibat, peringatan HBII dengan seluruh rangkaian acara yang direncanakan merupakan bentuk simbol permohonan dukungan kepada semua pihak. Dukungan berupa penggunaan Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO), sebagai bahasa yang diakui dan disetarakan dengan bahasa lisan, bukan Sistem Bahasa Isyarat Indonesia (SIBI).

Selanjutnya BISINDO dipergunakan sebagai alat komunikasi, penyampai infomasi kepada Tuli, selain bahasa teks atau tulisan. Sampaikan pesan moral Lebih dari itu, pawai dan orasi membawa pesan moral, agar diskriminasi yang terjadi terhadap Tuli selama ini dapat dihapuskan. Baik diskriminasi di dunia pendidikan-sekolah maupun perguruan tinggi, pekerjaan, transportasi, hukum, dan lain sebagainya.

“Lihatlah bahwa kami ini ada, meski kami tidak menginginkannya. Lihatlah jumlah kami tidak sedikit. Kami tidak menuntut lebih, hanya berikan hak kami dalam mengakses informasi dan berkomunikasi. Dukung bahasa kami, yakni BISINDO, bukan SIBI,” pesan Laksmayshita Khanza Larasati Carita, salah seorang Panitia HBII 2018 kepada Solider, Sabtu (22/9).

Lebih lanjut Shita, sapaan gadis Tuli itu mengutarakan bahasa isyarat dinilai dapat meminimalisir diskriminasi dan pengabaian terhadap kelompok Tuli. Bahasa isyarat dapat meningkatkan kemampuan Tuli. Berkomunikasi dan mendapatkan informasi merupakan hal penting, bahkan hak setiap warga negara tidak terkecuali tuli. Adanya pelayanan Juru Bahasa Isyarat (JBI) pada berbagai pelayanan publik menjadi harapan Tuli. Jika pelayanan JBI tidak memungkinkan, maka dapat digantikan dengan teks atau tulisan. Sehingga hak Tuli mengakses informasi dapat terpenuhi sebagaimana warga negara lainnya yang mendengar.

Dikutip dari sebuah sumber, Bahasa isyarat sendiri telah diresmikan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 23 September 2017. Bahkan, Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk Amerika Serikat (AS) Budi Bowoleksono turut memberikan dukungan. Selain itu, Kampanye Hari Bahasa Isyarat Internasional dilaksanakan serempak, di berbagai daerah di Indonesia. Di antaranya Yogyakarta, Jakarta, Solo, Bandung, bahkan di seluruh dunia. [Harta Nining Wijaya]

The subscriber's email address.