Lompat ke isi utama
ilustrasi brousr pelatihan startup kewirausahaan dan TI bagi Difabel

Pelatihan Startup Kewirausahaan dan TI bagi Difabel

Solider.id.Yogyakarta- Yayasan Penyandang Anak Cacat (YPAC) Nasional bekerja-sama dengan Tokopedia akan menyelenggarakan pelatihan startup kewirausahaan berbasis Informasi dan Teknologi (TI). Pelatihan akan dilangsungkan selama tiga bulan, dimulai pada Oktober dan berakhir Desember 2018. Pelatihan tersebut bersifat gratis dan diperuntukkan bagi difabel dengan rentang usia 19 – 35 tahun.

Pelatihan diberlakukan bagi difabel yang sudah menguasai teknologi informasi tingkat lanjut.

Dihubungi melalui WhatsAap, Sabtu (15/9), Ketua YPAC Nasional, Ratna Juwita mengatakan setiap peserta pelatihan selain mendapatkan pengetahuan tentang startup, juga akan memperoleh penggantian transportasi sesuai kehadiran.

Namun panitia tidak memberikan penggantian akomodasi, baik bagi peserta dari dalam maupun luar kota. Bagi peserta pelatihan dengan minimal presentasi kehadirannya minimal 80 persen akan diberikan sertifikat kelulusan. Dia juga menjelaskan pelatihan bertujuan untuk meningkatkan kemampuan peserta di bidang kewirausahaan yang berbasis teknologi informasi.

Tata cara pendaftaran

Pendaftaran peserta dibuka pada 10 – 16 September 2018. Tata cara pendaftaran, peserta mengisi formulir pendaftaran online yang disediakan melalui Google Formulir, atau dapat mengunduhnya di Sini. Peserta juga diharuskan mengikuti tes online.

Persiapkan difabel mandiri

Kepada Solider, Sabtu (15/9) Ketua YPAC Nasional Ratna Juwita menjelaskan apa yang dimaksud dengan pelatihan startup. “Startup, ialah sebuah perusahaan yang baru saja dibangun atau dalam masa rintisan. Startup lebih dikategorikan untuk perusahaan bidang teknologi dan informasi yang berkembang di dunia internet,” terangnya.

Memberikan peluang kepada pemuda penyandang disabilitas mandiri memasuki dunia usaha, dengan menggunakan kemajuan teknologi informasi atau secara online, melatarbelakangi pelatihan tersebut.

Selain sedang tren kata Ratna, mengembangkan usaha secara online dirasa lebih efektif dan efisien. Baik dari sisi mobilitas, market atau menjangkau konsumen, lebih ekonomis dan praktis, dengan jangkauan pasar yang tidak terbatas. Usai mengikuti pelatihan, difabel dapat berusaha sendiri dari rumah. Mereka dapat memasarkan produknya sendiri atau produk orang lain, tanpa harus bekerja sebagai karyawan atau pegawai.

Berbeda dengan pelatihan-pelatihan sebelumnya yang dilaksanakan di berbagai Kota di Indonesia, kali ini pelatihan startup terpusat di Jakarta. Hal tersebut dikarenakan pelaksanaan pelatihan yang tergantung pada donatur. Sehingga untuk melaksanakan di daerah, perlu pendekatan kepada para donatur di daerah.

Di akhir perbincangan, Ratna berharap difabel dapat berusaha sendiri. Bila memungkinkan dapat memiliki usaha yang berbadan hukum. Usaha Kecil Menengah (UKM) sebagai contoh.  “Dengan demikian difabel pelaku usaha akan mendapatkan kemudahan dari bank, untuk mengajukan peminjaman modal usaha dengan bunga lunak,” pungkas Ratna

Adapun keterangan lebih lanjut terkait program pelatihan startup, dapat ditanyakan langsung kepada: Relisma pada nomer WhatsAap 08578115129, atau melalui email: [email protected]. Dapat juga dengan cara menguhubungi Sekretariat YPAC Nasional, Bapak Eko Widiyanto pada nomer WhatsAap 087878887200 atau pada nomer telepon 021-7254357. [Harta Nining Wijaya]

The subscriber's email address.