Lompat ke isi utama
suasana lokakarya perdes

Perdes Disabilitas Pertama Kabupaten Sleman Lahir di Desa Sendangtirto

Solider.id.Sleman. Desa Sendangtirto, Kecamatan Berbah, akan menjadi desa pertama di wilayah Kabupaten Sleman yang memiliki Peraturan Desa (Perdes) Disabilitas. Yakni peraturan yang mengatur tentang desa inklusi. Sebuah kebijakan inklusif pada tataran desa telah lahir berkat adanya Rintisan Desa Inklusi (RINDI), yang berjalan hingga dua tahap atau selama tiga tahun.

Hal tersebut mengemuka dari Sekretaris Desa (Sekdes) Sendangtirto Herman pada  lokakarya evaluasi akhir program RINDI tahap kedua yang digelar di Hotel Prima SR, Jalan Magelang KM 11, Kamis (30/8).

“Kebijakan inklusif tersebut akan mengatur adanya penganggaran pada berbagai sektor pembangunan pemerintahan desa Sendangtirto. Dengan demikian segala kegiatan pembangunan warga difabel di Desa Sendangtirto sudah jelas penganggarannya,” ujar Herman.

“Namun demikian sebelumnya anggaran bagi warga difabel Sendangtirto sudah ada. Hanya saja belum diatur dalam sebuah kebijakan, belum ada payung hukumnya,’ tukas Sekdes Desa Sendangtirto tersebut.

Lanjutnya, “Jika pada tahun 2017 dianggarkan 24 juta rupiah untuk pembangunan inklusif, maka pada tahun 2018 anggaran direncanakan naik menjadi 29 juta rupiah,” ungkapnya Herman.

Perdes Disabilitas Desa Sendangtirto merupakan representasi dari kebutuhan warga difabel Sendangtirto. Karena dalam penyusunannya difabel dilibatkan secara intens selain para tokoh masyarakat. Pengkajian ulang Draft Perdes sudah dilakukan oleh Tim BPD dengan dukungan Sasana Inklusi dan Gerakan Advokasi Difabel (SIGAB). Adapun pengesahan Perdes Disabilitas tersebut direncanakan pada 18 September 2018.

KDD belum mandiri

Namun demikian bukan tanpa masalah, kata Herman. “Pemerintah desa sudah sedemikian rupa menganggarkan pembangunan inklusif, namun Kelompok Difabel Desa (KDD) belum dapat menyerap anggaran secara mandiri. Masih tergantung dengan bantuan atau pendampingan kader,” jelasnya.

Pada kesempatan itu Herman menyayangkan kondisi tersebut. Menurut dia, untuk mengatasinya perlu diselenggarakan pelatihan peningkatan kemampuan atau kapasitas KDD Sendangtirto. Dengan harapan KDD Sendangtirto dapat mengassesment kebutuhannya sendiri, menyusun program kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan, membuat kegiatan, membuat pelaporan, dan berbagai pelatihan lain yang memandirikan.  [harta nining wijaya]

The subscriber's email address.