Lompat ke isi utama
Closed caption di kanal Youtube Vice Indonesia

Medium Aksesibilitas Video bagi Tuli

Solider.id, Yogyakarta – Surya Sahetapy, salah seorang influencer Tuli, sekali waktu pernah mengkampanyekan penggunaan subtitle atau caption dalam tayangan video pada media instastorynya. Sebagai salah satu figur publik terkenal sekaligus aktifis Tuli di Indonesia, Surya terinspirasi dari aksesibilitas informasi melalui subtitle dan caption ketika ia berada di luar negeri terutama di Australia.

Dalam tayangan instastory berdurasi satu menitan tersebut, fasilitas subtitle dan caption tersebut langsung tertanam pada layar kanal televisi di Australia. Hanya dengan menggunakan remote TV, fasilitas tersebut sudah bisa langsung ada.

Youtube sendiri sebenarnya sudah memberikan fasilitas subtitle dan caption pada videonya. Penambahan subtitle dan caption ini bisa dilakukan oleh pengunggah video itu sendiri atau bisa dilakukan oleh penonton. Caranya pun sangat mudah. Tutorial penambahan subtitle dan caption pada Youtube sudah sangat banyak.

Sebagai contoh, saya mengecek ketersediaan kanal Tedx, salah satu platform penyebaran ide terbesar, di Youtube dan menemukan bahwa unggahan video mereka rata-rata sudah menyediakan subtitle berbagai bahasa maupun caption bahasa asli, meskipun, untuk kanal Tedx Indonesia, belum semua unggahan menyediakan kedua medium aksesibilitas tersebut.  

Jumlah kanal Youtube berbahasa Indonesia yang menyedikan subtitle dan caption tertanam memang masih kurang banyak jika dibandingkan dengan kanal Youtube internasional, terutama kanal berbahasa Inggris langsung yang sudah cukup peka dengan medium aksesibilitas.

Salah satu kanal Youtube Indonesia yang sudah menyediakan kedua medium tersebut adalah kanal Youtube Vice Indonesia. Vice adalah salah satu pengembang konten global yang banyak menyasar pembaca kaum muda. Media ini sudah ada di Indonesia sejak November 2016. Dalam setiap unggahan videonya, Vice selalu menyediakan setidaknya caption untuk bahasa Inggris dan subtitle untuk bahasa Indonesia. Kebijakan ini tentunya sesuai dengan tujuan Vice yang ingin menggali lebih dalam tentang cerita-cerita keberagaman di Indonesia.

Closed Caption, Subtitle dan SDH (Subtitle for the Deaf and Hard of Hearing)

Dua medium aksesibilitas Tuli dalam menikmati video adalah closed caption dan Subtitle. Banyak orang yang mengira bahwa keduanya adalah medium yang sama. Keduanya memang tersinkronisasi dengan media sehingga teks akan bisa dilihat dalam waktu yang bersamaan dengan kata yang diucapkan.  Keduanya juga bisa diaktifkan dan dinonaktifkan oleh penggunanya. Meski begitu, secara bentuk dan fungsi, keduanya berbeda. Dimana perbedaannya?

Dikutip dari laman 3playmedia.com, Closed caption lebih ditujukan kepada penonton Tuli atau Hard of Hearing (HoH). Medium ini menampilkan semua informasi audio, termasuk efek suara dan elemen non dialog lainnya dan kebanyakan ditulis dalam bahasa asli yang dituturkan dalam video.

Subtitle lebih ditujukan kepada penonton dengar yang tidak mengerti bahasa asli dalam video. Karena alasan ini, subtitle biasanya hanya berupa isi perkataan dan tidak menampilkan efek suara maupun elemen audio yang lain. Medium ini biasanya digunakan untuk penerjemahan, misalkan penerjemahan film.

Lalu, masih diambil dalam laman yang sama, ada percampuran di antara keduanya yang disebut SDH (Subtitle for the Deaf and Hard of Hearing). SDH adalah kombinasi dari informasi yang ada di closed caption dan subtitle. SDH bisa berupa bahasa asli pada video dan memasukkan efek suara audio yang bersifat non dialog. Ketika subtitle normal berasumsi bahwa penonton dapat mendengar audio namun tidak mengerti arti bahasanya, SDH berasumsi bahwa penonton tidak bisa mendengar audio (seperti pada closed caption). Pada kasus ini, SDH bertujuan untuk membantu media yang tidak bisa memuat closed caption, seperti koneksi digital HDMI. SDH juga bisa diterjemahkan ke dalam bahasa asing untuk membuat konten video lebih aksesibel bagi Tuli dan Hard of Hearing (HoH) yang mengerti bahasa lain.

Sekarang pekerjaan rumah di Indonesia tinggal mengarusutamakan kepentingan penyediaan medium aksesibilitas tersebut dalam media digital video di Indonesia. [Yuhda]

The subscriber's email address.