Lompat ke isi utama
 Format Easy-Read

Informasi dengan Format Easy-Read bagi Difabel Intelektual

Solider.id, Yogyakarta – Ada satu hal menarik yang ada di laman resmi Data Disability Portal yang sebetulnya bukan merupakan isu baru dalam penyampaian informasi bagi difabel, yaitu versi dengan bahasa yang mudah (easy-read format) untuk mengakomodasi aksesibilitas informasi bagi difabel intelektual. Laman Data Disability Portal menyediakan empat formal laporan: full report, large print version, easy read version dan extended summary.

Saat easy read version dari Data Disability Portal ini diunduh, akan keluar sebuah versi dokumen dengan judul besar What we can learn from information about people with disabilities (Apa yang bisa kita pelajari dari informasi tentang difabel).  Pada versi informasi ini, hanya ada dua bentuk data yaitu gambar yang jelas dan kalimat-kalimat pendek yang sangat mudah dimengerti.

Kalimat-kalimat yang ada di versi ini tidak lebih dari dua puluh suku kata, menggunakan kalimat pendek dan menghindari struktur kalimat majemuk dengan kosa kata sehari-hari yang mudah dipelajari. Jarang sekali ada istilah-istilah teknis tingkat tinggi dalam menjelaskan beberapa poin dari data ini. Versi data ini memang ditujukan bagi difabel intelektual yang membutuhkan waktu dan energi lebih dalam mencerna informasi. Versi data ini juga menunjukkan serta memberi pesan bagaimana seharusnya informasi bisa disampaikan kepada khalayak dengan menggarisbawahi bahwa difabel intelektual pun punya hak yang sama dalam mengakses informasi sesuai denga  versi yang bisa mereka pahami dengan mudah.

Belum banyak media publikasi di Indonesia yang menerapkan cara seperti ini. Rata-rata masih menyediakan versi informasi dengan versi yang diperuntukkan bagi kalangan dengan tingkat akademik menengah ke atas. Jika ingin melihat data, seperti yang ada pada Data Disability Portal, laman kepunyaan Badan Pusat Statistik bisa diperiksa untuk menguji aksesibilitas informasinya.

Dalam laman resmi Badan Pusat Statistik, sebagian besar publikasi yang bisa diunduh masih menggunakan versi umum dengan kosa kata teknis untuk menggambarkan informasi dari masing-masing tema data. Belum ditemukan versi easy-read yang bisa mengakomodasi difabel intelektual dalam menerima informasi secara mandiri. Hal yang sama juga banyak ditemukan dalam publikasi-publikasi informasi baik dari laman pemerintah maupun non pemerintah.

Padahal, format easy-read itu tidak hanya diperuntukkan bagi difabel intelektual saja. Format ini juga bisa menggunakan prinsip desain universal sehingga bisa digunakan oleh segala lapisan masyarakat yang membutuhkan. Sebuah Departeman Pembangunan Sosial di Selandia Baru memberikan informasi yang lengkap tentang format easy-read ini. Departemen ini memiliki Kantor Isu Difabel (Office for Disability Issues) yang menyajikan panduan singkat untuk menyediakan format easy read pada laman resminya.    

Dalam laman ini, disebutkan bahwa format easy-read memang memiliki nilai desain universal karena diperuntukkan bagi mereka yang memiliki kesulitan dalam belajar (learning disability), kemampuan literasi yang rendah, orang tua serta Tuli. Format easy-read akan membuat kalangan di atas bisa membaca secara mandiri tanpa perlu mendapatkan penjelasan tambahan dari orang lain.

Para dasarnya, sesuai yang ada pada laman ini, format easy-read bisa menggunakan prinsip: informasi yang jelas dan mudah dimengerti, dibuat untuk mendukung difabel intelektual atau mereka yang kesulitan dalam belajar, menggunakan bahasa tertulis dengan tambahan gambar pendukung, dan menggunakan bahasa sehari-hari tanpa menggunakan jargon dan akronim. Gambar ada di sebelah kiri, berukuran besar dan diikuti dengan penjelasan dengan kalimat sederhana dan font ukuran besar pada sisi kanannya. Laman ini juga menyediakan panduan lengkap untuk menghadirkan laporan atau publikasi dengan format easy-read.

Format easy-read sendiri memiliki sejarah yang panjang. Dilansir dari bbc.co.uk, format ini sudah dimulai dari tahun 1980an. Swedia adalah negara yang mengawali dan menyebarkan konsep format ini pada tahun 1990an. Di Inggris sendiri, publikasi utama dengan format easy-read adalah sebuah laporan pemerintah yang berjudul Valuing People: A New Strategy for Learning Disability for the 21st Century. Semangat di Inggris tersebut berbekal harapan agar difabel intelektual maupun kalangan lainnya bisa mencerna berbagai macam publikasi sehingga mereka bisa mendapatkan hak hidup secara mandiri.  

Di Indonesia sendiri harapan adanya format easy-read dalam penyajian informasi dalam segala saluran media semakin besar untuk digaungkan. Sejalan dengan pengarusutamaan isu difabel yang terus digencarkan dalam segala lini kehidupan untuk menuju Indonesia yang inklusi. [Yuhda]

The subscriber's email address.